Kode 810 : Hilangnya Diatmika

Kode 810 : Hilangnya Diatmika
Bab Empat Puluh Tujuh


__ADS_3

Detektif Egan dan Keiko kembali ke galeri seni dan berharap masih bisa bertemu dengan Sarah.


Detektif Egan menginjak gas mobil berusaha secapetnya sampai ke galeri seni sebelum tempat itu di tutup.


Mobil dinas detektif Egan parkir di depan galeri seni dan kedua detektif itu langsung melompat keluar dari mobil dan bergegas memasuki gedung galeri seni itu.


“Pak Gilen sedang keluar kota pak,” ujar resepsionis cantik yang biasa menyambut mereka di belakang meja pnerima tamu yang berada di tengah gelari seni namun kali ini dia sedang membantu staff lainnya merapikan beberapa banner yang berada di area luar galeri seni.


“Kami sudah tahu soal itu,” jawab detektif Keiko.


“Oh, sepertinya anda berdua berencana menemui orang lain di sini!?“ ujar resepsionis itu


“Apakah Sarah masih ada di sini?“ tanya detektif Keiko.


Belum juga resepsionis itu menjawab terdengar suara Dalmar dari arah pintu ruang Gilen, “Sarah sudah bukan dari bagian galeri seni ini. Dia sudah tak ada di sini.“


Mendengar Dalmar berkata demikian, resepsionis itu segera mengundurkan diri dari hadapan detektif Egan dan Keiko dan sibuk kembali dengan pekerjaannya.


“Ada perlu apa kalian dengan Sarah?“ tanya Dalmar saat mereka bertiga kini sudah dalam jarak yang cukup dekat.


“Anda tahu kemana Sarah pergi?“ tanya detektif Keiko.


“Maaf, saya ini tangan kanan dari pak Gilen bukan tangan kanan Sarah, mana juga saya tahu kemana dan dimana Sarah sekarang,” pekik Dalmar.


“Paling tidak beritahu kami dimana alamat rumah Sarah,” ujar detektif Egan.

__ADS_1


“Bukan urusan saya,” ujar Dalmar masa bodo.


Diantara perdebatan antara Dalmar dan detektif Egan, detektif Keiko mulai menyebar infondan meminta beberapa anggota kepolisian di beberapa divisi untuk melaporkan kepadanya jika ada yang melihat Sarah.


“Apa anda tidak khawatir jika sayabmelaporkan anda dengan tuduhan mempersulit penyelidikan anggota kepolisian?!“ ancam detektif Egan.


“Kapan saya mempersulit anda, detekttif?“ tantang Dalmar.


“Hari ini!“ timpal detektif Egan.


“Bukankah sejak tadi saya sudah membantu kalian!? Sejak awal saya sudah katakan kepada lain bahwa pak Gilen sudah berangkat ke Bandara tapi kalian justru tak percaya kepada sya,” ujar Dalmar santai.


“Kita kali ini bukan berbicara soal pak Gilen lagi,” balas detektif Egan.


Sebuah panggilan masuk ke ponsel milik detektif Keiko memaksanya untuk mengalihkan perhatiannya dari perdebatan antara detektif Egan dan Dalmar yang cukup sengit itu, bahkan membuatnya tak bisa sekali pun menyela omongan diantara mereka.


“Dengan detektif Keiko di sini,” ujarnya membuka pembicaraan.


“Detektif Keiko, ini saya Abdul,” ujar seorang anggota kepolisian dari divisi lalu lintas yang tadi membantu detektif Keiko saat macet menuju ke bandara tadi siang.


“Kenapa Abdul?“ tanya detektif Keiko yang merasa tak meminta bantuan pada Abdul kali ini.


“Katanya kamu sedang mendari seseorang?“ tanya Abdul dan detektif Keiko tersadar bahwa tadi dia menyebarkan info soal Sarah ke seruluh anggota kepolisian.


“Oh iya. Namaya Sarah dan fotonya sudah saya kirim,” balas detektif Keiko.

__ADS_1


“Saya dan tim saya menemukannya di salah satu tempat pengisian bensin di kota. Apa perlu kami menangkapnya?“ tanya Abdul menunggu sebuah arahan dari detektif Keiko.


“Saya akan sangat berterima kasih jika kamu mau membantunsaya menangkan Sarah,” ujar detektif Keiko.


“Dengan senang hati,” balas Abdul dan mengakhiri obrolan lewat ponsel diantara keduanya.


Detektif Keiko yang sudah terpacu adrenalin nya memutuskan untuk berusaha mengusai dirinya dan kembali menemui detektif Egan dan Dalmar yang mash belum berhenti berdebat.


Namun kemudian sebuah pesan masuk ke dalam ponsel detektif Keiko, sebuah pesan dari Abdul yang melaporkan bahwa dia dan timnya sudah berhasil meringkus Sarah dan membawanya ke gedung kantor dan akan dia serahkan kepada pak Brox selaku atasa a dari detektif Keiko.


Dengan hati riang dan penuh harapan, detektif Keiko memberi isyarat kepada rekannya untuk menghentikan perdebatannya denga Dalmar.


“Kita harus balik ke kantor,” ucap detektif Keiko setelah menepuk pundak rekannya itu.


Detektif Egan yang sudah mengerti langsung bergegas mengikuti detektif yang berjalan lurus keluar dari galeri seni itu.


Begitu memasuki mobil yang tengah terparkir di depan galeri seni, sambil menyalakan mesin mobil akhirnya detektif Egan meluapkan rasa penasarannya.


“Kenapa tiba-tiba balik ke kantor?“


“Abdul, anggota kepolisian dari divisi lalu lintas yang tadi bantu kita pas macet menuju bandara bilang dia sudah menemukan Sarah,” detektif Keiko menerangkan.


“Dimana? Berarti kita harus tangkap Sarah?“ tanya detektif Egan.


“Ngga perlu. Abdul udah bantu kita nangkep sarah dan sekarang dia seharusnya udah ada di ruang intogerasi di divisi kita.“

__ADS_1


__ADS_2