Kode 810 : Hilangnya Diatmika

Kode 810 : Hilangnya Diatmika
Bab Empat Puluh Enam


__ADS_3

Detektif Keiko mencetak gambar tempat bedak itu ke atas selembar kertas dan bergegas menuju ruangan Aris.


“Lo mau kemana?“ tanya detektif Egan saat melihat rekannya beranjak dari meja kerjanya.


“Ke tempatnya Aris. Lo mau ikut?!“


Tanpa menjawab detektif Egan langsung berdiri dang berjalan tepat di belakang detektif Keiko yang masuk ke dalam lift.


Lift bergerak naik menuju lantai dimana ruangan Aris berada. Begitu lift terbuka, detektif Egan dan Keiko berjalan cepat menuju ruangan Aris.


Ketika sampai di ruangan Aris kedua detektif bisa melihat Aris yang sedang asyik dengan pekerjaannya.


TOK


TOK


TOK


Dengan pelan detektif Egan mengetuk pintu yang sebenarnya sudah terbuka itu. Aris yang sedang serius menikmati pekerjaannya kaget mendengar ketukan di pintu itu.


“Hai! Sejak kapan kalian di sana?“ tanya Aris.


“Belum berapa lama kok.“


Detektif Keiko berjalan masuk dan mencoba mencari kumpulan barang bukti dalam kasus Diatmika.

__ADS_1


“Ada yang anda cari, Kei?“ tanya Aris begitu menyadari bahwa detektif Keiko yang sibuk mencari sesuatu.


“Lo taruh dimana barang bukti tentang kasus Diatmika?“


“Oh, aku taruh di tempat aman,” jawab Aris.


Aris melangkah menjauh menjauh dari pekerjaannya dan menuju sudut ruangan dimana berada beberapa baris loker khusus.


Salah satu pintu loker dibuka oleh Aris dan di mengeluarkan sebuah nampah yang di atasnya terdapat beberapa barang bukti untuk khasus Diatmika.


Barang itu masih tersusun sama saat terakhir kali detektif Egan dan Keiko lihat beberapa hari lalu. Lalu sudut mata detektif Keiko menangkap sebuah patangan tangan yang selama ini dicurigai oleh detektif Keiko.


Detektif Keiko mengangkat patahan tangan itu setelah mengenakan sarung tangan karet dan dia detakkan dengan gambar yang sudah dia cetak di atas selembar kertas.


Detektif Keiko berusaha meneliti kedua hal di tangannya.


“Coba deh lo lihat!“ detektif Keiko memerintah.


Detektif Egan pun berjalan mendekat dan memperhatikan kedua benda di tangan rekannya dan memastikan bahwa kedua benda itu memang mirip.


“Ada apa?“ tanya Aris yang mulai penasaran saat mendengar obrolan kedua temannya.


“Kayaknya sekarang kita udah tahu tangan apa ini,” jawab detektif Keiko.


“Tangan kecil yang mirip barbie?“ tanya Aris.

__ADS_1


“Iya, tangan itu,” jawab detektif Keiko.


Aris pun ikut mendekat ke arah kedua detektif itu dan ikut memperhatikan kedua benda yang masih berada di tangan detektif Keiko.


“Bisa-bisanya ternyata tangan itu bukan tangan Barbie. Pantes berapa kali gue coba cocokin sama barbie tapi ngga ada yang cocok,” ujar Aris.


“Iya pantes aja,” timpal detektif Egan.


“Ini benda apaan sih?“ tanya Aris yang bingung sama benda yang tercetak di atas kertas.


“Coba tebak apa?“ detektif Egan justru membuat kuis untuk Aris.


“Apa ya…?“ Aris sepertinya tak menemukan jawaban apa pun.


“Ini tempat bedak,” detektif Keiko membantu Aris menjawab pertanyaan dari detektif Keiko.


“Wah, gue baru tahu kalau ada tempat bedak yang bentuknya kayak gini. Dasar perempuan, apa aja harus lucu ya,” jawab Aris.


“Ini emang bukan tempat bedak yang biasa, ini termasuk limited edition,” jawab detektif Keiko sambil meletakan tangan yang patah itu.


“Wah pantes bentukannya begini,” ujar Aris.


“Kita bisa ngecek siapa aja yang beli ngga ris?“ tanya detektif Egan.


“Karena ini limited edition bisa aja gue cari dengan syarat mereka membelinya ngga denga uang tunai,” jawab Aris.

__ADS_1


“Ngga perlu. Gue justru pengen tanya soal ini ke Sarah,” bakas detektif Keiko.


__ADS_2