
Usai membeli semua bahan-bahan untuk memasak, Ali dan Dewi pun kembali ke tempat parkiran dan mengenakan helm masing-masing. Di perjalanan, rasanya tak ada waktu untuk mereka saling diam satu sama lain, selalu saja ada bahan pembicaraan yang mengisi waktu luang mereka, entah itu membicarakan hal yang sedang ramai di sosmed ataupun hanya sekedar bernyanyi lagi yang tengah mereka sukai karena selera musik Ali dan Dewi begitu sama. "Akhirnya nyampe rumah juga," ucap Dewi saat motor Ali mulai memasuki halaman rumahnya.
"Papa pulang jam berapa Dew?" tanya Ali sembali mengambil kantung plastik yang menggantung di motor.
"Kayaknya jam 3 deh, soalnya tadi Papa kerja jam 7," jawab Dewi. Ali hanya menganggukkan kepalanya mengerti lalu mengikuti Dewi masuk ke dalam rumah dan terlihat Mama Dewi baru saja keluar dari kamar Anisa. Sepertinya Mama merasa sedikit kesal karena anak perempuannya bangun begitu siang haha.
Mama yang melihat Ali dan Dewi baru saja masuk terfokuskan pada belanjaan yang Ali bawa. "Loh pada mau masak? Mama baru aja potongin bawang, mama juga mau masak," ujar Mama Dewi.
__ADS_1
"Bahan-bahan yang lainnya belum di siapin kan Ma? soalnya ini Ali mau bikin masakan buat menu jualannya nanti, sekalian kita kasih nilai masakan Ali biar nanti di online nilai rasa makanan Ali bisa tinggi Ma," jelas Dewi.
Mama menggelengkan kepalanya. "Enggak, untung aja Mama belum siapin bahan-bahannya," jawab Mama membuat keduanya menghembuskan nafasnya lega. "Nak Ali mau jualan bakmie sama nasi goreng itu ya? wah menantu idaman emang nak Ali ini, Mama jadi malu anak gadis Mama cuma bisa masak seadanya," kekeh Mama Dewi yang sudah mendengar cerita rencana jualan itu dari Dewi, ia merasa bangga dan semakin menyayangi Ali dengan sikapnya yang sopan dan di rasa bisa menjadi pasangan yang bertanggung jawab nantinya bagi Dewi.
**
"Kenapa di masukin lagi Dan? itu teh juga belum di rebus," tanya Mira bingung.
__ADS_1
Ramdan menggelengkan kepalanya pelan, ia kembali menyusun wadah-wadah yang ia bawa dalam dus ke dalam lemari yang biasanya digunakan untuk keperluan dagang minuman. "Aku nggak enak badan Ma, kayaknya hari ini nggak jualan dulu, mau istirahat. Kalo maksain dagang takutnya Acha nggak bisa bantu jaga, akhir-akhir ini kan Acha banyak ngerjain tugas," jelas Ramdan.
Seketika Mira pun menjadi panik bercampur khawatir, ia menatap Ramdan dengan begitu dekat. "Kamu udah minum obat kan Dan? tadi sarapan?" tanya Mira.
Ramdan menganggukkan kepalanya. "Makan Ma, tapi cuma sedikit, nggak enak makan juga, nggak masuk," gumam Ramdan, ia benar-benar lesu hari ini, sedari bangun tidur rasanya tidak bersemangat untuk melakukan kegiatan.
"Ya udah sekarang kamu istirahat aja, Mama yang lanjut beresin dagangan. Nanti sore Ali kayaknya udah pulang, kamu mau ya ke klinik buat periksa dulu," ucap Mira sambil mengambil wadah yang berada di tangan Ramdan dan mengisyaratkan jika semuanya akan Mira lakukan dan lebih baik Ramdan segera istirahat.
__ADS_1
"Nggak usah Ma, ini perlu istirahat aja, lagian obat juga belum abis," tolak Ramdan dengan cepat. Jika boleh jujur, ia sudah malas rasanya bolak-balik memeriksa kesehatannya yang selalu naik turun.