Kisah Remaja Kita

Kisah Remaja Kita
Bimbang


__ADS_3

like dulu lah ya sebelum baca wkwk.


.--


Sudah satu Minggu sejak Ali bermain kerumahnya, semua keluarga mendukung Dewi untuk bersama Ali saja. Namun, rasanya masih ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati, masih terlalu sulit baginya untuk terlalu mempercayai orang baru setelah merasakan pengkhianatan.


Dewi berjalan menutup jendela kamarnya, pikirannya kembali pada Baskara yang kini sudah benar-benar menghilang, tak ada komunikasi lagi setelah terakhir kali mereka bertemu malam itu. Rasanya kembali sesak jika mengingat kembali, awalnya bukankah Baskara juga yang menyembuhkannya dari rasa sakit? Dewi awal pertama kali pacaran adalah saat kelas 2 SMA bersama Rio, ia bertahan 1 tahun dan saat lulus kemudian mendapatkan pekerjaan di Cafe, hubungannya bersama Rio berakhir karena banyaknya perdebatan di antara mereka, ketidak samaan pendapat membuat Dewi memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka dan ada akhirnya semua rasa sakit setelah perpisahan bisa dialihkan oleh hadirnya Baskara yang berprofesi sebagai juru masak di cafe.

__ADS_1


Baskara seseorang yang sangat ramah, pandai bergaul dan mencairkan suasana. Saat di kenalkan pada keluarga Anisa langsung bisa akrab dengan Baskara dan tak sampai 7 bulan setelah itu kedua orang tua Dewi pun mulai menyetujui hubungan mereka. Dua kali mudik Baskara selalu diajak dan sudah banyak dari keluarga besarnya mengenal Baskara. Namun apa? pada akhirnya Baskara bisa tertarik pada perempuan lain, ia dengan tega meninggalkan Dewi begitu saja dan tak memikirkan hubungan mereka yang sudah lama.


Sekarang, kembali hadir sosok yang berhasil membuatnya nyaman, Ali datang membuat Dewi melupakan rasa sakitnya. Apakah kejadian sama akan kembali terulang? Walau belum pasti ia akan menjalin hubungan bersama Ali tapi tetap saja ia merasa waspada akan mendapatkan lelaki yang salah kembali. Pikirannya kembali pada Ali yang mengajaknya berkumpul bersama teman-temannya kemarin malam, entah apa maksudnya mengenalkan Dewi tanpa membantah anggapan temannya jika Dewi adalah pacar Ali, namun Ali sendiri tak pernah menyatakan perasaan apapun.


Tok Tok Tok


"Ambil aja," jawab Dewi. Saat Anisa sudah mengambil catokan tersebut, Dewi memanggil Anisa yang akan pergi dari kamarnya. "Dek, menurut kamu Ali orangnya gimana?" tanya Dewi meminta saran. Anisa adalah tempat curhat yang paling Dewi percaya, ia tak pernah menceritakan masalah apapun pada teman karena trauma tak bisa menjaga rahasianya dengan baik.

__ADS_1


"Um, menurut Nisa kak Ali orangnya baik, sopan juga."


Dewi mengangguk pelan, setuju dengan apa yang dikatakan Anisa. "Tapi kok kakak ragu ya?" ucap Dewi.


"Kalo kakak ragu, ya udah kakak liat dulu aja keseriusannya, jangan terlalu pake hati juga biar kalo kak Ali sebelas dua belas sama yang kemaren Kakak nggak terlalu sakit," usul Anisa. "Inget kata Tante Sinta. Jangan dijadiin trauma sama hubungan yang kemaren kak, jadiin pelajaran biar dapet yang terbaik, lagian kalau trauma pun yang rugi kakak, kakak bakalan takut buat bikin hubungan baru tapi mantan kakak bisa bahagia sama yang baru tanpa perduliin keadaan kakak."


"Kamu bener Dek, makasih ya," ujar Dewi sambil tersenyum, sedikit lega mendapatkan masukan dari Anisa. Setidaknya, rasa ragu yang di alami Dewi kini mulai menghilang, ia pun harus bisa menjalani hidupnya dengan seseorang yang baru.

__ADS_1


Anisa ikut tersenyum melihat senyum Dewi, ia tidak tega melihat Dewi selalu murung semenjak kelakuan Baskara diluar sana terbongkar. "Semangat terus ya kak."


__ADS_2