
"Kak rey" lisa yang tadinya kaget seketika langsung memeluk reyhan yang ada di hadapannya.
"Kakak lisa kangen banget sama kakak" ucap lisa
"Kakak juga kangen sama adik kakak yang manja ini" jawab reyhan terkekeh. Lisa memang selalu manja sama reyhan.
"Selama kakak pergi kamu nggak ngelakuin hal aneh-aneh kan?" tanya reyhan
Lisa menggeleng
"Nggak kok kak, selama kakak pergi lisa nggak nakal" jawabnya
Setelah acara peluk-pelukan selesai reyhan dan aldo menceritakan kegiatan mereka selama di kota B. Setelah cukup lama berbincang reyhan dan aldo langsung menuju kamar masing-masing untuk istirahat.
. . . . .
Restoran x
Siska dan yara yang baru sampai di restoran di buat takjub dengan dekorasi disana.
"Ahhh bagus banget dekorasinya ra" decak siska kagum
"Kira-kira kejutan apa iya kejutannya sis, nggak mungkin cuma dekorasi ini" ucap yara
"Aku juga belum tau ra" jawab siska
"Kita tunggu aja deh dikanya"
Siska mengangguk, lalu berjalan di samping yara menuju meja yang sudah di pesan dika. Meja yang berada di tengah-tengah meja yang lainnya. Meja itu tampak berbeda dengan meja yang lainnya, karena terlihat lebih cantik dan kesannya sangat romantis.
"Hai siska, hai yara" sapa dika
"Hai dik" jawab mereka serempak
"Kalian udah lama?" tanya dika
"Nggak kok dik, kita juga baru sampai" jawab siska
"Kamu mau ngasik kejutan apa sih dik?" tanya siska penasaran
"Ada deh, kita pesan makanan aja dulu" dika mencari alasan karena masih merasa gugup
"Kamu tuh bikin penasaran aja" seloroh yara
"Hehe udah deh kalian mau pesan apa?" tanya dika
"Aku jus alpukat sama pasta aja" ucap siska
"Kamu ra?" tanya dika
"Samain aja deh sama siska" jawab yara
"Okeh"
Dika memanggil pelayan lalu memesan menu yang tadi di sebutkan siska dan yara. Selang 15 menit pesanan mereka sudah datang.
"Langsung aja deh dik, nggak usah bikin orang mati penasaran kaya gini" kesal siska karena dari tadi dika malah membicaran hal yang tidak penting seperti biasanya.
"Sabar, sabar dong sis" jawab dika gugup
Dika menarik nafasnya dalam-dalam untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Tiba-tiba dika berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju panggung yang ada di dalam restoran. Disana ada pengiring musik karena memang biasanya ada penyanyi yang akan menghibur pengunjung restoran.
Dika lalu mengambil microfon yang ada di depannya. Dika mulai menikmati alunan musik yang mengirinya di belakang. Dika ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk sahabatnya.
"Selamat malam semua, maaf mengganggu waktunya. Disini saya mau menyanyikan sebuah lagu. Semoga kalian semua suka sama lagu saya" ucap dika sebelum akhirnya bernyanyi.
__ADS_1
Cantik
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu
O cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu (ow)
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu (ow)
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Ingin ku berjalan menyusuri cinta
Cinta yang abadi untukmu selamanya
Hei heya ya ya heya ya ya heya
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
__ADS_1
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Hei heya ya ya heya ya
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Di sepanjang dika menyanyikan lagu dia selalu melirik ke arah meja tempat yara dan siska duduk
"Ahh romantis banget dika" ucap siska
"Biasa aja kali sis sampe nggak kedip gitu" yara terkekeh sendiri karena sedari tadi siska memandang dika tanta berkedip.
Setelah dika selesai bernyanyi dika langsung menghampiri yara dan siska.
"Suara kamu bagus banget dik" ucap siska. Semenjak dika mengantarnya pulang tempo hari siska sudah tidak malu-malu lagi.
"Hehe bisa aja kamu sis"
"Suara kamu tuh emang bagus dik" ucap yara
"Kalian mau tau kan kenapa aku ngajak kalian kesini" ucap dika
"Iya" jawab mereka kompak
Dika menghela nafasnya panjang sebelum akhirnya
"Aku kesini mau mengungkapkan perasaan aku" ucap dika
"Pasti kamu mau bilang kalau kamu suka sama siska kan dik" tanya yara. Setahu yara setelah dika mengantar siska tempo hari mereka menjadi semakin dekat.
Siska langsung merona mendengar ucapan yara. Tapi seketika raut wajahnya menjadi kecewa ketika melihat dika menggelengkan kepalanya.
"Bukan ra" jawab dika
"Sebenarnya aku tuh mau ngungkapin perasaan aku ke kamu ra" ucap dika penuh keyakinan
Deg jantung siska seolah berhenti mendengar ucapan dika kalau yang dika sukai itu sahabatnya sendiri yara, bukan dirinya.
Yara tak kalah terkejutnya dengan siska, tapi yara mencoba untuk tetap tenang.
"Kamu lagi bercanda kan dik, nggak mungkin kan mau suka sama aku" ucap yara
"Ra, aku serius" jawab dika
Suasana yang tadinya hangat menjadi sangat menegangkan karena pengakuan dika. Hening hingga akhirnya dika bersuara.
"Sebenarnya aku udah suka sama kamu sejak kita masih sekolah smp ra. Awalnya aku pikir aku hanya mengagumi kamu tapi lama kelamaan rasa kagum itu berubah jadi rasa cinta" ucap dika
Siska yang mendengar pengakuan dika langsung berdiri lalu berlari meninggalkan mereka berdua. Ada rasa kecewa di hatinya melihat orang yang disukai malah mencintai sahabatnya sendiri.
Yara yang melihat siska pergi hendak menyusulnya tapi tangannya di tarik dika.
"Ra aku belum selesai ngomong" ucapnya
"Dika lepasin tangan aku, kamu nggak tau apa kalo siska tuh dari dulu suka sama kamu, aku nggak mungkin ngancurin persahabatan aku sama siska cuma gara-gara perasaan kamu. Lagian dari dulu sampai sekarang aku tuh udah nganggap kamu seperti kakak ku sendiri. jawab yara tegas.
Yara mengibaskan tangan dika dan langsung mengejar siska, sampai di depan restoran yara sudah tidak bisa menemukan siska.
__ADS_1
Di dalam restoran dika tampak frustasi ungkapan perasaannya di tolak yara, belum lagi dika mengetahui bahwa siska ternya menyukainya sejak dulu.
"Harusnya aku menyadari ini, gara-gara aku mungkin persahabatan mereka akan hancur" ucap dika penuh penyesalan