Kisah Remaja Kita

Kisah Remaja Kita
Galau


__ADS_3

Dewi menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia tidak tahu siapa pengirim pesan tersebut dan tidak ingin salah paham juga sehingga bisa membuat pertengkaran untuk hubungan mereka. Dewi juga pernah mengingat perkataan Ali agar mereka berdua selalu terbuka satu sama lain dan sebisa mungkin jujur terlebih dahulu sebelum mempertanyakan hal yang membuat salah paham. "Kenapa Dew?" tanya Asti yang sedari tadi memperhatikan perubahan ekspresi Dewi.


"Enggak kenapa-napa kok, nomor nggak di kenal, kayaknya sodara Ali deh," jawab Dewi cepat, ia langsung mematikan ponsel Ali dan mencoba kembali fokus pada laporan kas kecil. "Yuk beresin lagi, biar cepet beres," ujar Dewi sambil tersenyum.


Saat laporan hampir selesai, pesan masuk kembali terdengar, ia mengambil ponsel Ali kembali dan rupanya masih nomor tak di kenal tadi yang mengirimkan pesan tersebut. "Asti, bentar ya, kayaknya penting deh, gue kasihin dulu hp nya ke Ali," ucap Dewi yang langsung mendapatkan anggukan dari Asti.


Dewi berjalan cepat menuju gudang, ia masuk ke ruangan penyimpanan daging dan sayur yang terasa begitu dingin. "Ali, ini ada yang ngirim WA terus, kayaknya penting deh," ujar Dewi sambil menyodorkan ponsel milik Ali.


Ali yang sedang menghitung beberapa plastik berisikan seafood menyelesaikan terlebih dahulu hitungannya lalu melaporkannya pada Pak Indra. "Dari siapa?" tanya Ali seraya mengambil ponsel yang di berikan Dewi.


"Nggak tau, nomornya kamu nggak save," jawab Dewi apa adanya.

__ADS_1


Ali yang membuka kunci layar ponselnya tampak masih biasa, namun ekspresinya langsung berubah saat ia membuka pesan masuk di WA nya. Dewi tahu ada sesuatu yang sedang terjadi saat ini, kecemasannya ternyata benar-benar terjadi karena Ali langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. "Ini temen aku iseng, aku lanjut dulu ngitung ya," ujar Ali seakan tak memberikan kesempatan untuk Dewi bertanya.


Karena masih jam kerja pun, Dewi akhirnya hanya menganggukkan kepalanya dan keluar dari store. Langkahnya melambat saat mendekati kasir, pikirannya sedikit kacau karena Ali tidak menjelaskan apa-apa. "Mungkin nanti pulang kerja Ali akan menjelaskan semuanya," pikir Dewi dan berucap dalam hati.


Asti yang melihat Dewi datang langsung melambaikan tangannya. "Dew udah beres, tadi gue udah itung semuanya balance, Lo itung lagi ya biar pas tinggal kita kumpulin."


"Alhamdulillah balance, sini gue itung ulang," jawab Dewi dengan semangat, semoga saja nantinya ia akan sedikit sibuk dan melupakan sejenak kecemasannya akan pesan tadi.


Ali yang berada di dalam Gudang menarik nafasnya dalam, untuk apa mantannya kembali menghubungi Ali? Masih ingat betapa sakit dan malunya Ali ketika perempuan itu memilih untuk kembali bersama mantan suaminya, ia meninggalkan Ali begitu saja yang sudah menyimpan harapan lebih tentang hubungan itu.


Rasa rindu menjadi terbesit dalam hati Ali saat membaca nama anak kecil yang sudah ia anggap anak sendiri, ia sangat menyayangi anak tersebut namun mantannya justru pergi dan meminta Ali untuk tidak muncul di hadapan anaknya lagi. Tapi sekarang apa? perempuan itu datang dan mengatakan jika anaknya merindukan Ali.

__ADS_1


Ali menggelengkan kepalanya dengan cepat, saat ini sudah ada Dewi dan ia harus menjaga perasaan Dewi dengan sangat hati-hati. Hubungannya dengan Dewi sudah sangat serius dan tidak ingin ada bagian dari masa lalu yang kembali hadir, perasaan Ali saja sangat sakit saat Dewi bertemu dengan mantannya di acara pernikahan Mas Bagus, Ali tidak ingin Dewi merasakan hal yang sama.


"Kenapa malah ngelamun Al? lagi berantem sama Dewi?" tanya Pak Indra yang sedari tadi mengamati Ali yang tak selesai-selesai menghitung bandrek kemasan.


"Enggak ngelamun kok pak, Ali sama Dewi baik-baik aja," jawab Ali dengan fokus yang sudah kembali pada Pak Indra.


Pak Indra tampak mengangguk dengan wajah mengejek yang tak mempercayai ucapan Ali. "Kalo nggak ngelamun coba ada berapa bandreknya?" tanya Pak Indra.


Ali seketika tersenyum kaku, ia kembali melihat tumpukan bandrek yang ada ditangannya. "Maaf pak, lupa lagi. Kali ini saya fokus pak," ucap Ali yang dengan cepat kembali menghitung semuanya.


°°

__ADS_1


Guys ini ada yang baca ga sih?😭 jangan lupa like dan komen dong.


__ADS_2