
Usai semuanya sudah selesai, segala permasalahan yang terjadi pun satu persatu bisa ditangani. Ali melihat ke sekeliling rumah, lalu Ali menoleh pada Dewi. "Anisa sekolah nggak?" tanya Ali.
"Sekolah nanti siang, lagian pake zoom juga jadi dia santai jam segini belum bangun," jawab Dewi. "Emangnya kenapa?"
Ali tersenyum kecil, ia mengeluarkan dua buah coklat dari dalam tas. "Ini, tadi aku mampir dulu ke minimarket buat beli coklat, satu buat kamu satu lagi buat Anisa, semalem nggak enak aku ganggu dia buat kasihin dulu hp ke kamu," jelas Ali.
Dewi yang mendengar itu pun ikut tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Dewi mengambil coklat tersebut. "Makasih ya Al, padahal nggak usah repot-repot," ucap Dewi. "Nanti aku kasihin ke Anisa kalo dia udah bangun ya."
__ADS_1
Ali mengangguk dengan cepat, dan dengan semangat juga ia menoleh pada Dewi karena mengingat sebuah rencana yang sepertinya menyenangkan untuk saat ini. "Aku udah bikin resep buat jualan nanti, sekarang kita belanja ke pasar yuk, aku mau cobain resep yang aku buat, nanti kasih komentar ya," ajak Ali. Karena ia pun merasa sedikit tak enak tidak membawa apa-apa untuk orangtua Dewi, lebih baik membuatkan makanan seperti saat ia main pertama kali ke rumah Dewi.
"Eh beneran? wah pasti enak banget!" pekik Dewi dengan bersemangat. "Bentar ya aku siap-siap dulu kalo gitu."
Selagi menunggu Dewi bersiap-siap, Ali mengeluarkan ponselnya dan mencatat ulang apa saja yang akan ia beli untuk hari ini. Untuk hari ini jika ada yang kurang bisa ia tambahkan lagi agar percobaan kedua di rumahnya semakin sempurna rasanya.
Hampir lima belas menit menunggu, Dewi pun keluar dari kamarnya dan mereka pun berpamitan terlebih dahulu pada Mama Dewi. "Hati-hati ya dijalannya, jangan ngebut," pesan Mama Dewi.
__ADS_1
"Udah, ayo naik," ucap Ali dengan semangat. Walaupun rencana ini terkesan mendadak namun tetap saja ia begitu bersemangat karena merasa senang hubungannya bisa baik seperti semula bersama Dewi.
Selama diperjalanan, mereka saling bertukar cerita dan tidak membahas apapun yang berkaitan dengan Risda, lebih ke pembahasan mengenai rencana dagang yang mereka tunggu. "Minggu depan A Ramdan mulai ngasih uang, nanti bantuin cari roda ya, nanti juga aku mau masak kayak gini di rumah, biar orang-orang rumah juga bisa kasih nilai tentang rasa, kamu dateng ya," ucap Ali.
Terlihat dari kaca spion Dewi mengangguk dengan semangat, membuat Ali tersenyum dengan seketika. "Mau, udah lama juga aku kayaknya nggak main ke rumah kamu Al, A Ramdan apa kabar?"
"Alhamdulillah mulai membaik Dew, sekarang A Ramdan udah rajin minum obat tanpa disuruh Mama lagi, udah mulai banyak jalan-jalan juga di deket rumah, semoga nanti A Ramdan bisa sembuh total," jawab Ali.
__ADS_1
"Aamiin," balas Dewi dengan cepat.
Sesampainya di pasar mereka pun mulai memilih dan membeli bahan-bahan apa saja yang sudah di catat oleh Ali, beberapa candaan dilontarkan oleh Ali seperti menanyakan nama-nama bumbu masakan pada Dewi yang minim pengetahuan tentang bumbu masak yang membuat mereka saling tertawa saat jawaban Dewi salah atau terlihat jelas mengasal.