
"Siska" panggil seseorang
Siska dan dika pun langsung menoleh ke asal suara yang memanggil nama siska. Terlihat wanita paruh baya menghampiri mereka berdua. Sontak siska kaget melihat mamahnya tiba-tiba ada di hadapannya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Mamah" lirih siska
"Aduh gawat, ada mamah mati aku" batin siska
"Eh.. mamah, kok mamah ada disini?" tanya siska
Mamah siksa melirik siska dan dika secara bergantian, lalu
"Kamu ngapain disini, katanya mau menemani yara?" tanya mamah
"Yara ada kok mah, dia lagi nemuin bosnya dulul jawab siska ketakutan. Lalu mamahnya kembali melirik dika, yang yang merasa tak enak langsung memperkenalkan diri. Dika mengulurkan tangannya menyalami mamah siska.
"Saya dika tante, teman sekolahnya siska dan yara" ucap dika
"Amelia, mamahnya siska" menerima uluran tangan dika. Suasana menjadi canggung.
"Mamah ngapain disini?" tanya siska
"Mamah tadi habis ketemu sama teman mamah" jawab mamah siska
"Oh iya siska, mamah mau pulang dulu. Kamu mau pulang bareng sama mamah atau sama teman kamu?" tanya mamah
"Siska pulang sama teman siska aja mah" jawab siska
"Iya sudah kalo gitu, mamah pulang dulu" ucapnya lalu melirik dika
"Nak dika tante titip siska iya"
__ADS_1
"Baik tante" jawab dika. Setelah berpamitan mamah siska langsung ke luar cafe dan segera pulang ke rumah.
Siska bisa bernafas lega setelah kepergian mamahnya.
. . . . .
Di Ruangan lain
Tok.. tok.. tok...
"Masuk" jawab seseorang dari dalam ruangan. Setelah mendapatkan ijin yara langsung membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Eh, yara ada perlu apa?" tanya bu fitri
"Duduk ra" imbuhnya
Tanpa menunggu lama yara duduk di depan bu fitri.
"Loh, kenapa ra?" tanya bu fitri kaget
"Sebentar lagi di sekolah akan mengadakan ujian akhir bu, jadi orang tua saya menyuruh saya untuk berhenti bekerja" jawab yara menunduk
"Emmm begitu iya. Iya sudah ra kalau itu sudah menjadi keputusan kamu, Saya tidak bisa menolak toh ini juga demi kebaikan kamu" jawab bu fitri
"Terima kasih bu" ucap yara
"Hem iya ra sama-sama" ucap bu fitri
"Yara minta maaf iya bu kalo selama yara bekerja disini sering merepotkan ibu dan teman-teman yang lainnya. Maaf juga kalo yara punya salah sama ibu" ucap yara tulus
"Iya ra, ibu juga minta maaf kalo ada salah sama kamu" jawab bu fitri
__ADS_1
Bu fitri menyodorkan amplop berwarna coklat untuk yara
"Ini ra sisa gaji kamu" ucap bu fitri
Yara tidak enak hati dengan sikap baik bu fitri, sebenarnya yara nyaman bekerja disini punya bos yang baik serta teman-teman yang baik juga.
"Ambil aja ra, ini hak kamu" ucap bu fitri lagi
Dengan ragu yara mengambil amplop dari bu fitri
"Terima kasih bu. Kalau begitu saya pamit pulang dulu bu" pamit yara
"iya ra" jawab bu fitri
Setelah berpamitan yara langsung keluar dari ruangan bu fitri lalu berjalan menemui siska dan dika.
"Eh maaf iya, kalian nunggu lama" ucap yara
"Nggak kok ra, santai aja kali kaya sama siapa ajal jawab dika
"Gimana ra?" tanya siska
"Udah selesai sis, mulai besok aku udah nggak kerja lagi disini" jawab yara lesu
"Ra, kamu nggak usah sedih kan cuma sementara nanti setelah lulus pasti bakal di ijinin lagi kok" ucap siska
"Bagaimana kalau kita ke taman sekarang" imbuhnya
"Ide yang bagus" jawab dika
Setelah dika selesai membayar di kasir, mereka bertiga keluar dari cafe menuju taman dekat rumah yara.
__ADS_1