Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 40


__ADS_3

Reyhan yang menyadari tatapan tajam siska langsung berbicara.


"Nggak usah mikir macem-macem" ketus reyhan seolah tau apa yang menjadi pertanyaan siska


Siska yang tadinya menatap reyhan dengan tatapan tajam seketika nyalinya langsung menciut setelah reyhan menatap balik dengan tatapan yang tak kalah tajamnya dari tatapan siska.


Seketika suasana menjadi panas kala reyhan masih menatap siska padahal disana terdapat pendingin ruangan. Seolah pendingin ruang itu tidak berfungsi dengan baik


Yara yang menyadari ada ketegangan tiba-tiba bertanya.


"Maksud kamu apa sis?" pertanyaan polos itu akhirnya keluar dari mulut yara


Seketika semua melirik ke arah yara. Yara yang di tatap hanya bisa menunduk karena tidak mengerti maksud dari pertanyaan siska.


Siska menepuk keningnya dengan keras


"Iya ampun ra, apa kamu sepolos ini atau emang kamu pura-pura tidak tau" ucap siska sepontan


"Aku memang tidak tau sis" jawab yara polos masih menundukan kepalanya


"Kamu nggak lagi hamil kan?" akhirnya pertanyaan itu lolos dengan sendirinya dari mulut siska

__ADS_1


Bu amel yang mendengar pertanyaan siska langsung menyenggol lengan siska.


"Eh maaf ra, aku nggak bermaksud"


"Nggak apa-apa sis, aku tau kamu pasti kaget mendengar rencana pernikahanku dengan mas reyhan, karena memang aku dan mas reyhan baru kenal" ucap yara berkaca-cara


"Ra, maafin aku" ucap siska langsung memeluk sahabatnya merasa tidak enak atas ucapannya barusan, yara pasti sedih dengan tuduhan siska.


Reyhan semakin menatap siska dengan tatapan tidak suka, siska menyadarinya.


"Maafin siska kak, siska tidak bermaksud begitu, siska kaget saat yara mengatakan akan menikah" ucapnya


"Lain kali kalau mau bicara di pikir dulu" ketus reyhan


"Aku nggak apa-apa. Aku memutuskan menikah dengan mas reyhan karena kami saling mencintai tidak ada maksud lain. Mas reyhan juga sudah berjanji setelah menikah akan mengijinkan aku tetap kuliah" jawab yara


Mendengar penjelasan yara akhirnya siska dan bu amel bisa bernafas dengan lega.


"Syukurlah" ucap siska dan bu amel bersamaan


"Apa kamu pikir saya ini orang jahat" ucap reyhan dingin

__ADS_1


Siska menjadi tidak enak hati karena telah menuduh reyhan yang tidak-tidak


"Hehe nggak kak, kak reyhan orangnya baik kok" jawab siska tersenyum canggung


"Sudah mas reyhan nggak apa-apa, kalau siska bertanya seperti itu berarti siska peduli sama aku" ucap yara meyakinkan reyhan


"Ngomong-ngomong kapan kalian akan melangsungkan pernikahan" tanya bu amel


"Secepatnya tante" jawab reyhan


Mendengar itu bu amel merasa senang, bu amel berdoa semoga kelak putrinya bisa mendapatkan laki-laki yang benar-benar mencintai putrinya dengan tulus seperti reyhan.


Setelah cukup lama berbincang akhirnya yara dan reyhan berpamitan untuk pulang. Sebelum benar-benar pergi yara dan siska berpelukan.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Ra, bagaimana kalau kita mampir ke restoran dulu, ini kan sudah jamnya makan siang" ucap reyhan sambil melirik jam di tangan kirinya


"Emm iya boleh mas, yara juga sudah lapar" ucap yara polos


"Okeh" jawab reyhan lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju restoran xx yang berada di tengah kota.

__ADS_1


Perjalanan mereka cukup lama karena macet. Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya mereka sampai di restoran xx. Reyhan turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk yara.


__ADS_2