Kisah Remaja Kita

Kisah Remaja Kita
Ide Terbaik


__ADS_3

Kurang lebih 20 menit Ali bermain game akhirnya ia pun menghabiskan kopinya dengan cepat, Ali segera bergegas menuju gudang dan menemui Pak Indra. "Udah semuanya pak?" tanya Ali sedikit berteriak karena tak melihat pak Indra di dalam gudang, ia hanya melihat tumpukan barang yang ada di atas troli.


"Udah!" teriakan Pak Indra mulai terdengar cukup jauh, menandakan jika pak Indra sedang berada di ruang pendingin yang ada dibelakang gudang, tempat di mana penyimpanan daging dan bahan-bahan masakan yang harus tetap terjaga suhunya.


"Oke pak, saya bawa ya," teriak Ali kembali sambil mendorong troli ke luar gudang dan mengambil dua galon saat melihat catatan barista malam yang membuat list untuk Ali prepare tea, coffee dan wedang.


Oh ya, sebenarnya mereka memiliki store keeper yang bertugas untuk menjaga barang-barang yang ada di dalam gudang, mencatat segala pengeluaran dan masuknya barang serta mengorder barang-barang yang sudah habis atau limit. Namun, Bu Wirda, selaku store keeper mereka sedang hamil besar, memutuskan untuk mengambil cuti dari 3 hari yang lalu, dan Ali tidak tahu sampai kapan Bu Wirda kembali masuk.


Ali mulai menurunkan barang-barang yang ada di atas troli lalu menceklisnya pada lembar orderan sesuai dengan nama barang-barang tersebut. "Oke, udah semua."


"Assalamualaikum," ucap Mita yang langsung sibuk melepaskan jaket dan absen di depan komputer.


"Waalaikumsalam," jawab Ali. "Loh, bukannya Lo masuk Sore ya Mit?" tanya Ali bingung.


Mita mulai mengikat kuda rambut tebalnya, raut jawab Mita langsung berubah menjadi tak bersemangat. "Biasa, minta tukeran shift, padahal gue udah bilang kalo mau tukeran jangan ngedadak, untung gue udah bangun, kalo belum? Bisa berabe gue telat, gaji gue taruhannya!" gerutu Mita, ia berjalan ke dalam bar dan mengambil cairan pembersih meja serta lap khusus untuk membersihkan meja.


"Kalo aku jadi kamu nggak mau Mit. Eh ini, ambil tissue, banyak banget," ujar Ali mengingatkan.

__ADS_1


Mita pun mengambil 2 tissue rol terlebih dahulu. "Tissue meja abis, mana stock yang udah di lipat gak ada. Bentar, aku isi tissue toilet dulu." Mita berlalu begitu saja, lalu tak lama kemudian Asti datang dengan santainya.


"Astaghfirullah As, 20 menit sebelum cafe buka harus udah masuk," ucap Ali sambil menggelengkan kepalanya.


Asti yang mendengar itu langsung menatap Ali tajam, ia berdecak dengan keras. "Halah! Sok-sokan kamu Al, coba aku mau tau kemaren kamu dateng jam berapa?" ejek Asti.


"Beda cerita dong As, aku kemaren lagi hoki karena absen nggak jalan," jawab Ali tak kalah santai.


Asti mencibir pelan, lalu setelah selesai absen, Asti duduk di kasir. "Males banget tadi liat udah banyak Rajia masker, katanya udah nggak bisa masker kain, mana susah banget nyari masker medis yang murah," gerutu Asti.


Pagi itu tamu pertama mereka ada seorang pria berusia 50 tahunan bersama dengan temannya, mereka berdua adalah tamu langganan di cafe ini. "1 kopi tubruk, 1 americano sama 1 pisang goreng keju, teh," ujar Mira pada Asti yang langsung menginput nya.


Waktu berjalan dengan cepat, kesibukan membuat semuanya tak sadar jika waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Beberapa karyawan bergerombol masuk dan menyimpan jaket mereka lalu absen satu persatu.


"Eh ada Jahe," kekeh salah satu teman Ali yang baru masuk ke dalam area Bar.


"Heh! dapet dari mana nama itu!" protes Ali dengan tak suka.

__ADS_1


"Aa Jahe," ejek hampir semua waiters perempuan yang baru saja masuk.


Ali yang kesal menatap semua dengan tajam. "Ini ulah siapa lagi nih? Bebek ya?" tanya Ali.


"Adin cerita katanya kamu baru aja jadian dan dapet julukan baru."


Ali menarik nafasnya dalam, mengapa candaan itu harus sampai di lingkungan pekerjaannya? Asti terlihat terkekeh pelan saat berhitung uang kas kecil dan omset pagi dengan Dewi. "Apa kamu? Ikut tawa juga," desis Ali.


"Wow, jahe merah, eh marah," ejek Asti.


"Kamu jangan ikutan manggil itu dong As, bikin BT ah," gerutu Ali kembali.


Setelah semua shift sore masuk, shift pagi pun beristirahat di belakang. Asti menepuk bahu Ali yang masih tampak BT. "Udah, maaf ya Al aku nggak akan ngejek lagi, sekarang gini aja, satu-satunya cara biar panggilan itu ilang, coba kamu pacaran sama cewek yang belum nikah, biar panggilan jahe jahe itu ilang," usul Asti membuat Ali langsung menoleh dan berpikir jika tidak ada salahnya ia mencoba saran Asti.


--


Like guyss

__ADS_1


__ADS_2