Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 10


__ADS_3

Assalamualaikum. pak yudi masuk sambil memberi salam.


"Wa'alaikumsallam" jawab semua yang ada di ruang tamu, sambil melihat siapa yang datang.


"Eh ada tamu rupanya" ucap pak yudi lalu duduk di sebelah dimas


"Iyah yah, ini ada nak reyhan dan nak aldo" jawab bu gina


"Perkenalkan nama saya reyhan dan ini aldo pak" ucap reyhan sambil mencium tangan pak yudi


"Saya yudi ayahnya yara" jawab pak yudi


"Sebelumnya, saya mau minta maaf pak, gara-gara saya putri bapak hampir tertabrak mobil saya" ucap reyhan penuh penyesalan. Aldo yang mendengar kalau tuannya hampir menabrak yara sontak saja langsung kaget.


Reyhan langsung menunduk, takut pak yudi akan memarahinya. Tapi di luar dugaan reyhan pak yudi malah bersikap ramah seperti bu gina saja.


"Iya nak tidak papa, itu hanya kecelakaan dan sekarang putri saya juga sudah tidak papa" jawab pak yudi


Karena saking asyiknya mengobrol tidak terasa terdengar suara adzan maghrib.


"Mari semua kita sholat berjama'ah dulu" ucap pak yudi


Semua yang ada di ruang tamu mengangguk dan mengikuti pak yudi, termasuk reyhan dan aldo. Setelah selesai sholat berjama'ah mereka semua kembali ke ruang tamu.


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu pak" ucap reyhan


"Loh nak reyhan kok buru-buru sekali. Nggak mau makan malam bersama dulu?" tanya pak yudi


"Maaf pak bukannya saya menolak" ucap reyhan terpotong


"Ayolah nak, jangan menolak. Sekali-sekali kan kita makan bersama biar lebih akrab" ucap bu gina


"Tapi bu" ucap reyhan


"Iya mas reyhan ikut makan malam bersama dulu. Lagian sudah malam mas reyhan dan mas aldo pasti sudah lapar" ucap yara

__ADS_1


Kalo sudah begini reyhan tidak bisa menolak, entah sejak kapan reyhan mulai penasaran dengan yara juga keluarganya.


"Baiklah" jawab reyhan


Mereka semua langsung berjalan menuju meja makan. Kebetulan tadi yara masak banyak jadi cukup untuk semua orang.


Seperti biasa bu gina mengambilkan nasi, sayur juga lauk ke piring pak yudi. Lalu di ikuti yara juga dimas. Bu gina yang tau kalu reyhan terlihat canggung pun berinisiatif mengambilkan nasi, sayur juga lauk ke piring reyhan dan aldo.


"Mari nak di makan dulu, tidak usah sungkan anggap saja rumah sendiri" ucap pak yudi


Reyhan yang tadinya canggung sekarang menjadi terbiasa.


"Ramah sekali mereka semua, aku seperti makan di rumah saja" batin reyhan


Entah sejak kapan reyhan mulai curi-curi pandang sama yara, begitu juga sebaliknya. Aldo yang menyadari tingkah tuan mudanya langsung bisa menilai sendiri kalo tuan mudanya sekarang sedang jatuh cinta.


Di sela-sela mereka makan tiba-tiba pak yudi berkata


"Oh iya. Nak reyhan sama Nak aldo kerja dimana?"


"Saya bekerja di perusahaan pratama company pak" jawab reyhan


"Loh bapak tidak tahu, tuan reyhan kan anak dari pemilik pratama company sekaligus ceo di perusahaan itu" ucap aldo jujur


Semua orang terkejut begitupun yara.


"Jadi yang di bilang siska benar" batin yara


Reyhan yang tidak enak setelah aldo menjawab jujur pertanyaan pak yudi hanya bisa menunduk. Sementara aldo yang melihat tuannya menunduk langsung merasa bersalah.


"Tuan maafkan saya" lirih aldo tapi masih bisa di dengar reyhan


"Tidak papa al" ucap reyhan


"Jadi nak reyhan itu putranya pak bayu pratama? tanya pak yudi

__ADS_1


"Iya pak" jawab rayhan menunduk


"Wah mimpi apa saya semalam bisa kedatangan tamu terhormat seperti nak reyhan" ucap pak yudi berbinar


"Bapak bisa aja, saya juga sama kok seperti keluarga bapak" jawab reyhan semua tersenyum mendengar jawaban reyhan.


Yara terkesiap mendengar jawaban reyhan. Karena setahu yara reyhan putra pratama orang yang dingin dan sombong. Itu yang yara baca di majalah. Tapi ternyata di luar dugaan, reyhan orang yang rendah hati.


Setelah selesai makan reyhan dan aldo pun berpamitan karena hari sudah malam. Setelah mereka pamit yara mengantar reyhan dan aldo sampai ke teras.


"Tuan terima kasih sudah mau mapir kesini" ucap yara


"Nggak usah terlalu formal ra, panggil seperti biasa saja" jawab reyhan


Yara di buat kagum lagi terhadap sikap reyhan.


"Iya tuan, eh maksud saya mas reyhan" ucap yara malu-malu


"Oh iya, ra saya boleh meminta nomor ponsel kamu?" tanya reyhan menahan malu. Lalu memberikan ponselnya kepada yara.


Yara menerima ponsel reyhan, setelah mengetik nomor ponselnya di ponsel reyhan, lalu menyerahkan kembali ponsel reyhan.


"Terima kasih" ucap reyhan


"Kalau begitu kami pamit dulu" pamit reyhan


"Iya mas, hati-hati di jalan"


Aldo langsung membuka pintu mobil untuk reyhan.


"Silahkan tuan" ucap aldo


"Terima kasih al" jawab reyhan lalu masuk kemobil, setelah itu berpamitan kepada yara


"Kalu begitu saya pamit dulu nona, terima kasih makan malamnya"

__ADS_1


Yara mengangguk dan tersenyum nenanggapi aldo.


Setelah aldo masuk ke dalam mobil, dia langsung melajukan mobil menuju rumah reyhan.


__ADS_2