Kisah Remaja Kita

Kisah Remaja Kita
Dunia memang sempit


__ADS_3

Sampainya di rumah Dewi, Ali pun ikut turun dari motor untuk berpamitan terlebih dahulu pada Indah dan keluarga Dewi yang lain. "Yuk masuk," ajak Dewi.


Ali mengangguk pelan dan masuk ke dalam rumah Dewi lalu duduk di ruang tamu yang tampak sepi itu. Lagi menunggu Dewi memanggil orang tuanya yang belum tidur, Ali mengeluarkan ponselnya dan membuka grup PKL yang sudah sangat lama sepi kini tiba-tiba saja ramai sampai hampir 100 chat.


Ketika sedang asyik membaca chat dari awal terlihat Dewi masuk kembali ke ruang tamu. "Semuanya udah pada tidur Al, besok pagi aja Aku bilangin kemarin kamu ke sini mau pamitan. Kamu minum kopi dulu nggak di sini? Aku buatin," tawar Dewi.


Ali menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia pun berdiri dari duduknya dan hendak langsung berpamitan. "Ya udah aku langsung pulang aja, nggak enak kalau terlalu malam di sini, lagian temen-temen PKL aku dulu lagi pada ngumpul di kedai sekarang, kayaknya aku mau ikut kumpul sampai jam 12-an."


"Ih malam banget, hati-hati ya di jalannya, yang lebih dari jam 12 juga takut kenapa-napa," ucap Dewi khawatir.

__ADS_1


Ali sedikit cemberut mendengarkan, ia memegang kepala Dewi dengan lembut. "Iya jangan mikir kayak gitu dong, doain aku baik-baik aja," balas Ali dengan nada bicara yang selalu Dewi suka, lemah lembut dan tidak pernah kasar.


"Iya deh, maaf ya," kekeh Dewi.


Setelah berpamitan Dewi pun mengantarkan Ali sampai ke halaman rumahnya, dia menunggu Ali sampai pergi lalu kembali masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu seraya mendoakan Ali untuk baik-baik saja selama di perjalanan.


[Loh, kok ada kak Ira? Kamu kenal?] Jantung Dewi rasanya berdebar sangat kencang, bagaimana bisa Ali kenal dengan kakak Baskara?


Tak lama kemudian terlihat pesan Dewi mulai dibaca dan Ali pun terlihat di notifikasi sedang mengetik. [Loh, kamu juga kenal? Dia pacarnya Mas Bagus, yang ngajarin aku sama temen-temen waktu PKL di bengkel.]

__ADS_1


Rasanya dunia benar-benar sempit, selalu ada hubungannya dengan masa lalu, di saat Dewi ingin menjauh dari orang-orang di masa lalu mengapa kini dia seakan didekatkan kembali.


[Kenal, kakak nya temen aku.] Hanya itu yang bisa Dewi jawab, tidak mungkin ia mengatakan jika ia mengenal karena Ira adalah kakak dari mantannya sendiri. Dewi tidak ingin mengganggu acara kesenangan yang sedang Ali hadiri.


[Oh, pantesan. Mereka bentar lagi mau nikah, kita datang ke undangannya bareng ya.]


Baru saja Dewi bimbang untuk menghadiri acara pernikahan Ira sebagai pagar ayu, namun justru kini dia diajak langsung oleh Ali. Seketika pikiran Dewi pun menemukan titik terang, mungkin akan lebih baik jika ia menolak menjadi pacar Ayu dan datang sebagai tamu saja dengan alasan ia tidak bisa berlama-lama di sana, dengan begitu ia tidak akan memutuskan tali silaturahmi itu saja karena menghindari keluarga Baskara.


[Boleh.]

__ADS_1


__ADS_2