Kisah Remaja Kita

Kisah Remaja Kita
Keadaan semakin memburuk


__ADS_3

Satu persatu masalah mulai terselesaikan, namun masalah baru kembali muncul dan merumitkan keadaan.


Sudah satu minggu mereka bekerja dengan pembagian shift yang sudah ditentukan saat itu. Dalam 1 hari omzet yang hasilkan bahkan tidak sampai 10% dari omzet biasanya, bahkan pernah dalam seharian tidak ada 1 pun pelanggan yang memesan untuk take away dan untungnya mendekati jam tutup cafe ada seseorang yang membeli coffee dan makanan berat di bungkus. Tak hanya 1 atau 2 outlet yang mengalami penurunan omzet drastis, namun semua outlet tak ada satu pun yang melebihi 15% dari omzet biasanya.


Hal yang paling mendebarkan adalah seperti saat ini, dimana pak Indra mulai mengirimkan pesan pembuka, lalu sebuah screenshot dan sebuah keputusan akhir yang menyatakan jika seluruh outlet akan ditutup sementara hingga keadaan mulai membaik kembali. "Cafe mulai tutup, gimana ya buat ngumpulin uang tunangan?" tanya Ali yang kini sedang berada di teras rumahnya bersama Dewi. Sudah 3 kali Ali membawa Dewi dan mengenalkannya pada keluarga, syukurnya semua bisa menyambut hangat hadirnya Dewi dan membuatnya bisa nyaman selama berada di rumah Ali.

__ADS_1


"Ya udah seadaanya juga nggak apa-apa kok Al, kita ketemu keluarga inti aja, buat saudara jauh sama temen-temen kita kasih kabar aja kalo kita mau tunangan dan nggak bisa ngundang karena pandemi ini," ucap Dewi berusaha memberikan sedikit semangat agar Ali bisa kembali ceria dan tidak terlalu banyak pikiran. Bagi Dewi, kemeriahan acara tunangannya nanti tidaklah terlalu penting, karena yang paling penting adalah keseriusan Ali dalam hubungan mereka. Hal itu sudah cukup bagi Dewi.


Ali yang mendengar itu tersenyum lembut, ia menatap Dewi penuh kasih sayang. "Makasih ya selalu ngertiin aku, semoga kita temuin jalan terbaiknya," balas Ali.


"Aamiin."

__ADS_1


Percakapan mereka mulai mengenai rencana usaha dagang itu, Ali menjelaskan beberapa menu yang sudah ia diskusikan semalaman bersama kakaknya. Ali juga menjelaskan jika semua biaya usaha akan dibantu oleh kakaknya dan Ali yang bertugas memasak dan menjaga lapak. "Nanti temenin aku survei harga bahan-bahan masakan ya, terus kalo udah fix juga aku udah dapet lapak yang cocok buat jualan, nggak akan ambil untung banyak dulu untuk awal-awal, aku mau banyakin promo biar muncul di halaman promosi aplikasinya," jelas Ali.


Dewi pun menganggukkan kepalanya dengan setuju, ia pun menjadi tenang melihat Ali yang terlihat begitu semangat saya menjelaskan semuanya. "Ya udah nanti aku bantu promosi ya di sosial media," ucap Dewi.


"Makasih ya, maaf belum bisa ngasih yang terbaik buat kamu, tapi aku bakalan berusaha sebisa mungkin ngelakuin yang terbaik buat kamu De."

__ADS_1


Dewi tersenyum mendengar itu, ia sangat percaya dengan ucapan Ali. "Kamu udah jadi yang terbaik selama ini Al," jawab Dewi.


__ADS_2