
Sepertinya, lerkataan dari detektif Egan itu memiliki dampak yang luar biasa bagi Gilen. Sikap sombongnya mendadak hilang berganti sikap linglung dan tubuh yang lemas.
Seolah tersambar petir di siang hari yang terik, Gilen tak pernah memperkirakan hal ini akan terjadi pada dirinya.
“Bagaimana pak Gilen, apa ada perkataan saya yang salah?“ kini dteektif Egan merasa semakin perdaya diri setelah melihat reaksi dari Gilen saat ini.
“Dalmar!“ teriak Gilen seolah orang kepercayaannya itu berada di tempat yang jauh padahal Dalmar juga berada di ruangan yang sama dengannya.
“Iya pak!“ sahut Dalmar denga sigap.
“Bawa keluar Sarah dan kedua detektif ini dari sini, dari ruangan saya ini,” ujar Gilen masib teriak.
“Baik pak!“ sambut Dalmar.
“Tapi urusan kita belum selesai,” ujar detektif Keiko berusaha mempertahankan berdirinya di ruangan itu.
Pertama-tama Dalamr meilih mengeluarkan Sarah terlebih dahulu karena dia tahu bahwa mngeluarkan Sraah tidak perlu tenaga ekstra.
Setelah Sraha keluar, Dalmar kembali masuk membawa beberapa bawahannya dan berusaha menyeret detektif Keiko dan Egan kekuar dari ruangan Gilen untuk yang kesekian kali.
“Kami masih perlu berbicara dengan anda pak Gilen,” ujar detektif Egan yang berusaha melepaskan diri dari para bawahan Dalmar.
“Tolonglah pak detektif,” ujar Dalmar.
__ADS_1
“Kapan kami diperlakukan baik dan tak diseret sepeti ini,” pekik detektif Keiko.
Namun karena mereka kalah angka dan tenaga pada akhirnya mereka terseret keluar ruangan Gilen juga.
Detektif Egan dan Keiko merapihkan pakaian mereka yang berantakan setelah mereka berhasil melepaskan diri dari para petugas keamanan galeri seni.
“Saya tidak bisa janjikan apakah besok pak Gilen mau menemui kalian tapi cobalah datang lagi besok. Sepertinya kondisi pak Gilen saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ujar Falamar yang kemudian berlalu bersama anggotanya yang lain.
*********
Karena merasa bahwa kemarin mereka tak bisa menemukan jawaban yang memuaskan dari Gilen, maka hati ini dengan kebulatan tekad yang amat sangat kedua detektif itu kembali mendatangi galeri seni itu di siang hari setelah mereka menyelesaikan makan siang mereka yang penuh dengan protein.
Begitu memasuki geleri seni itu, kedua detektif langsung bertemu dengan Dalmar yang tengah membawa sebuah tas hitam yang terlihat penuh dan berat.
“Kalian sudah datang!?“ sindir Dalmar yang ternyata juga sudah mulai merasa terganggu.
Dalmar berjalan masuk dan diikuti oleh detektif Egan dan Keiko yang mngekor tepat di belakangnya.
Sekali lagi mereka bertemu dengan resepsionis cantik itu namun kali ini mereka hanya meliwatinya. Resepsionis itu melemparkan senyuman ramahnya seperti biasa dan di balas pula dengan ramah oleh detektif Egan dan Keiko.
Langkah detektif Keiko terhenti saat dia melihat Sarah tengah membawa sebuah kotak berukuran sedang berwarna coklat denngqn raut wajah yang sedih.
Detektif Keiko memutuskan untuk menemui Sarah yang kini berjalan menuju pintu keluar galeri seni.
__ADS_1
“Mau kemana kamu?“ tanya detektif Keiko.
“Semua gara-gara anda detektif,” ujar Sarah dengan nada kesal.
“Karena saya? Ada apa sebenarnya?“ tanya detektif Keiko lagi sambil memperhatikan Sarah dan apa yang sedang dibawanya di dalam kotak coklat itu.
“Hari ini saya sudah tak bisa pekerja di sini lagi. Pak Gilen memecat saya pagi ini,” nada bicara Sarah langsung berubah sedih saat mengatakan itu.
“Bagaiamana kamu bisa di pecat?“ tanya detektif Keiko agak kaget namun sebenarnya telag membaca situasinya dari kotak yang dibawa oleh Sarah siang ini.
Di dalam kotak itu terdabat beberapa lembar yang tak bisa dengan jelas detektif Keiko baca. Ada pula gelas bergambar wajahnya, sebuah foto Sarah bersama seorang laki-laki dengan bingkai sederhana dan sebuah benda seperti tempat bedak denga desain unik dan cantik.
“Pak Gilen tahu bahwa saya adalah mata-mata kalian,” jawab Sarah.
“Bukan karena vas yang kamu hilangkan!?“ tanya detektif Keiko.
“Pak Gilen mengatakan alasan memecat saya dengan jelas dan itu bukan karena vas itu. Lagi pula Dalmar sudah menemukananya,” balas Sarah membela diri dengan sengit.
Detektif Egan memperhatikan Sarah dengan rasa haru mendalam.
"Harusnya anda bertanggung jawab detektif. Bukankah anda sudah janji kepada saya untuk melindungi saya andai saya ketahuan pak Gilen, Anda harus tanggung jawab!" nada bicara Sarah berubah menjadi penuh amarah bergejolak
“Kita balik,” tiba-tiba detektif Egan berkata saat mendekati rekannya.
__ADS_1
“Kenapa?“ tanye detektif Keiko kebingungan.
“Percuma, Gilen ngga ada di sini.“