Kisah Remaja Kita

Kisah Remaja Kita
Kendala Baru


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan begitu cepat, semakin hari rasanya hubungan Ali dan Dewi begitu serius. Pembahasan yang mereka bicarakan adalah rencana tunangan mereka, mulai dari konsep yang akan di gunakan dan tempat yang akan mereka pilih.


Namun rencana tunangan mereka belum diberitahu kepada teman-teman dan saudara keduanya, mereka ingin memberitahu satu minggu sebelum acara dimulai agar sedikit memberi kejutan pada semuanya.


"Semuanya, kumpul dulu yuk di sini, sebentar lagi pak Yusuf mau datang, katanya mau ada informasi lebih lanjut tentang kabar simpang siur outlet ini tutup sementara," jelas Pak Indra membuat semua anak-anak Cafe menjadi sedikit cemas dan saling bertanya satu sama lain tentang tebakan mereka informasi apa yang akan disampaikan oleh pak Yusuf selaku pemilik Cafe ini.


Dalam seminggu ini pelanggan Cafe memang sedikit berkurang setiap harinya, berita tentang virus semakin tinggi membuat orang-orang memilih untuk berdiam diri di rumah. "Duh gimana dong kalo kita sampe diliburin? mana gue baru cicilan ke 4 motor," ujar Asti yang langsung mendapat tatapan tajam dari semua teman-teman.

__ADS_1


Ali yang mendengar hal itu pun langsung mengibaskan tangannya di hadapan wajah Asti. "Hust! kalau ngomong itu bismillah dulu, jangan bikin orang lain parno deh As," protes Ali yang diikuti oleh beberapa orang lainnya mengomentari ucapan Asti.


Hampir setengah jam mereka menunggu di depan kasir dan sesekali memantau 2 meja yang berisikan tamu sore ini, mobil Pak Yusuf terlihat mulai memasuki parkiran cafe dan semua karyawan mulai berdiri dengan rapi serta menghentikan kegiatan mengobrol mereka. "Assalamualaikum," ucap pak Yusuf ketika masuk ke dalam cafe dan di jawab oleh semuanya.


"Waalaikumsalam pak."


"Ada 2 pak," jawab Pak Indra dengan cepat.

__ADS_1


"Ya udah kita duduk di ruang VIP aja ya biar tamu masih bisa terpantau. Jangan lupa maskernya dipakai yang bener ya jangan cuma buat nutupin dagu," ujar Pak Yusuf dengan nada yang ramah, tidak menyeramkan seperti bos-bos yang ada di film ikan terbang.


Sesampainya di ruang VIP yang dikelilingi oleh kaca, mereka mulai duduk namun tetap di batasi oleh jarak seperti yang diarahkan oleh pak Indra. "Oke semuanya udah kumpul kan ya? kalo ada yang libur tolong di beritahukan aja ya," ucap pak Yusuf hendak memulai briefing. "Sebelumnya, seperti yang kita tahu tentang wabah virus ini semakin mengembang, peraturan juga semakin diperketat. Tadi pagi saya dapat teguran dan baru sempat baca tadi siang, mulai saat ini semua restoran dilarang untuk menerima tamu makan di tempat, jadi hanya bisa take away. Saya harap kalian bisa mengerti dengan situasi saat ini, saya juga tidak akan memilih siapa yang akan diliburkan dan siapa yang tetap bekerja, semoga Pak Indra bisa membagi jadwal yang adil untuk jadwal perharinya 2 orang dan 1 orang di kitchen."


Semuanya hanya bisa diam dan mendengarkan ucapan pak Yusuf yang sedang menjelaskan. "Mungkin kalian hanya kebagian 2 hari kerja selama seminggu, tapi kita berdoa saja semoga peraturan ini tidak akan lama."


Ali menoleh ke arah Dewi yang ada di sampingnya, ia memberikan kode cemberut yang di balas raut wajah sedih oleh Dewi. Itu artinya, tabungan untuk tunangan akan sedikit terhambat dan mungkin saja mereka akan merancang ulang acara tunangan mereka dengan budget yang tidak terlalu banyak.

__ADS_1


__ADS_2