Kisah Cinta Mutyara

Kisah Cinta Mutyara
Episode 32


__ADS_3

Di dalam kamar yara tidak bisa tidur karena masih kepikiran siska.


"Siska sudah ketemu belum iya, dia pasti sangat kecewa sama aku. Nanti kalo dia udah nggak mau lagi berteman sama aku bagaimana" tanya yara pada dirinya sendiri


Seketika lamunannya tersadar saat mendapati ponselnya berbunyi dan ada nama reyhan sedang menelfon. Dengan cepat yara langsung menganggakat telfon tersebut lalu meletakan ponselnya di telinga kirinya.


"Assalamualaikum mas" ucap yara


"Wa'alaikumsallam ra" jawab reyhan


"Ada apa mas?" tanya yara


"Aku cuma mau memberi tahu kamu kalau teman kamu sudah di temukan dan sudah di antar pulang" jawab yara


Terdengar helaan nafas yara


"Syukurlah kalau siska sudah ketemu" ucap yara berbinar, tapi seketika raut wajahnya berubah menjadi sedih saat mengingat raut wajah kecewa siska


"Sekarang kamu tidur iya ra, ini sudah malam. Jangan terlalu di pikirkan semua akan baik-baik saja" ucap reyhan menenangkan


Reyhan tau kalau yara masih merasa bersalah atas apa yang sudah menimpa sahabatnya itu.

__ADS_1


"Tapi mas bagaimana kalau nanti siska membenciku" lirih yara


"Kalian kan sudah lama berteman tidak mungkin kan kalau dia akan membenci kamu hanya karena satu laki-laki"


"Tapi tadi siska sangat kecewa mas"


"Yara kamu percaya sama saya, semua akan baik-baik saja. Saya janji besok akan membantu kamu untuk menjelaskan semuanya" ucap reyhan mencoba menenangkan yara, iya walau pun dia tidak tau besok harus menjelaskan apa, tapi yang pasti reyhan tau kalau yara tidak mencintai dika dan hanya menganggap dika seperti kakaknya saja.


"Iya mas, terima kasih sudah mau membantu aku" ucap yara


"Iya sama-sama, sekarang kamu tidur iya sudah malam"


"Iya mas, oh iya mas tadi yara sudah bilang sama ayah dan ibu kalau mas reyhan besok ingin menemui mereka" ucap yara


"Kata mereka dengan senang hati mereka mau menunggu kedatangan mas reyhan" ucap yara senang


Reyhan yang mendengar kalau orang tua yara menyetujui permintaannya untuk bertemu merasa sangat senang sekali.


"Baiklah besok saya akan ke rumah kamu" jawab reyhan semangat.


"Sekarang kamu tidur" imbuhnya

__ADS_1


"Iya mas, iya sudah aku tutup dulu telfonnya" ucap yara


"Iya" jawab reyhan.


Setelah mendengar jawaban reyhan, yara langsung mematikan telfonnya dan segera tidur. Setidaknya beban di pikirannya sedikit berkurang karena siska sudah di temukan dan sudah di pastikan sudah berada di rumah.


. . . . .


Setelah kejadian di restoran tadi dika sangat kacau dan frustasi. Dika pulang dengan penampilang yang acak-acakan beruntung hari ini orang tuanya sedang berada di luar kota karena urusan bisnis jadi sekarang dika di rumah sendirian.


"Bodoh.. bodoh" gerutu dika pada dirinya sendiri.


Dika menarik rambutnya frustasi.


"Bagaimana kalau yara dan siska membenciku, kalau mereka tidak mau memaafkan aku bagaimna" tanya dika pada dirinya sendiri


"Akhhhh aku menyesal sudah mengungkapkan perasaanku, kalau tau akhirnya bakalan seperti ini lebih baik aku pendam saja perasaanku"


"Aku pasti sudah melukai perasaan siska, terlebih tadi yara bilang kalau dia suka sama aku"


"Besok aku akan menemuinya dan meminta maaf. Aku akan menjelaskan semuanya. Aku nggak mau persahabatan yara dan siska hancur gara-gara hal bodoh yang sudah aku lakukan" yakin dika

__ADS_1


"Sekarang yang harus aku lakukan adalah menyiapkan mentalku, kalau-kalau besok siska akan menampar atau memukulku" Akhhh membayangkannya saja aku sudah ngeri bagaimana kalau besok seperti itu, bisa hancur wajahku yang tampan ini. (Aduh si dika masih sempat-sempatnya membanggakan diri)


Sebaiknya sekarang aku tidur saja.


__ADS_2