Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 30


__ADS_3

Suasana di dalam mobil reyhan tiba-tiba saja hening. Yara hanya bisa menunduk menahan malu, bisa di bayangkan saat ini wajahnya pasti sudah merah seperti tomat.


"Kenapa sih aku bisa keceplosan kaya tadi, kalo mas reyhan nggak cinta sama aku bagaimana" batin yara bertanya pada dirinya sendiri


"Ra" panggil reyhan


"Iya mas" jawab yara


"Emmm kita, kita" ucap reyhan terpotong


"Kita kenapa mas?" tanya yara penasaran


"Ini kan sudah malam sebaiknya kita pulang saja, aku akan mengantar kamu pulang"


"Tapi mas siska bagaimana?" tanya yara wajahnya kini kembali murung mengingat sahabatnya yang belum ketemu.


"Kamu tenang aja ra, nanti saya akan menyuruh orang untuk mencari teman kamu" jawab reyhan


"Mas reyhan nggak bohong kan?" ucap yara sambil menatap reyhan secara intens


Reyhan yang di tatap yara menjadi sangat gugup. deg deg deg jantunya berpacu lebih cepat dari biasanya.


"Ahhh shit, kenapa wajahnya menggemaskan sekali kalo lagi kaya gini" batinnya


"Emang kapan aku pernah bohong ke kamu ra? tanya balik reyhan


"Emmm, nggak pernah sih mas" jawab yara


"Iya udah sekarang aku antar kamu pulang, nanti kalo teman kamu sudah ketemu pasti aku langsung hubungin kamu"


"Iya mas"


Suasa kembali menjadi hening, yara tengah asik menikmati hujan dari balik jendela kaca mobil reyhan. Di luar masih hujan tapi sudah tidak sederas tadi.


"Ra" panggil reyhan


Yara langsung menoleh ke arah reyhan yang memanggilnya


"Iya mas" jawab yara

__ADS_1


"Besok saya mau bertemu orang tua kamu" ucapnya


"Emm mas reyhan mau ngapain?" tanya yara


"Kan nanti juga ketemu pas nyampe rumah mas, kenapa harus nunggu besok" jawab yara panjang lebar


"Kenapa bisa sepolos ini sih yara" batin reyhan


"Ada sesuatu yang penting yang ingin saya bicarakan dengan orang tua kamu" jawabnya


"Hal penting apa mas?" tanya yara penasaran


"Besok pasti kamu tau" jawab reyhan


"Hah" yara hanya bisa menghela nafasnya


"Menyebalkan" gerutu yara yang masih bisa di dengar reyhan. Reyhan terkekeh melihat tingkah yara mengingatkan lisa saja.


"Kamu tadi ngomong apa ra?" tanya reyhan pura-pura tidak tau


"Ehh nggak kok mas, yara nggak ngomong apa-apa" jawabnya


"Ahh iya mas"


"Mas reyhan mau mampir dulu atau langsung pulang?" tanya yara


"Aku langsung pulang iya ra, sampaikan maaf saya sama orang tua kamu karena tidak bisa mampir" jawab reyhan, ada rasa kecewa di wajah yara padahal kan yara masih pengin ngobrol banyak sama reyhan


Yara hanya mengangguk.


"Iya sudah saya pamit dulu, nanti kalau teman kamu sudah ketemu langsung aku kabari"


Yara baru tersadar kalau tadi reyhan mengatakan mau membantu mencari siska.


"Iya mas, mas reyhan hati-hati di jalan. Terima kasih sudah mau mengantar saya pulang"


"Iya ra sama-sama, kalau begitu saya pulang dulu" pamitnya.


Setelah yara keluar dari mobil, reyhan langsung melajukan mobilnya menuju rumah. Di perjalanan reyhan menghubungi aldo untuk menyuruh bodyguardnya membantu mencari siska. Setelah mengatakan itu reyhan mematikan panggilan telfonnya dan kembali fokus menyetir.

__ADS_1


.. . . .


Setelah yara memastikan kalau mobil reyhan benar-benar tak terlihat lagi baru yara masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum" sapanya


"Wa'alaikumsallam" jawb seseorang dari balik pintu


"Ayah" panggil yara langsung memeluk ayahnya, yara menangis di pelukan ayahnya


hiks.. hiks.. hiks..


Pak yudi bingung dengan sikap yara yang tiba-tiba memeluknya kemudian menangis.


"Ra kamu kenapa nak?" tanya pak yudi khawatir


"Ayah, hiks.. hiks.. hiks.. siska yah hiks.. hiks."


"Siska kenapa ra, kamu tenang dulu iya tarik nafas, setelah itu baru cerita"


Yara menarik nafasnya dalam-dalam. Ibu dan dimas yang mendengar yara menangis lalu menghampiri ayah dan yara di ruang tamu.


"Yah, yara kenapa?" tanya ibu panik


"Iya yah, mba yara kenapa?" imbuh dimas


"Yara nggak papa kok, kalian tenang aja"


"Dimas ayah minta tolong ambilkan air putih untuk mba kamu" pinta pak yudi


"Iya yah" lalu berlalu ke dapur untuk mengambil segelas air putih. Tak berapa lama akhirnya dimas kembali dengan membawa segelas air putih


"Ini mba di minum dulu" menyodorkan gelas ke yara


"Terima kasih dim" lalu meneguk air putih hingga tersisa setengah gelas saja


"Sekarang udah tenang kan, kamu bisa cerita sekarang" ucap ayah


Sekilas yara memandangi wajah ayah, ibu dan juga dimas yang terlihat mencemaskan dirinya.

__ADS_1


Akhirnya yara menceritakan kejadian di restoran tadi. Semua keluarga yara hanya bisa menghela nafasnya kasar. Seketika suasana menjadi hening


__ADS_2