
Ali mulai mengetik namun saat merasa tak cocok dengan kalimat tersebut pada akhirnya Ali menghapus kembali pesan tersebut. "Duh, gimana ya bales nya? bingung gue," decak Ali. Ia tidak ingin terlalu menyambut hangat kembalinya Risda, namun ia juga tidak ingin terlihat terlalu dingin pada Risda, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah menyakiti hati seorang perempuan karena takutnya semua perlakuannya itu berbalik pada sang adik. Entah kepercayaan dari mana Ali mendapatkan pemikiran itu, namun jika dipikirkan lagi hal itu termasuk baik dan tidak merugikan siapapun bukan?
Bebek yang mulai merasakan kantuknya datang kembali sedikit jengkel dengan sikap Ali yang tampak labil, hanya membalas saja begitu banyak pertimbangan padahal untuk seseorang yang ingin ia hindari. "Udah sini gue yang bales," ucap Bebek seraya mengambil paksa ponsel milik Ali, ia menghindari tangan Ali yang hendak merebut kembali ponselnya. "Udah lu diem aja, lama lu, banyak mikir buat yang gini doang," gerutu Bebek.
Ali yang memang masih bingung harus membalas pun akhirnya hanya bisa pasrah dan mempercayakan semuanya pada Bebek, jauh lebih baik ia tahu semuanya selesai dari pada harus merasa tak enak dengan caranya sendiri untuk menghindari Risda. "Jangan terlalu galak Bek, ntar si Risda nggak percaya kalo itu gue yang bales," ucap Ali membuat Bebek langsung menatapnya malas.
"Males gue dengernya Al, kalo kata si Mala Lo itu si paling, si paling lemah lembut sampe gue pengen jitak pala lu!"
"Lo kenapa marah-marah terus sih Bek? gue yang tadinya galau jadi serba salah gini," ujar Ali mengatakan semua yang ia rasakan sedari tadi.
Bebek mendengar itu langsung menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan, rupanya sedari tadi Ali tak merasa sedikit pun bersalah. "Siapa yang nggak marah, lagi enak-enak tidur dibangunin cuma buat minta saran, mana Lo lama banget buat ngebales chatnya, kalo gue jadi Lo udah jawab asal aja biar dianya males chat gue lagi," sahut Bebek.
[Sorry baru pulang kerja Ris.]
Ali mengerutkan keningnya samar, ia menatap Bebek tak percaya. "Udah? chat begitu doang?" tanya Ali.
"Iya lah gitu dong, mau gimana lagi Lo? sambil kayang?" tanya Bebek. "Lagian nggak masalah lah Al kalo Lo bersikap dingin sama cewek selain Dewi, malah bahaya kalo sampe Lo ngebales pake kata-kata lembut, bisa baper lagi tuh si Risda."
[Oh iya Ai, sekarang kerja dimana?]
__ADS_1
"Hayo Lo sekarang bales apa kalo di tanya kayak gini, nggak mungkin langsung cafe dong," ucap Ali sedikit heboh pada Bebek yang hanya menatapnya malas.
Bebek mulai kembali fokus pada ponsel Ali, ia mengetik pesan balasan yang pastinya bisa mengarah pada topik yang akan Bebek bicarakan di chat. [Sekarang jadi Barista di Cafe Ris, kalo kamu, sekarang kerja di mana?]
Bebek menekan kirim pada ponsel Ali, sepertinya sebentar lagi Risda akan masuk ke dalam perangkapnya. "Lo malah perpanjang chat kalo gitu mah Bek," protes Ali.
"Udah Lo diem aja, makannya kali-kali belajar juga cara ngejauhin cewek, bukan belajar mulu cara deketin cewek," ejek Bebek. Rasa kesalnya sedikit berkurang, tergantikan oleh rasa senang yang sedikit muncul karena merasa tertantang saat ini.
[Wah hebat, bisa bikin latte art nih. Kapan-kapan aku sama Raisya main ke sana ya, gambarin Raisya kartun kesukaannya bisa?]
Bebek menggelengkan kepalanya saat membaca balasan tersebut lalu menoleh pada Ali. "Ini mah bener-bener mau deketin Lo lagi Al, malah mau nyamperin ke kerjaan Lo lagi," ujar Bebek.
"Tenang, udah gue bilang serahin aja sama gue Al. Nih caranya, liat baik-baik," perintah Bebek.
[Boleh, sekalian juga aku mau kenalin pacar aku yang sekarang, dia suka anak kecil juga Ris, pasti dia sayang juga sama Raisya.]
Bebek tertawa kecil, membayangkan reaksi kecewa Risda yang saat ini sedang terjadi, pastinya harapan Risda untuk kembali pada Ali langsung lulus dan akan menyerah sebentar lagi. "Bentar lagi juga dia yang blok nomor Lo dengan sendirinya Al, dijamin dia pasti nggak akan ganggu Lo lagi," ucap Bebek.
Ali yang tidak ingin mendapatkan amukan Bebek lagi hanya menganggukkan kepalanya setuju, percuma juga menjawab ucapan Bebek jika pada akhirnya ia harus mendapatkan amukan dari Bebek. "Tumben nih lama," ucap Bebek saat mereka memperhatikan ponsel Ali yang sepi, tak ada satupun pesan masuk bahkan dari grup satupun.
__ADS_1
[Oh Ai udah punya pacar?]
[punya, insyaallah kalo pendemi udah membaik aku mau tunangan, nanti dateng ya sama suami kamu, belum sempet kenalan waktu itu.]
"Wah parah," komentar Ali saat melihat balasan Bebek.
[Suami aku nggak berubah Ai, baru 2 tahun kita baikan ternyata dia selingkuh lagi.]
Bebek berdecak pelan sambil menggelengkan kepalanya. "Untung Lo mau menghindar Al, tadinya Lo mau di jadiin pelampiasan," ucap Bebek.
Belum sempat Bebek membalas, pesan masuk kembali muncul.
[Maaf ya udah ganggu Ai hari ini, semoga langgeng sama pacarnya. Doa yang terbaik buat Ai, semoga dia nggak sia-siakan laki-laki sebaik Ai ya. Udah malem juga, aku pamit dulu ya Ai.]
Sedikit tak enak kembali di rasakan Ali karena sudah membuat Risda sedih, namun rasanya cukup tenang karena 1 masalah sudah teratasi dengan cepat.
°°
Guys like komen jangan lupa.
__ADS_1