Kisah Remaja Kita

Kisah Remaja Kita
Berakhir


__ADS_3

Ali menarik nafasnya dalam, ini yang ia takutkan selama ini, ia tidak ingin bertengkar hanya karena masa lalu. "Kenapa Al?" tanya Ramdan yang merasa ada sesuatu tidak beres dengan Ali.


"Gimana ya? Risda tiba-tiba datang lagi, dia kirim chat ke Dewi dan sekarang semuanya kacau, Dewi marah," jelas Ali.


"Emangnya dia chat apa? kenapa bisa sampai marah gitu?" tanya Ramdan kembali yang masih penasaran.


Ali menggelengkan kepalanya pelan. "Panjang, ini dari seminggu yang lalu sih, Ali nggak langsung jujur tentang chat masuk dari Risda, ternyata sekarang Risda malah chat Dewi dan ngucapin selama gitu tentang hubungan." Ali menatap ponselnya sekali lagi, keadaan belum memungkinkan untuknya menghubungi Dewi kembali.

__ADS_1


Namun pada detik selanjutnya ia mulai berpikir, ia ingin menyelesaikan semuanya sekarang juga, ia ingin membuat Risda tidak mengganggunya kembali. Cukup selama ini Risda yang berhasil menyakiti hatinya dan membuat Ali dalam trauma sampai tak ingin menjalani hubungan dengan siapapun lagi. Hadir Dewi membuat pikiran Ali tentang sakit hati dan takut dikhianati menjadi hilang, ia ingin rencananya bersama Dewi untuk bertunangan bisa terwujud tanpa gangguan Risda yang tiba-tiba muncul. "Dan, bentar ya, Ali mau coba hubungi Risda biar nggak ganggu Dewi lagi," ucap Ali dan langsung diangguki oleh Ramdan.


Ali berjalan menuju kamarnya, ia butuh tempat tenang untuk urusan serius seperti ini. Ali mulai membuka beberapa nomor yang ia blokir, lalu pada nomor terakhir Ali menekan sebuah logo chat. Nomor itu adalah nomor asli Risda, sedangkan yang lainnya hanyalah nomor teman-temannya yang digunakan untuk menghubungi Ali saat dulu.


[Risda]


Ali mulai mengatur nafasnya dengan tenang, memikirkan kata-kata apa yang cocok untuk mengusir Risda dari kehidupannya.

__ADS_1


"Ali! ini bener kamu Al? kamu buka blokir?" tanya Risda yang terdengar sangat tak menyangka. "Al, aku—"


"Semua ini udah berakhir Ris." Ali menarik nafasnya dalam, lalu kembali mengucapkan kata selanjutnya. "Dulu kamu kan yang suruh aku pergi dan jangan pernah ganggu kamu lagi? sekarang aku udah terima semua itu, dan aku mau kamu ngelakuin hal yang sama Ris, jadi aku mohon sama kamu jangan pernah lagi gangguin Dewi mulai saat ini," ucap Ali dengan nada yang benar-benar serius.


"Aku nggak ganggu Dewi kok, aku hanya kasih selamat dan doain yang terbaik buat hubungan kalian."


"Serius? Tapi apa kamu pernah berpikir kalo hal itu justru memperkeruh semuanya? untuk apa lagi muncul sih Ris? aku nggak mau Dewi salah paham, aku udah serius sama dia dan cuma dia yang berhasil penuhin hati aku sekarang, nggak ada lagi ruang yang tersisa buat inget hubungan kita yang dulu Ris."

__ADS_1


Diam sejenak, benar-benar tak ada suara dari Risda, lalu kemudian mulai terdengar Isak tangis yang selalu tak ingin didengar Ali. "Apa udah nggak ada kesempatan lagi untuk aku Al?"


"Enggak ada Ris, semuanya udah berakhir, bahkan aku udah lupa semua yang pernah terjadi tentang kita." Ali dengan cepat mengakhiri panggilan itu, matanya terpejam sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.


__ADS_2