
Sedih memang saat mendengar peraturan baru tadi, hanya bisa menerima take away dan hal itu jelas saja akan sangat berpengaruh pada omset setiap harinya. Semua orang pun masih berkumpul di depan kasir dan mulai membagi jadwal dengan sangat adil agar terbagi dengan rata.
"Oke, jadi ini jadwal sementaranya ya, buat yang mau ganti jadwal tinggal tukeran hari aja ya sama yang bersangkutan, oke?" ucap Asti yang memang selalu paling sibuk dalam hal mengatur jadwal.
Semuanya langsung menganggukkan kepalanya setuju. "Kalo udah fotoin aja teh Asti, kirim ke grup," ucap Mila dengan suara khasnya yang seperti anak kecil.
"Semoga nggak nyampe lama ya." suara Dewi terdengar samar di samping Ali, membuat Ali langsung menoleh ada melihat wajah sedih Dewi yang menatap kertas jadwal di atas meja.
Ali mengangkat tangannya, mengacak pelan rambut Dewi yang di ikat. "Aamiin, harus tetep semangat dong Dew," bisik Ali pelan agar tidak memicu ejekan dari teman-temannya.
__ADS_1
Dewi terlihat mengganggukan kepalanya dan senyuman mulai terlihat kembali di wajah. "Semangat kok, kamu juga semangat ya," jawab Dewi dengan gerakan bibir tanpa ada suara. Keduanya pun terkekeh pelan dengan tingkah laku mereka yang sembunyi-sembunyi padahal hampir semua orang di cafe sudah tahu dengan kedekatan mereka.
"Al, bantu itung stok gudang ya, semua outlet di suruh stock of name sekarang. Yang lainnya, kalian para cewek bersih-bersih aja ya, semprot lagi desinfektan meja-mejanya, buat cowok nanti kalian angkat kursi ya. Oh iya, Asti sama Dewi cek lagi kas kecil sama itu stok roko, nanti buku laporan uang kas kecil kumpulin ke saya ya, accounting mau cek apa aja yang belum cair," jelas Pak Indah.
Karena sudah mendapatkan job desk masing-masing, mereka pun mulai bekerja sesuai arahan yang diberikan Pak Indra tadi. Saat Dewi akan berjalan ke arah kasir, Ali yang sudah berjalan terlebih dahulu menuju gudang terlihat berlari kearah Dewi. "Kenapa?" tanya Dewi bingung.
Ali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ia mengeluarkan ponsel dan memberikannya pada Dewi. "Cas-in ya, tinggal 5% lagi," jawab Ali yang langsung kembali berlari menuju arah gudang.
Sekitar 20 menit Dewi dan Asti mengecek catatan kas kecil agar tidak ada yang tertinggal, sebuah pesan masuk terdengar dari ponsel Ali, pesan tersebut sepertinya sangat urgent karena ada beberapa pesan lagi yang masuk seperti tak sabaran.
__ADS_1
Dewi yang ingin melihat terlebih dahulu pengirim pesan tersebut akhirnya menyalakan layar ponsel Ali sebelum menyerahkan ponselnya pada Ali. 6 pesan baru dari nomor tidak dikenal. Kening Dewi berkerut samar saat melihat pesan terakhir yang dikirim ke nomor itu, tanpa sadar Dewi menekan tombol panah untuk mengintip seluruh chat tanpa membukanya terlebih dahulu.
[Om Ai.]
[Om Ai kapan main? dah lama nggak jengukin dek Raisya lagi.]
[Raisya katanya kangen sama Om Ai.]
[-Voice Note-]
__ADS_1
[Sakitnya Raisya kambuh lagi, yang dia inget cuma kamu Ai.]
[Kalau ada waktu senggang jangan lupa main kesini ya Ai, maaf buat kejadian waktu itu, aku harap kamu mau buka blokiran semua nomor dan sosial aku Ai.]