Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 3


__ADS_3

Keesokan harinya yara terbangun karena mendengar suara adzan subuh. Di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul 4:15. Yara turun dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Selesai berwudhu yara menunaikan ibadah sholat subuh. Setelah selesai sholat yara berjalan menuju dapur untuk membantu ibunya memasak.


Sampai di dapur terlihat ibu sedang menyiapkan bumbu-bumbu untuk masak.


"Ibu mau masak apa?" tanya yara


"Ibu mau masak nasi gorng ra" jawab ibu


"Biar yara bantu bu" tawar yara


"Iya boleh, kamu potong sosisnya aja" jawab ibu sambil memberikan sosis ke yara. Yara menerima sosis lalu memotong sosis menjadi kecil-kecil. Sementara ibu mulai menumis bumbu.


"Wangi sekali bu" puji yara


Ibu hanya tersenyum mendengar pujian yara. Setelah selesai membantu ibu memasak yara langsung ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap berangkat sekolah.


Di meja makan sudah ada ayah, ibu dan dimas sedang menunggu yara untuk sarapan bersama.


"Selamat pagi semua" ucap yara lalu duduk di sebelah dimas


"Pagi sayang" jawab ibu sambil menuangkan nasi goreng ke piring yara.


Saat sarapan tidak ada yang bicara, hanya ada suara sendok dan garpu yang saling bertautan.


Setelah selesai sarapan, yara dan dimas pamit untuk berangkat ke sekolah.


Di depan rumah sudah ada dika yang menunggu mereka sambil tersenyum manis. Dika sengaja ke rumah yara pagi-pagi agar mereka bisa berangkat sekolah bareng.


"Eh, kak dimas sudah datang" ucap dimas


"Iya dim" jawab dika singkat


Mereka bertiga berjalan menuju sekolah. Saat sampai di sekolah, dimas langsung pamit.


"Mba aku sudah sampai nih, aku masuk dulu iya" pamit dimas


"Iya diml jawab yara.


Setelah berpamitan dimas berjalan menuju sekolah dan bergabung bersama teman-temannya yang baru saja datang.


Sementara yara dan dika melanjutkan perjalanan mereka menuju sekolahnya. Jarak sekolah yara dan dimas tidak terlalu jauh. Hanya butuh waktu 10 menit akhirnya mereka sudah sampai di depan gerbang sekolahan.


Yara dan dika satu kelas, sekarang yara kelas 3 SMA dan dua minggu lagi akan di adakan ujian akhir.


Setalah sampai di dalam kelas yara langsung duduk, karena sebentar lagi bel masuk sekolah akan berbunyi. Kelas yang tadinya berisik seketika menjadi tenang saat guru masuk kelas dan memulai pelajaran pertama.


Hari ini ada beberapa materi dan latihan soal untuk persiapan ujian akhir. Tepat pukul 9:30 bel sekolah berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba.

__ADS_1


Semua murid bergegas meninggalkan kelas menuju kantin untuk membeli makanan dan minuman atau hanya sekedar duduk.


"Yara, ke kantin bareng yuk" ajak dika


"Ayo" jawab yara


"Kamu juga ikut ke kantin kan sis?" tanya yara


"Iya aku akut" jawab siska


Mereka berjalan ke kantin bersama.


🌸🌸🌸🌸🌸


Di kantin


"Kalian mau pesan apa?" tanya dika


"Aku pesan bakso sama es jeruk aja deh dik" jawab yara


"Kamu sis, mau pesan apa?" tanya dika lagi


Siska yang dari tadi sedang melamun seketika tersadar saat yara tiba-tiba menyenggol lengannya.


"Ngelamun aja, tuh ditanya dika mau pesan apa" ucap yara


"Iya sudah aku pesan dulu" ucap dika lalu dika pergi untuk memesan makanan.


Yara yang sudah tau kalau siska sudah lama menyukai dika, akbirnya mulai menggoda siska.


