
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, kini 2 bulan sudah berlalu dan pernikahan Ira bersama Mas Bagus akan berlangsung hari ini. "Kamu tahu alamat gedungnya kan?" tanya Ali.
Dewi yang baru menggunakan helm menggelengkan kepalanya lalu naik ke atas motor Ali. "Pake Google maps aja," jawab Dewi. "Oh iya, anter dulu ke rumah teman aku ya, mau ambil kado buat Kak Ira soalnya aku nggak sempet buat cari kado, jadi aku beli barang di dia sekalian di bungkusin."
"Oke deh, siap ibu negara," jawab Ali sambil memberikan hormat yang membuat Dewi tertawa kecil.
Selama di perjalanan terkadang Dewi berpikir apakah nanti mereka akan bertemu dengan Baskara? apa yang akan dia lakukan jika Baskara dan Lisa ada di sana? semoga saja ia sudah mulai terbiasa dan melupakan Baskara dengan sungguh-sungguh, ia harus fokus pada pada masa depannya sendiri dan jangan sampai melukai perasaan Ali.
__ADS_1
Tanpa Dewi sadari, Ali sedari tadi memperhatikannya, memang terkadang Ali selalu melihat Dewi yang melamun seperti itu, terkadang beberapa pertanyaan mulai menghampirinya, seperti apa yang sedang Dewi pikirkan? mengapa Dewi tidak pernah menceritakan masalah hidup yang selalu mengganggu pikirannya. "Hei, ngelamun aja," ucap Ali sambil menggenggam tangan Dewi yang sedang memegang jaketnya. "Ini aku nggak salah jalan kan?" tanya Ali yang sedari tadi hanya mengikuti jalan raya.
"Nggak ngelamun kok, aku masih ngantuk aja," kekeh Dewi yang sangat jelas jika itu semua adalah palsu. "Bener kok jalannya, nanti di depan ada flyover langsung belok kiri," jelas Dewi yang langsung di angguki oleh Ali.
Hampir 5 menit karena jalanan yang cukup sepi, Ali pun menemukan flyover yang di maksud, ia membelokkan motornya dan menunggu Dewi yang masuk ke dalam sebuah gang dan tak lama Dewi sudah keluar dengan membawa sebuah paper bag yang berisikan kado berukuran sedang. "Yuk," ucap Dewi.
Menuju gedung pernikahan Bagus dan Ira mereka benar-benar menggunakan google maps karena daerah yang mereka kunjungi saat ini cukup jauh rupanya, bahkan Ali saja yang sudah biasa jalan-jalan bersama anak motor belum pernah ke sana. Memang masih di kota yang sama, namun masuk ke sebuah kabupaten yang masih banyak sawah, pemandangan langka yang juga bisa menenangkan pikiran hanya dengan melihat pemandangan gunung dan persawahan.
__ADS_1
"Harusnya sih bener, tapi kok di google maps malah gini ya, di depan buntu, katanya harus puter balik," jawab Dewi yang terdengar ragu dan takut-takut.
Ali yang mendengar itu langsung menarik nafasnya pelan, ia menghentikan motornya di pinggir jalan yang untungnya masih kering, belum ke daerah yang becek dengan lumpur basah. "Coba aku liat," ucap Ali mengambil ponsel milik Dewi. Ini kejadian yang sudah sangat biasa bagi Ali, tersesat karena google maps yang di bacakan oleh seorang perempuan memang terkadang membuat kesal. Salah belok, menyebutkan belok yang mendadak bahkan pernah Ali mendapatkan pengalaman tujuan yang di ketik perempuan yang di boncengnya salah, tidak masalah jika tujuannya berbeda sedikit, masalahnya ini sangatlah jauh sehingga mereka menghabiskan banyak waktu di jalan.
Ali memperhatikan maps dengan teliti, ia pun mulai paham dengan titik dan jalan yang akan mereka lewati agar sampai di gedung tersebut. "Ini salah belok, harusnya di jalanan gede depan," jelas Ali.
"Oh, sorry ya," gumam Dewi sambil cemberut.
__ADS_1
--
Guys maaf banget ya kalo cerita ini terlalu banyak yang dipercepat, aku takut kalian bosen:(