
Ali baru saja selesai mandi, ia terlihat begitu segar dan bersemangat. "Ca! Paket Aa mana?" teriak Ali di depan pintu kamar Acha yang tertutup.
Karena kunjung tak ada jawaban, Ali pun mulai mengetuk pintu kamar Acha dengan sedikit kencang. "Ih, berisik jahe! Acha simpen dibawah, tanya aja ke Mama!" teriak Acha dengan nada yang kesal. Bagaimana tak kesal, Acha baru bisa tidur setelah semalam terjaga dan saat tidurnya sudah nyenyak seseorang malah mengetuk pintu kamarnya dengan tak sabaran.
"Oke," jawab Ali tanpa rasa bersalah sedikitpun. Ali turun dari atas dan menghampiri Mira yang baru selesai menyetrika, sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal Ali mulai bertanya. "Ma, liat paket Ali nggak? Ada 2," ucap Ali.
Mira seakan mengingat-ingat terlebih dahulu, lalu anggukkan kepalanya membuat Ali langsung tersenyum dan semakin tak sabar Mira menunjukkan letaknya. "Di lemari kalo nggak salah, coba kamu cek dulu," ujar Mira.
Dengan kecepatan seribu kali lipat Ali berjalan menuju lemari yang ditunjuk oleh Mira. Matanya berbinar pada dua paket miliknya. "Makasih Ma," ucap Ali yang langsung pergi keluar rumah, ia membuka paket tersebut di samping motornya. "Wih," gumam Ali saat berhasil membuka paksa paket berisi sepasang kaca spion dan 2 kaleng cat berwarna hitam.
__ADS_1
Sambil melihat cuaca yang tak terlalu panas, Ali mulai berpikir dan sedikit galau jika ia mengecatnya sekarang, ia takut belum selesai dan kering nanti sore, yang ada, bukannya bagus malah hancur. Dengan terpaksa Ali menyimpan kembali kaleng cat khusus itu lalu menggantikan kaca spion yang lama dengan yang baru. "Mantep, sekarang Lo di cuci dulu ya Black, nanti malem gue cat Lo biar tambah ganteng," ucap Ali sambil menepuk jok motor. Memang terlihat sedikit aneh bagi beberapa orang yang lewat dan melihat Ali yang berbicara pada motornya. Tapi Ali tidak memperdulikan itu, yang paling penting adalah dirinya senang dan tidak merugikan siapapun.
Dengan semangat 45 Ali mengambil semua peralatan untuk memandikan motor kesayangan, ia mencuci motornya dengan sangat detail sambil ditemani suara musik yang sedang hits akhir-akhir ini.
Ting.
[Hai Al. Ini nomor gue, Dewi.]
[Sekali lagi gue makasih banget ya buat semalem, nyokap gue mau buatin pudding katanya buat Lo, tapi berhubung Lo libur hari ini jadi gue bawa besok aja ya.]
__ADS_1
Sedikit terkejut membacanya, itu artinya Dewi bercerita pada ibunya jika Ali mengantarkan Dewi semalam, rasanya sangat nyaman jika ada seseorang memperlakukan baik pada dirinya. Jemari Ali mulai membalas pesan tersebut. [Nggak usah repot-repot De, gue ikhlas kok. Titip salam buat nyokap Lo, makasih banyak, tapi nggak usah sampe di buatin pudding segala, nggak enak ngerepotin.]
Baru membalas pesan itu, Ali kira akan membutuhkan waktu lama untuk Dewi membalas, namun belum satu menit pesan Ali terkirim, pesannya sudah dibaca oleh Dewi dan status mengetik membuat Ali memutuskan untuk duduk terlebih dahulu, ia akan melanjutkan mencuci motornya nanti saja, setelah chatting-an bersama Dewi selesai.
[Ih nggak apa-apa Al, pudding buatan nyokap gue enak kok. Nanti bagi-bagi aja sama anak-anak di sini kalo Lo kurang suka.]
[Pasti suka lah, thanks ya sebelumnya Dew.]
Setelah Ali membalas, rupanya Dewi tak langsung membuka pesan seperti tadi, mungkin Dewi sedang memiliki kesibukan lagi dan Ali pun dengan cepat bangun dari duduknya, ia melanjutkan kembali aktivitas memandikan motornya.
__ADS_1