Kode 810 : Hilangnya Diatmika

Kode 810 : Hilangnya Diatmika
Bab Lima pulih tiga


__ADS_3

Setelah mendapatkan pengakuan dari Sarah kedua detektif langsung berangkat menuju ke galeri seni untuk menangkap Dalmar dan menyeretnya ke kantor polisi.


Tanpa banyak berpikir, detektif Egan memarkir mobil dinasnya di depan pintu masku galeri, menghalangi siapa pun untuk keluar dan masuk. Namun belum jauh dari pintu masuk galeri, detektif Egan dan Keiko dihentikan oleh resepsionis yang biasa menerima mereka.


“Apakah anda berdua ingin menemui pak Dalmar?“


“Bagaimana kamu tahu?“ tanya detektif Egan.


“Seharian ini pak Dalmar terlihat aneh, dan dia baru saja pergi dengan tergesa-gesa,” jawab resepsionis itu menerangkan kondisinya.


“Apa kamu tahu Dalmar pergi kemana?“ tanya detektif Keiko.


“Tadi pak Dalmar meminta saya untuk mengambilkan passport miliknya yang disimpan oleh pak Gilen. Menurut saya kemungkinan pak Dalmar akan pergi ke luar negri.“


Mendengar jawaban itu, detektif Egan dan Keiko menguvapkan terima kasih atas informasi yang diberikan oleh resepsionis itu dan bergegas naik ke dalm mobil mereka dan berusaha mengejar Dalmar.


Sesampainya kedua detektif ke Bandara, mereka tak lagi menemukan kendala berarti. Bahkan petugas bandara yang sempat menahan mereka beberapa hari lalu waktu mengejar Gilen kini justru membantu membukakan pintu dan itu membuat pekerjaan kedua detektif sedikit lebih ringan.


Dengan melemparkan senyuman, kedua detektif itu melewati petugas bandara tersebut.


Beruntung sekali kali ini pintu garbarata menuju pesawat yang kemungkinan akan membawa Dalmar ke negaranya masih terbuka dan kedua detektif itu menambah kecepatan langkah mereka.

__ADS_1


Di depan garbarata itu berdiri dua orang pramugari yang menyambut kami dengan senyuman hangat.


“Tiket anda tuan!?“ pinta salah satu pramugari itu.


Detektif Egan mengelurkan lencanya dan menunjukannya kepada sang pramugari.


“Kami sedang mengejar tersangka penghilangan nyawa seseorang,” ujar detektif Egan memberitahu.


Kedua mata pramugari itu terbelalak namun dia tak segera memberi ijin detektif Egan masuk ke dalam pesawat. Tapi dengan cepat pramugari itu bertindak mendekati temannya yang lain dan berbisik.


“Tolong anda tunggu sebentar,” ujar pramugari itu dan rekannya itu bergerak cepat menghilang dari tempat itu.


“Kami khawatir tersangka kami akan melarikan diri bersama pesawat itu,” ujar detektif Egan.


Tak lama kemudian, pramugari yang tadi meninggalkan tempat itu kembali bersama seorang laki-laki.


“Saya supervisor yang bertugas hari ini pak. Saya sudah berkoordinasi dengan atasan saya dan beliau mengijinkan anda berdua untuk masuk,” ucap laki-laki yang baru datang itu.


“Terima kasih banyak,” tutur detektif Keiko dan dia pun segera melewati garbarata diikuti oleh detektif Egan di belakangnya.


Begitu mereka memasuki pintu pesawat, dua orang pramugari di depan pintu mempersilahkan detektif Egan dan Keiko untuk masuk dan sepertinya mereka sudah mendapatkan arahan dari atasan mereka.

__ADS_1


Setelah menganggukan kepala, kedua detektif kembali menelusuri lorong pesawat mencoba mencari keberadaan Dalmar.


Namun sayang mereka tak menemukan Dalmar di kursi mana pun.


“Apa kita salab pesawat?“ tanya detektif Keiko pada rekannya.


“Atau jangan-jangan serepsionis itu membohongi kita?“ timpal detektif Egan merasa kesal.


Detektif Keiko berjalan mendekati kedua pramugari dan bertanya, “Apakah keberangkatan kali ini penumpang penuh?“


“Hari ini kursi kami full detektif,” jawab pramugari.


Detektif Keiko kembali ke lorong dan menemui rekannya sekalian memeriksa setiap kursi sekali lagi dan dia menemui bahwa ada sebuah kursi kosong di salah satu barisan.


“Coba lo perikasa toilet,” bisik detektif Keiko.


Mendapat arahan dari detektif Keiko, detektif Egan langsunv melangkah menuju toilet pesawat dan mengetuk pintunya namun tak ada yang membuka dan memeberi respon. Ketika detektif Egan berusaha membuka pintunya justru terkunci.


Dengan yakin detektif Egan mendobrak pintu toilet itu dan menemukan Dalmar berada di dalam toilet dan berusaha menyerang detektif Egan, namun dengan cepat detektif Keiko menembak Dalmar dengan pistol listrik yang dia bawa.


Setelah Dalmar tergelatak tak berdaya, detekrif Egan dan Keiko segera mwringkus Dalmar dan membawanya keluar pesawat.

__ADS_1


“Kerusakan pada pintu toilet pesawat akan diperbaiki oleh negara,” ujar detektif Egan sambil mendorong keras Dalmar untuk berjalan keluar pesawat.


Kedua pramugari hanya bisa tersenyum getir mendengar ucapan dari detektif Egan.


__ADS_2