
Guys jangan lupa like ya, biar aku semangat ngetiknya🥰
___
Akhirnya mereka pun tiba di gedung tersebut, gedung yang rupanya terasa tak asing bagi Ali, rasanya ia pernah melihat gedung tersebut namun lupa kapan dan dengan siapa ia kemari. "Yah udah beres akadnya, maaf ya gara-gara aku kita jadi telat," ucap Dewi membuyarkan pikiran Ali.
Ali menoleh ke arah Dewi, ia hanya tersenyum lembut sambil menggelengkan kepalanya. "Ngapain minta maaf, nggak apa-apa dong yang penting kita Dateng," jawab Ali. "Tapi kayanya aku nggak asing deh sama gedung ini," lanjut Ali.
Dewi yang mendengar itu ikut mengerutkan keningnya bingung, ia melihat kembali gedung yang sudah di hias. "Kayaknya ini gedung yang pernah di jadiin Story kak Ira deh, mungkin Mas Bagus juga pernah buat Story yang sama," ujar Dewi.
"Iya mungkin ya, aku lupa."
__ADS_1
"Ya udah nanti inget-inget lagi, sekarang kita masuk yuk, aku udah janji mau foto bareng kak Ira pas pake baju akad," jelas Dewi membuat mereka berdua langsung melepaskan helm dan turun dari motor.
Ali membawakan paper bag berisi hadiah milik Dewi, mereka mulai masuk ke dalam gedung dan mulai menulis di daftar hadir. "Kak Dewi? Ih udah lama banget nggak ketemu!" pekik penjaga buku tamu tersebut.
Ali yang sedikit bingung melihat Dewi yang tersenyum. "Maaf ya Nad, aku sibuk kerja akhir-akhir ini," jawab Dewi. Jika di lihat dari percakapan dan gestur tubuh keduanya yang kini sedang berpelukan ringan, bisa Ali tebal jika Dewi cukup dekat dengan Ira, mungkin saja mereka sudah sahabatan dari dulu.
Tak lama dua orang pager ayu pun ikut bergabung dan menanyakan kabar Dewi, hingga satu percakapan membuat Ali merasa ada yang mengganjal di hatinya. "Kenapa nggak jadi pager ayu bareng kita sih kak? Padahal aku pengen lama sama kakak, kangen banget!" pekik salah satu dari mereka.
Dewi terlihat tidak relax dengan percakapan mereka, Ali hanya bisa memperhatikan tanpa bisa bertanya lebih jauh lagi. "Oh iya, kenalin ini Ali," ucap Dewi yang tiba-tiba mengalihkan perbincangan dan Ali semakin bingung karena Dewi tak menjawab ucapan perempuan yang tadi.
Ali tersenyum dan mengulurkan tangannya pada tiga perempuan itu lalu memperkenalkan dirinya. "Ali," ucap Ali.
__ADS_1
"Wah udah dapet calon baru, ganteng," kekeh salah satu dari mereka menggoda Dewi.
Setelah percakapan tersebut, mereka pun berpamitan untuk masuk ke dalam gedung dan berfoto bersama Kak Ira. Ali berbincang pelan saat bertemu dengan anak-anak bengkel dulu, Mas Bagus pun yang menyadari kehadiran mereka langsung bergabung dan foto bersama. "Tadi gue liat Ali masuk bareng cewek nih, kok nggak di kenalin?" ucap Mas Bagus membuat semua anak-anak yang lain mengejeknya.
"Itu, Dewi, lagi foto dulu sama kak Ira, nanti gue kenalin ya," ucap Ali.
Terlihat wajah Mas Bagus tampak terkejut tak percaya, ia kembali menunjuk ke arah Dewi dan menatap Ali. "Dewi? Seriusan? Lo tau Dewi mantannya Baskara?" tanya Mas Bagus.
Seketika Ali terkejut, ia menatap tak percaya dengan apa yang diucapkan Mas Bagus. "Lo kenal Baskara Mas?" tanya Ali bingung.
"Eh, Lo gimana sih? Baskara kan adiknya Ira, Lo nggak di kasih tau emang sama Dewi sebelum kesini?" tanya Mas Bagus. Ali menggelengkan kepalanya, pantas saja perasaannya merasa tak enak semenjak mengisi buku tamu, rupanya sudah sedekat itu Dewi dengan keluarga Baskara. "Tuh Baskara, sama cewek barunya," lanjut Mas Bagus sambil menunjuk seorang laki-laki yang sedang bersama perempuan berambut panjang.
__ADS_1
Benar saja, dia Baskara yang pernah Ali lihat di sosial media Dewi saat itu. Hati Ali seketika merasa sesak saat mengetahui semua ini, jika Ali tahu ada mantan Dewi di sini ia tidak akan mau datang dan melihat laki-laki bernama Baskara itu memperhatikan Dewi yang sedang bersama kak Ira.