Kisah Remaja Kita

Kisah Remaja Kita
Ending


__ADS_3

Hari pembukaan pun tiba, dari pagi hingga malam banyak teman-teman Ali, Dewi dan Acha yang datang, beberapa dari keluarga Ali yang belum Dewi ketahui pun datang dan mulai berkenalan dengan Dewi. Warga sekitar rupanya cukup ramah dan membeli menu paket promo yang mereka pajang di banner. "A, ada yang pesen di online food 5!" teriak Acha membuat Ali dengan penuh semangat kembali memasak. Semuanya berharap jika ini adalah awal yang baik untuk usaha Ali kedepannya.


Beberapa sahabat Ali mulai bernyanyi dan salah satu dari mereka memainkan gitar, beberapa candaan dilontarkan pada Ali yang terlihat sibuk memasak. Oh ya, sebenarnya makan di tempat belum resmi di buka, Ali baru menyediakan untuk dibawa pulang dengan box berlogokan nama dagangannya. Namun, karena teman-teman Ali ingin berkumpul, mereka semua pun membuka minuman Thai tea terlebih dahulu dan memakan bakmi dengan sembunyi-sembunyi seperti sedang makan siang di bulan puasa.


"Kamu capek nggak? kalo capek istirahat dulu aja," ucap Ali pada Dewi yang ikut membantu menutup cup minuman depan sebuah mesin berukuran sedang. Dewi juga yang menyusun box dan cup ke dalam kantong plastik agar muat dan aman.


Dewi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, rasanya terlalu bersemangat untuk hari ini dan tidak ada rasa lelah sedikitpun. "Harusnya aku yang nanya itu Al, kamu pasti capek belum duduk dari tadi," ucap Dewi.

__ADS_1


Kegiatan memasak pun dipenuhi tanya jawab yang ringan dan membuat Ali tetap fokus pada memasaknya. Setelah semua pesanan selesai, Ali pun bergabung kembali bersama teman-temannya membawa Dewi yang terlihat masih cukup canggung pada teman-teman Ali. "A, ada pesanan online lagi 2!" teriak Acha saat Ali baru saja duduk.


Hari itupun cukup membuat mereka senang, tak menyangka jika usaha Ali akan disambut dengan sangat indah seperti ini.


**


Beberapa bulan berlalu, sibuknya berjualan membuat rencana tunangan Ali dan Dewi akhirnya bisa terwujud di tanggal yang sudah mereka rencanakan sebelumnya. Mereka melangsungkan tunangan di sebuah cafe tempat Dewi berkerja baru 2 bulan ini, tak ada teman-teman yang diundang, hanya keluarga besar dari kedua belah pihak. Seorang ustadz yang di bawa keluarga Dewi adalah ustadz yang menjadi guru mengaji Dewi saat kecil.

__ADS_1


Saat acara foto pun semuanya dihiasi senyuman dan tak ada yang mengetahui jika Dewi dan Ali sudah mulai memasukkan DP untuk WO, dekorasi dan sudah menentukan tanggal pernikahan yang cocok di pertengahan tahun depan. Keduanya sudah merasa cocok dan di usia yang menginjak 23 tahun akhirnya Dewi akan menikah. Sesuatu hal yang tak pernah diduga sebelumnya, kehilangan seseorang di masa lalu rupanya membuat Dewi berhasil menemukan pasangan yang sesungguhnya, seorang laki-laki yang begitu sabar dan tentunya serius dalam menjalani hubungan.


...-Ending-...


***


Cerita ini sebenarnya diangkat dari pengalaman nyata seseorang, banyak lika-liku yang sebenarnya mereka alami pada kenyataannya, bukan hanya beberapa yang dituliskan saja.

__ADS_1


Beberapa nama tokoh, tempat dan alur ada yang diubah karena cerita asli sangatlah panjang dan menguras emosi.


Saat ini Ali dan Dewi sudah menikah, mereka sedang menantikan anak pertama mereka yang beberapa bulan lagi akan lahir. Mohon doakan yang terbaik untuk Dewi dan Ali ya semua🥰 semoga cerita ini cukup menghibur waktu luang kalian semua, luv u all.💙


__ADS_2