Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 4


__ADS_3

Ketika mereka hendak berjalan pergi tiba-tiba seseorang menghentikan langkahnya. Mereka pun menoleh ke sumber suara itu. Terlihat seorang laki-laki tampan menghampiri mereka.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya laki-laki itu


"Saya tidak apa apa tuan" jawab yara


"Bagaimana mungkin kamu mengatakan tidak apa-apa, sementara tangan dan kakimu terluka."


"Ini hanya luka kecil tuan."


"Hem maaf tadi saya buru-buru sampai tidak melihat ada anak kecil yang mau menyebrang jalan, syukurlah kamu datang tepat waktu" katanya penuh penyesalan


"Tidak apa tuan, sudah kewajiban kita sebagai manusia saling tolong-menolong."


Baik sekali hati gadis ini. Gumamnya dalam hati.


"Sebagai permintaan maaf saya, mari saya antar ke rumah sakit untuk memeriksakan lukamu"


"Tidak tuan, saya tidak apa-apa. Nanti setelah sampai di rumah akan saya obati." jawabku yakin


"Kalau begitu mari saya antar kamu pulang, jangan menolak ini sebagai permintaan maaf saya karena telah membuatmu terluka."


"Tapi tuan."


"Tidak ada kata tapi, karena saya tidak suka di tolak dan satu lagi jangan panggil saya tuan, nama saya Reyhan.


huh menyebalkan sekali orang ini. guman yara dalam hati.


"Baiklah tuan"


Siska yang tadinya hanya diam tiba-tiba teringat sesuatu. Dia janji sama mamahnya sehabis pulang sekolah akan menemani mamahnya ke rumah sakit untuk menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Tapi bagaimana dengan yara, aku tidak mungkin ninggalin dia sendirian dengan orang asing itu. gumamnya dalam hati


"Ehem, yara aku baru ingat ada janji sama mamahku jadi aku harus pulang sekarang."


"Iya sudah nona, sekalian saja saya antar pulang. Mari ikuti saya." Mereka berdua mengikuti reyhan dari belakang, dengan siska yang membantu memapah yara berjalan.


Setelah sampai di mobil reyhan membukakan pintu mobil untuk yara dan siska. Mereka berdua masuk dan duduk di kursi belakang. Reyhan memutar arah lalu masuk ke kursi kemudi. Hari ini reyhan mengemudikan mobilnya sendiri. Reyhan mulai mengemudikan mobilnya, di perjalanan suasana hening tidak ada yang berbicara. Tiba-tiba reyhan bersuara.


"Rumah kamu dimana?" tanya reyhan


"Tuan maaf, kalau boleh antarkan teman saya dulu rumahnya di jalan xxx." jawab yara


"Baiklah."


Suasana kembali hening. Sampai di depan rumah siska mobil berhenti, siska turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


"Tuan terima kasih sudah mengantarkan saya pulang, saya titip teman saya iya tuan antar dia sampai di rumah dengan selamat, kalau teman saya sampai kenapa-kenapa saya akan menyalahkan tuan." ucap siska


"Kamu tenang saja nona, temanmu akan saya antar dengan selamat." jawab reyhan sedikit kesal.


"Iya sudah aku masuk dulu. Ra kamu hati-hati iya. Maaf aku tidak bisa mengantar kamu pulang." ucap siska penuh penyesalan karena tidak bisa mengantarkan yara.


"Iya siska tidak apa-apa, terima kasih tadi sudah membantu aku." jawab yara tersenyum


Setelah siska masuk ke dalam rumah, reyhan kembali melajukan mobilnya untuk mengantar yara pulang. Tapi sebelum itu reyhan meminta yara untuk duduk di sampingnya dan yara pun setuju, yara pindah duduk di samping reyhan. Suasa kembali hening.. hening.. dan hening.


"Dimana rumah kamu?" tanya reyhan


"Di jalan xxx tuan."


"Baiklah, tapi kalau boleh jangan panggil saya tuan, panggil reyhan saya."


"Tapi tuan kalau saya memanggil tuan hanya namanya saja tidak sopan."


"Iya udah terserah kamu mau manggil aku apa."


