Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 13


__ADS_3

Yara baru saja sampai di depan gerbang sekolahnya. Tiba-tiba siska mengejutkannya dari belakang.


"Yara" panggil siska


Yara menoleh ke siska


"Kamu tuh sis, ngagetin aku aja" jawab yara


"Habis kamu ngangenin" ucap siska


"Hah"


Siska nyengir kuda


"Iya udah kita masuk yuk ra" ajak siska dan di angguki yara. Mereka berdua berjalan beriringan.


"Oh iya sis, nanti sepulang sekolah temani aku ke cafe iya" pinta yara memasang wajah seimut mungkin


"Kan kamu mau kerja ra, masa aku di suruh menemani kamu" keluh lisa


Yara menggelengkan kepalanya. Siska di buat tidak mengerti dengan gelengan kepala yara.


"Aku nggak kerja, tapi mau mengundurkan diri" ucap yara


"Hah kamu nggak lagi sakit kan ra" memegang kening yara untuk memastikan.


"Kamu tuh apa-apa an sih sis, aku tuh nggak sakit" yara memjawab dengan malas


"Ini beneran sis, aku mau mengundurkan diri" imbuh yara


"Apa alasannya?" tanya siska menyelidik

__ADS_1


Yara menghela nafasnya berat


"Hah, ayah dan ibuku sudah tidak mengijinkan aku bekerja karena sebentar lagi ujuan akhir. Mereka mau kalo aku fokus belajar agar bisa masuk kampus impianku" jawab yara


"Iya bener kata orang tuamu ra. Aku tuh heran sama kamu, ngapain sih kamu masih sekolah juga udah mikir kerja emang nggak cape" ucap siska


"Aku pengin mandiri sis" jawab yara menunduk


Siska tidak habis pikir dengan yara, padahal orang tuanya masih mampu membiayai sekolah yara. Tapi yara selalu bilang tidak ingin merepotkan keduanya.


"Jadi gimana sis, kamu mau kan menemani aku ke cafe?" tanya yara


"Iya deh ra, nanti aku temani kamu ke cafe. tapi setelah itu kita mampir ke taman dekat rumah kamu iya" jawab siska


"Okeh sis"


"Sis kamu tau nggak" tanya yara


"Ih kamu itu sis" keluh yara


"Kamu tuh ra yang apa-apa an, udah nanya nggak jelas lagi"


"Oh iya, aku lupa belum memberi tahu kamu" ucap yara


"Itu loh sis, orang yang tempo hari nganter aku pulang ternya dia reyhan putra prama" imbuh yara berbinar


"Sudah ku duga ra" jawab siska


Tidak terasa mereka berdua sudah sampai di depan kelas, terlihat sudah banyak siswa yang masuk kelas.


. . . . . .

__ADS_1


Di kantor reyhan


Reyhan yang baru saja sampai di kantor langsung turun dari mobil menuju ke ruangannya menaiki lif di ikuti asisten aldo di belakangnya. Seperti biasa bos dan asistennya selalu menjadi pusat perhatian.


Sesampainya di ruangan reyhan.


"Al, menurutmu bagaimana dengan yara" tanya reyhan tiba-tiba membuat aldo semakin bingung dengan tingkah tuannya saat ini


"Maksud bapak" tanya aldo bingung


"Menurutmu yara bagaimana al?" tanya reyhan lagi


"Sepertinya aku menyukainya" imbuhnya dengan senyum yang mengembang sempurna


Aldo membelalakan matanya tidak percaya dengan ucapan tuannya.


"Emm, saya.. saya tidak tau pak" jawab aldo seadanya karena bingung harus menjawab apa pertanyaan tuannya.


"Kamu itu al, nggak usah kaku begitu" ucap reyhan


"Tapi pak, kita sedang di kantor tidak seharusnya membicarakan hal di luar kantor" aldo menunduk


Reyhan yang tersadar langsung memfokuskan kembali pikirannya.


"Bisa-bisanya aku kaya gini" batin reyhan


"Iya sudah al, kamu boleh kembali ke ruangan kamu" ucap reyhan


"Baik pak" jawab aldo lalu pergi meninggalkan ruangan reyhan.


Setelah kepergiaan aldo reyhan kembali fokus ke berkas-berkas yang ada di mejanya. Lalu mengecek satu per satu berkas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2