
Detektif Keiko memilih berdiam diri di rumah saat dia diberi waktu untuk istirahat oleh pak Brox dalam memecahkan kasus kali ini dari pada pergi keluar bersama detektif Egan atau Birdella.
Sore tadi, saat jam kerja mereka seharusnya usai detektif Egan memilih untuk meneruskan penelusuranhnya terhadap kasus yang menyeret Diatmika di dalamnya.
“Ngapain lo masih di sini Kei?“ tanya detektif Egan saat melihat rekannya masih sibuk membolak balik satu set file di tabgannya.
Detektif Keiko yang tengah sibuk tersentak kaget dan melihat ke arah rekannya lalu berkata, “Gue lagi coba memikirkan dan mencari jawaban dari kasus ini.“
“Bukannya lo di suruh pulang sama pak Brox?“ tanya detektif Egan.
“Iya. Tapi— “
“Ngga usah banyak tapi, ngga usah banyak alasan. Sekarang juga lo pulang atau gue laprin lo ke pak Brox. Lo tahu kan apa konsekuensinya?“
__ADS_1
“Gue bakal dikeluarin dari kasus ini!?“ ujar detektif Keiko ragu.
Detektif Egan mengambil jas rekannya yang tergantung di lemari penyimpanan dan berjalan ke arah detektif Keiko. Dia membantu detektif Keiko untuk bangun dan memakaikan jaket itu kepada rekannya.
“Itu lo tahu jawabannya. Sekarang lo pulang aja dulu, besok balik lagi ke sini dengan kondisi yang jauh lebih baik dan bantu gue,” ujar detektif Egan.
“Tapi… lo sendiri malah tetap di sini, lembur demi kasus ini. Kenapa gue ngga boleh?“ rengek detektif Keiko.
“Kondisi gue jauh lebih fit dari lo, ini kenyataan. Sementara suasana hati lo sedang ngga bagus. Lo butuh istirahat Kei.“
“Oh, lo baik-baik aja ya!? Tapi tadi lo kaget banget pas gue panggil. Itu bertanda lo kurang fokus.“ Tentu saja detektif Egan yang terkenal keras kepala tak ingin kalah bereebat dari rekannya.
“Tadi gue lagi mikir bukan ngelamun,” detektif Keiko belum juga mau menyerah.
__ADS_1
“Telepon deh Birdella, mungkin dia bisa ngajak lo keluar buat santai sejenak. Makan makanan kesukaan lo, duduk di tempat favorit lo atau hanya sekedar jalan kaki santai sampai ke rumah,” detektif Egan mengusulkan.
“Tapi— “
“Ayo cepat jalan, jangan sampe pak Brox masih lihat lo. Dia udah mau pulang sebentar lagi.“ Detektif Egan berkali-kali melihat ke arah jam tangannya.
Dengan malas akhirnya detektif Keiko memenuhi keinginan rekannya yang terlihat sangat tak sabar untuk mengusirnya keluar dari ruangan mereka itu.
Setelah mengenakan jaket dan mengambil kunci mobil yang dia letakan di dalam lacinya, detektif Keiko pun akhirnya beranjak meninggalkan ruangan kerjanya dan membiarkan detektif Egan untuk lembur demi kasus ini. Detektif Keiko berjanji pada dirinya sendiri bahwa besok akan menjadi harinya untuk kasus ini.
Dan akhirnya, malam ini di sinilah dia berada. Di dalam rumahnya yang sepi namun penuh rasa kehangatan. Rumah yang sudah dia tempati sejak pertama kali bergabung dengan kepolisian.
Segelas teh hangat buatannya sendiri dan sepiring kue kering buatan mamanya kini menemaninya menikmati nyanyian hujan rintik-rintik yang membuatnya merasa nyaman, rasa yang selama beberapa hari ini tak dia dapatkan dimana pun.
__ADS_1
Detektif Keiko duduk di sofa panjang kesayanganya, televisi yang menyala hanya membuatnya merasa tak sendiri di dalam rumah namun tak dia perhatikan sama sekali acara apa yang sedang ditayangkan.