
Sampainya di rumah Ali langsung memasukkan motornya ke teras, tak lupa ia kembali mengunci pagar dan membuka pintu rumah dengan perlahan. "Assalamualaikum," ucap Ali.
Terlihat di ruang tamu Mama nya dan Acha sedang duduk berdua, mereka langsung menoleh pada Ali yang baru saja masuk. "Ali, astaghfirullah, udah Mama bilang berapa kali pulang kerja langsung pulang, nggak ngasih kabar ke keluarga, di telepon nggak diangkat!" omel Mira yang kini sudah berdiri mendekati Ali.
"Cuma telat bentar Ma, nggak nyampe sejam. Ini kenapa sih? Kayak yang panik banget," tanya Ali dengan bingung. Biasanya jika ia telat hanya mendapatkan panggilan telepon saja dan tidak sampai di tunggu di ruang tamu.
Acha ikut berdiri dan menghampiri Ali. "A Rudi, kakaknya Putri masuk rumah sakit A, di begal tadi waktu jam 8, padahal belum terlalu malem, perutnya ditusuk terus begalnya ambil motor A Rudi," jawab Acha membuat Ali langsung terkejut. Ia mengenal sosok Rudi karena sering mengantar jemput Putri jika main ke rumah.
"Astaghfirullah, kok bisa Ca? Di mana emang kejadiannya?"
Acha menjelaskan kronologi yang ia tahu dari Putri, jalanan sepi dan gelap memang selalu rawan akan kejahatan. "Anterin yuk A, ke rumah sakit, kasian Putri nangis terus," bujuk Acha sambil mengayunkan tangan Ali.
__ADS_1
Karena Ali juga ingin mengetahui keadaan Rudi, ia langsung menganggukkan kepalanya dan berpamitan pada Mira. "Ya besok aja Ca, ini udah malem, Mama khawatir ah kalian di jalannya," tolak Mira yang memberikan ijin.
"Ini lewat jalan raya kok Ma, nggak sepi, Ali jagain Acha baik-baik," ujar Ali yang langsung mencium tangan Mira lalu di ikuti oleh Acha.
Mira yang melihat kedua anaknya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, ia pun mengikuti mereka sampai pintu. "Hati-hati ya di jalan, inget, jangan ngebut-ngebut juga, pokoknya jangan potong jalan lewat jalan sepi ya!"
"Iya Mama, assalamualaikum," ucap keduanya bersamaan.
Setelah keduanya pergi, Mira pun menutup pintu rumah kembali, ketika ia berbalik, terlihat anak pertamanya baru saja masuk ke ruang tamu. "Kenapa Ma? Acha sama Ali ke mana?" tanya Ramdan.
Ramdan menganggukkan kepalanya. "Udah Ma. Mama juga tidur, Ramdan mau ambil minum dulu, haus."
__ADS_1
***
Keesokan harinya, Ali baru saja pulang dari rumah sakit. Semalaman Ali tidur di kursi rumah sakit dalam keadaan duduk, sedangkan Acha mungkin tidak tidur dan dengan setia menemani Putri.
Ali menguap saat sudah selesai memasukkan motor, ia dengan cepat menuju kamarnya dan sayup-sayup terdengar suara Mira yang bertanya pada Acha. "Gimana keadaan Rudi, Ca?"
"Alhamdulillah Ma, lukanya nggak terlalu dalem, tinggal nunggu A Rudi siuman," jawab Acha.
Ali yang merasa badannya kaku karena tidur tak nyaman langsung menghempaskan tubuhnya pada kasur, ia menggeliat pelan dan mengeluarkan ponselnya. "Tidur lagi ah 2 jam," gumam Ali.
Mata Ali jangan perlahan mulai tertutup, ia pun mulai terlelap tidur. Niatnya yang akan bangun pada pukul 8 pagi malah kebablasan, ia membuka matanya kembali dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. "Heh! Beneran udah jam 11? Perasaan baru tidur bentar," gerutu Ali yang dengan cepat turun dari ranjang dan bergegas mandi agar bisa mempercantik motor kesayangannya sebelum nanti sore komunitasnya akan berkumpul.
__ADS_1
**
Like jangan lupa ya guyss..