Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 27


__ADS_3

Pagi harinya reyhan bangun sangat pagi, reyhan tidak sabar untuk pulang ke kota dimana pujaan hatinya berada. Setelah bersih-bersih reyhan langsung ke meja makan untuk sarapan.


Dengan senyum yang tidak pernah pudar reyhan menghampiri aldo yang sudah menunggunya.


"Pagi al" ucap reyhan


"Pagi tuan" jawab aldo


"Apa semuanya sudah siap al? dan kapan kita akan berangkat"


"Sudah tuan, 1 jam lagi kita akan berangkat"


"Baiklah kalau begitu, kita sarapan dulu saja al"


"Baik tuan"


Reyhan dan aldo mulai memakan sarapannya di selangi dengan obrolan ringan. Reyhan yang memang pagi ini suasana hatinya sedang bahagia terus saja menampilkan senyum terbaiknya.


Setelah mereka selesai sarapan, reyhan dan aldo langsung menuju bandara karena 40 menit lagi pesawat akan lepas landas.


. . . . . .


ting


Ponsel yara berdering tanda ada pesan masuk, yara yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung mengambil ponselnya dan segera membuka isi pesan itu.


Siska


Ra, nanti jam 7 malam dika ngajak kita ke restoran x, katanya sih mau ngasih kejutan gitu buat kita.


Yara tampak berfikir sebelum akhirnya membalas pesan dari siska.

__ADS_1


Yara


Okeh nanti aku akan kesana siska.


"Kira-kira kejutan apa yang sudah dika rencanakan, biasanya kan selalu ngomong kalo ada apa-apa. Kok ini tumben iya nggak bilang sama aku dulu" gumam yara


"Atau jangan-jangan dika sudah menyadari kalo siska tuh suka sama dia, dan nanti malam dia bakal mengungkapkan perasaannya juga" imbuhnya berbinar


Iya yara berfikir kalau dika juga menyukai siska terlihat dari perhatiannya ke siska selama ini.


. . . . . .


Di Restoran x


Terlihat remaja laki-laki tengah sibuk mempersiapkan kejutan untuk nanti malam, dika sendiri ikut turun tangan dalam menyiapkan kejutannya. Dia ingin nanti malam terlihat sempurna. Iya karena nanti malam dia akan mengungkapkan isi hatinya kepada seseorang.


Yang jelas dika juga sudah mengundang yara dan juga siska. Dika ingin sahabatnya segera mengetahui kalau ternyata selama ini dika mempunyai perasaan lebih.


"Semoga dia menyukai kejutanku"


. . . . .


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan udara akhirnya reyhan dan aldo sampai di bandara kota kelahirannya.


Terlihat seorang pria menghampiri mereka berdua.


"Mari tuan, biar saya yang membawa kopernya" ucap pria tersebut yang tidak lain adalah supir yang di tugaskan untuk menjemput reyhan dan aldo.


"Terima kasih pak" ucap reyhan


"Apa papah, mamah dan lisa ada di rumah pak?" tanya reyhan

__ADS_1


"Tuan besar, nyonya dan juga nona lisa ada di rumah pak" jawab pak supir


"Iya sudah kita langsung pulang ke rumah saja"


"Baik tuan" jawab pak supir


"Al, nanti setelah sampai rumah kamu langsung istirahat saja di kamar tamu, kalau pulang ke apartemen kamu pasti lama" ucap reyhan


"Tidak apa-apa tuan, saya pulang saja ke apartemen" tolak aldo


"Saya nggak suka di bantah iya al" ketus reyhan. Reyhan yang sudah tau aldo akan menolak tawarannya langsung menemukan ide. Aldo akan melakukan apa pun kalau reyhan sudah berkata dengan nada yang ketus


"Ba baik tua" jawab aldo


Setelah hampir 1 jam akhirnya mereka sampai di rumah reyhan. Di teras rumah terlihat pak bayu sudah berdiri menunggu kedatangan mereka.


Reyhan turun dari mobil dan menghampiri papahnya. Pak bayu langsung memeluk putra kesayangannya. Lalu menepuk-nepuk punggung reyhan.


"Papah bangga sama kamu rey" ucap pak bayu


"Terima kasih pah, ini semua juga berkat kerja keras aldo pah" jawab reyhan


Pak bayu melirik aldo sambil melepaskan pelukan reyhan dan beralih memeluk aldo.


"Terima kasih al, sudah membantu reyhan" ucap pak bayu


"Sama-sama tuan, itu semu sudah tanggung jawab saya untuk membantu tuan muda" jawab aldo


Sebenarnya kedua orang tua reyhan sudah menganggap aldo seperti anak kandungnya sendiri, mereka juga suda menyuruh aldo untuk memanggil mamah dan papah sama seperti reyhan dan juga lisa. Tapi aldo lebih memilih memanggil tuan dan nyonya, aldo merasa tidak pantas untuk itu.


Dulu saat mereka mau menolongnya waktu di jalan dan menganggapnya sebagai anak itu sudah cukup, mereka tidak pernah membeda-bedakan aldo dengan reyhan maupun lisa. Itu lah sebabnya aldo sudah berjanji akan menjaga keluarga yang sudah merawatnya dari dia berumur 10 tahun.

__ADS_1


__ADS_2