Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 47


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan 20 menit akhirnya yara dan reyhan sampai di rumah reyhan. Di teras rumah terlihat pak bayu dan bu erina sudah berdiri untuk menyambut kedatangan mereka.


Reyhan turun terlebih dahulu, lalu membukakan pintu mobil untuk yara. Yara turun dari mobil lalu berjalan di samping reyhan.


Dengan perasaan campur aduk akhirnya yara memberanikan diri untuk menyapa orang tua reyhan.


"Assalamualaikum" ucap yara


"Waalaikumsallam" jawab pak bayu dan bu erina bersamaan


Yara lalu mencium tangan pak bayu dan bu erina secapa bergantian, di ikuti dengan reyhan.


"Jadi ini calon menantu mamah" ucap bu erina berbinar. Lalu memeluk yara di lanjutkan dengan mencium pipi kanan dan kiri yara.


Yara tidak menyangka bahwa kedatangannya akan di sambut hangat seperti sekarang ini. Tanpa terasa mata yara berkaca-kaca menerima setiap perlakuan calon mertuanya.


Bu erina melepaskan pelukannya lalu menatap yara yang matanya sudah berkaca-kaca dan hampir menangis.


"Kamu kenapa sayang" tanya bu erina


Yara tersadar, lalu dengan cepat menghapus air mata yang sudah hampir menetes membasahi pipinya.


"Saya nggak kenapa-kenapa tante" jawab yara

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya mutyara, biasa di panggil yara" ucap yara sopan


"Namanya yang cantik seperti orangnya" jawab bu erina


"Saya bayu papahnya reyhan, dan ini istri saya erina, mamahnya reyhan" ucap pak bayu


"Senang bisa bertemu dengan om dan tante" ucap yara


"Lho. lho. kok kamu mangginya om sama tante sih. Panggil saya papah dan istri saya mamah, sama seperti reyhan" ucap pak bayu


"Tapi"


"Nggak ada tapi-tapi an, sebentar lagi kan kamu akan menjadi bagian dari keluarga kami" bu erina memotong ucapan yara


Bu erina tersenyum puas mendengar yara memamggilnya mah.


"Bagus sayang" ucap bu erina. Lalu menggandeng tangan yara untuk masuk ke dalam dan mengabaikan reyhan juga suaminya.


"Apa-apa ini, bisa-bisa mamahmu mengabaikan papah" gerutu pak bayu


Reyhan yang masih tidak percaya karena mamahnya begitu menyambut yara dengan hangat tanpa menjawab gerutuan papahnya lalu meninggalkan papahnya di teras dan menyusul yara dan mamahnya masuk ke dalam.


Pak bayu semakin di buat kesal karena anaknya reyhan juga mengabaikannya.

__ADS_1


"Ibu sama anak sama saja" kesal pak bayu. Lalu berjalan menyusul mereka masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah yara di buat takjub akan interior yang ada di sana. Mulutnya tak henti-henti memuji isi di dalam rumah mewah itu.


"Sayang duduk dulu" ucap bu erina


Yara yang masih sedikit canggung tapi berusaha setenang mungkin.


"Iya mah" jawab yara ragu


Tak berapa lama setelah yara duduk, reyhan datang di ikuti dengan pak bayu dibelakangnya. Reyhan duduk di samping yara.


"Mah, kenepa papah di tinggal di luar sendirian sih" kesal pak bayu


Bu erina yang melihat raut wajah masam suaminya langsung tersadar karena tadi dia asik mengobrol dengan yara sampai mengabaikan suaminya.


"Maafin mamah pah, tadi mamah terlalu bersemangat mengobrol dengan calon menantu mamah" ucap bu erina


"Lain kali jangan mengabaikan papah" ucapnya dingin


Reyhan yang memang sudah biasa dengan perdebatan di depannya hanya bisa tersenyum menanggapi. Sementara yara di buat tidak percaya akan hal ini. Ternyata calon mertuanya sangatlah manja terhadap istrinya.


"Pah, sudah dong malu tau di lihat calon menantu kita" ucap bu erina

__ADS_1


Pak bayu yang tadi kesal seketika tersadar saat melihat yara tersenyum ke arahnya.


__ADS_2