"Cie cie yang lagi jatuh cinta, sampai-sampai orang di depan masih aja ngelamunin aja" goda yara


"Apa sih ra aku nggak ngelamun kok" elak siska


"Nggak usah bohong deh, aku tau kok kalau kamu itu suka sama dika"


"Kamu, kamu tau dari mana ra, kalau aku suka sama dika" tanya siska menyelidik


"Haha santai aja kali siska, tanpa kamu ngomong pun aku juga sudah bisa menebak kalau kamu tuh suka sama dika. Cara kamu mandang dika aja udah beda, apalagi kalau dikelas kamu suka curi-curi pandang ke dika" ucap yara


Siska yang merasa terpojokkan hanya bisa menunduk malu karena selama ini yara tau kalau dia suka curi-curi pandang ke dika saat di kelas.


"Si siapa bilang, aku nggak pernah kok curi-curi pandang ke arah dika" jawab siska gugup.


Di tengah obrolan mereka tibactiba dika datang dengan membawa nampan berisi bakso dan es jeruk.


"Kalian lagi ngomongin apa sih serius banget" tanya dika sambil meletakan nampan di atas meja.


"Nggak lagi ngomongin apa-apa dika" jawab yara lalu mengambil bakso dan es jeruk yang ada di nampan.

__ADS_1


Siska yang malu hanya bisa menunduk. Mereka makan dalam keadaan diam.


Setelah selesai makan mereka kembali ke kelas karena bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat sudah habis.


Semua murid masuk ke dalam kelas dan mulai melanjutkan pelajaran yang tadi sempat tertunda karena jam istirahat.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 13:00 menandakan waktu pulang sekolah.


"Aku duluan iya ra" ucap siska


"Bareng aja sis, aku udah selesai kok beresin bukunya" jawab yara. Melihat siska yang gelisah


"Tenang aja dika nggak ikut pulang bareng kita kok, tadi dia ada urusan makannya pulang duluan" imbuh yara


"Iya sudah kita pulang bareng" ucap siska


"Nah gitu dong" jawab yara senang


Di perjalanan pulang tibactiba yara melihat anak kecil yang hampir tertabrak mobil, dengan cepat yara berlari untuk menyelamatkan anak itu.


Beruntung orang yang mengemudikan mobil melihat dan langsung mengerem mendadak, sehingga tidak terjadi kecelakaan.


Siska yang terkejut segera tersadar dan langsung menghampiri yara dan anak itu.


"Ra, kamu nggak apa-apa kan?" tanya siska panik


"Aku nggak apa-apa kok sis" jawab yara sambil menahan sakit.


Siska membantu yara berjalan ke pinggir untuk duduk. Sementara anak kecil tadi sudah bersama dengan ibunya.


"Terima kasih sudah menolong anakn saya. Saya nggak bisa bayangin kalau tadi kamu tidak datang untuk menyelamatkan anak saya" ucapnya berkaca-kaca


"Sama-sama bu" yara lalu melirik ke arah anak tersebut


"Lain kali hati-hati iya, jangan jauhcjauh dari ibumu" yara menasehati anak itu.


Anak itu mengangguk. Setelah ibu dan anak itu pergi, kini tinggal yara dan siska.


"Ra, tangan dan kaki kamu terluka, kita ke rumah sakit dulu iya" ucap siska masih dengan raut wajah khawatir


"Nggak usah sis, aku nggak apa-apa kok. Nanti setelah sampai di rumah di kompres juga sembuh" jawab yara berusaha tenang


"Iya sudah kalau nggak mau ke rumah sakit, aku antar kamu pulang iya"


"Iya siska, terima kasih" ucap yara.


Siska hanya mengangguk. Ketika mereka sudah berdiri dan hendak berjalan tiba-tiba seseorang dari arah belakang berteriak memanggil mereka.


"Tunggu" ucapnya

__ADS_1


__ADS_2