Yara sejenak berfikir panggilan apa yang cocok untuk reyhan. Yara sudah menemukan panggilan yang cocok untuk reyhan.


"Bagaimana kalau saya panggil tuan, mas reyhan. Iya mas reyhan."


"Iya boleh juga. Lalu siapa namamu?" tanya reyhan.


"Nama saya mutyara, panggil saja yara mas." jawabnya malu-malu


"Nama yang cantik seperti orangnya." gumam reyhan tapi masih bisa di dengar yara


"Mas reyhan tadi ngomong apa?" tanya yara


Reyhan yang tersadar yara tadi mendengar pun mencari alasan.


"Ng nggak koh, saya tadi nggak ngomong apa-apa." jawab reyhan gugup


"Iya sudah mas."


Suasana kembali hening, tanpa terasa mobil reyhan sudah sampai di jalan xxx. Yara yang tadi melamun tersadar kalau sekarang sudah di jalan menuju rumahnya.


"Mas, kita sudah sampai. Itu rumah saya." ucap yara


Reyhan menghentikan mobilnya tepat di depan rumah yara lalu keluar dan membukakan pintu mobil untuk yara. Reyhan membantu yara masuk ke dalam rumah. Reyhan mengetuk pintu.


"Assalamu'alaikum." ucap reyhan.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam." jawab seseorang dari dalam. Ketika pintu di buka bu gina terkejut melihat yara yang terluka dan laki-laki yang membantu yara.


"Yara, kamu kenapa?" tanya bu gina panik


"Yara nggak papa kok bu"


"Iya sudah, ayo masuk dulu." Reyhan membantu yara masuk dan duduk di ruang tamu. Bu gina pergi ke dapur membuatkan minum untuk reyhan dan membawa air hangat untuk mengompres tangan dan kaki yara agar tidak infeksi.


"Ini nak minum dulu." ucap bu gina. Lalu menghampiri yara untuk mengompres lukanya.


"Terima kasih bu." jawab reyhan


"Sekarang jelaskan sama ibu kenapa kamu bisa kaya gini?" tanya bu gina menyelidik.


"Maafin yara bu, tadi yara mau menolong anak kecil yang hampir tertabrak mobil mas reyhan bu." jawab yara menunduk takut ibunya akan marah.


"Mas reyhan." tanya bu gina bingung


Reyhan yang tau bu gina bingung pun menjawab.


"Maaf bu, ini semua salah saya. Tadi saya buru-buru sampai saya tidak melihat anak kecil yang mau menyebrang" ucap reyhan penuh penyesalan.


"Jadi kamu yang namanya reyhan." tanya bu gina.


"Iya bu" jawab reyhan menunduk takut bu gina akan memarahinya. Tapi di luar dugaan reyhan, bu gina tidak memarahi reyhan malah mengucapkan terima kasih karena sudah mengantarkan yara pulang.


"Tidak apa-apa nak, bukan salah nak reyhan juga, ini kejadian yang nggak di sengaja. Alhamdulillah yara juga tidak terluka parah. Terima kasih nak sudah mau mengantar yara pulang." jawab bu gina yang tau kalau reyhan merasa sangat bersalah.


"Iya sama-sama bu, itu sudah menjadi tanggung jawab saya, karena itu salah saya." jawab reyhan


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu bu, masih ada urusan yang harus saya kerjakan." pamit reyhan. Bu gina pun mengangguk dan mengantar reyhan ke luar rumah. Sebelum pulang reyhan mencium tangan bu gina lalu berkata,


"Saya pulang dulu bu, kalau ada apa-apa jangan sungkan bu, hubungi saya saja"


"Iya nak, sekali lagi terima kasih sudah mengantar yara pulang."


"Iya bu, saya pamit dulu bu"


"Iya nak." jawab bu gina


Reyhan menuju mobilnya dan mulai melajukan mobilnya pulang ke rumah. Karena tadi dia sudah ijin ke sekretarisnya untuk pulang lebih awal.


🌸🌸🌸🌸


Penasaran kan kelanjutan ceritanya. Tunggu terus iya kelanjutan ceritanya. Selamat membaca, semoga kalian suka😁😁

__ADS_1


__ADS_2