Kisah Remaja Kita

Kisah Remaja Kita
Nomor tak dikenal


__ADS_3

Hari yang sangat melelahkan bagi Dewi hampir berlalu, rasanya seakan tak cukup hanya mendengarkan informasi penutupan cafe yang membuat semua karyawan diliburkan sementara. Kali ini, sebuah pesan dari nomor tidak dikenal cukup membuat diri Dewi kebingungan, kerutan di keningnya menandakan jika sedang ada yang tidak baik-baik pada dirinya. "Risda?" gumam Dewi pelan.


Sebenarnya pesan itu hanya berisikan sebuah sapaan ringan. [Hai, salam kenal.] namun sebelum Dewi membalas pesan tersebut, ia mengecek terlebih dahulu pemilik nomor tersebut melalui sebuah aplikasi. Ada banyak nama panggilan dalam kontak tersebut yang menunjukkan bahwa pemilik nomor adalah Risda.


[Siapa?]


Pada akhirnya Dewi membalas pesan tersebut karena tidak memiliki petunjuk baru siapa Risda itu, mengapa ia mengirimkan pesan pada Dewi.

__ADS_1


Tak lama kemudian,balasan pesan dari nomor tadi masuk. Dewi pun dengan cepat membacanya dan kerutan di keningnya justru semakin bertambah kuat.


[Nggak perlu tahu, aku cuma mau ngucapin selamat buat hubungan kamu sama Ali. Aku harap kamu bisa menjaga Ali dengan baik, jangan pernah nyakitin dia ya Dewi, dia orang yang tulus.]


"Siapa sih orang iseng ini?" gumam Dewi pelan. Ia sangat tak menyukai banyak teka teki seperti ini, mengapa juga ada orang yang mengirimkan pesan tentang hubungannya bersama Ali, pesan ini tentu saja bukan dari masa lalu Dewi, dia mengetahui jelas ketikan Baskara yang tidak seperti itu.


Karena tak ingin salah paham dan pusing seorang diri, Dewi akhirnya memutuskan untuk menghubungi Ali, ia tidak ingin rasa penasaran mengganggunya untuk hari yang sudah terasa berat ini. "Halo Dew? kamu belum tidur?" tanya Ali yang mulai terdengar dari ponselnya.

__ADS_1


Seketika Dewi menjadi bingung harus menjelaskan semuanya dari mana, harusnya ia langsung menanyakan tentang pesan yang masuk ke nomor Ali waktu itu. Dewi dengan cepat menggelengkan kepalanya, lebih baik ia menceritakan terlebih dahulu tentang pesan masuk ini. "Ada yang ngirim pesan ke aku Al, waktu aku cek di daftar kontak online namanya Risda, kamu kenal dia nggak?"


Tak ada jawaban sejenak dari Ali, membuat Dewi semakin yakin jika Ali sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya. "Al? kamu denger aku kan?" tanya Dewi.


"Eh, aku denger kok. Dia chat apa ke kamu?" tanya Ali tampak kembali gugup seperti waktu itu.


"Bukan yang aneh sih, dia ngucapin selamat buat hubungan kita. Tapi aku bingung aja siapa orangnya, aku nggak punya temen namanya Risda," jawab Dewi. "Al, kita udah komitmen buat nggak saling menutupi masalah ya, aku udah terbuka sama kamu, sekarang tinggal kamu yang terbuka sama aku," lanjut Dewi sambil memberanikan diri mengucapkan kata-kata itu, sebenarnya ia tidak enak, namun jika tidak seperti itu mungkin Ali tidak akan berkata jujur.

__ADS_1


"Dia mantan aku, Dew," jawab Ali kemudian membuat Dewi yang kali ini terdiam.


__ADS_2