Kode 810 : Hilangnya Diatmika

Kode 810 : Hilangnya Diatmika
Bab Lima Puluh


__ADS_3

Mendapatkan iming-iming-iming dari detektif Keiko, membuat Sarah mulai goyah. Namun begitu dia masih mencoba mengatur strategi yang tidak akan merugikam dirinya.


Marah sarah kembali mengintip detektof Keiko berusaha membaca mimik wajah orang yang sedang duduk di hadapannya itu.


“Bagaimana Sarah?“ tanya detektif Keiko yang sadar bahwa Sarah sedang memperhatikannya walau pun wajahnya menunduk.


Namun ternyata Sarah belum juga memberi jawaban tapi detektif Keiko masih bersikap sama, dia tak sedikit pun menekan Sarah.


Sementara di ruangan sebelah, detektif Egan terus memperhatikan detektif Keiko dan Sarah dari balik cermin satu arah.


Sudah tentu detektif Egan merasa begitu gemas melihat tak ada perkembangan dalam proses wawancara di ruang interogasi.


Detektif Egan baru saja berniat keluar dari tempat itu ketika pak Brox membuka pintu ruangan itu.


“Mau kemana kamu?“ tanya pak Brox.


“Kembali ke ruang interogasi pak,” jawab detektif Egan dengan nada gusar.

__ADS_1


“Tenang! Beri kesempatan buat detektif Keiko untuk memainkan perannyandi dalam sana,” tutur pak Brox yang mengenal betil gesture tubuh yang ditampilkan oleh bawahannya itu.


“Tapi Keiko terlalu mengulur waktu pak,” seru detektif Egan sambil melonggarkan kepalan tanganya.


“Kita sama-sama tahu bahwa orang yang paling ini kasus ini segera terselesaikan dan menangkap siapanpelakunya adalah detektif Keiko. Kita harus percaya dengan apa yang sedang dilakukannya,” kembali pak Brox berkata berusaha menenangkan detektif Egan.


Mendengar perintah dari atasannya walau dengan berat hati namun detektif memilih untuk berdiam di ruangan itu memperhatikan kelanjutan proses wawancara di ruangan sebelah bersama dengan pak Brox.


Sudah hampir setengah jam namun dari ruangan interogasi belum terdengar lagi satu kata pun. Baik detektif Keiko maupun Sarah terlihat maish dalam posisi yang sama tak bergeming, tak mengelurkan sepatah kata pun.


Sementara itu sebuah panggilan masuk ke ponsel detektif Egan. Dia berusaha merogoh kantong celananya tanpa mengalihkan pandangannya dari detektif Keiko dan Sarah.


“Egan, ini saya Aris,” ujar suara di sebrang sana.


“Ada apa ris? Cepat ya, gue lagi ditengah intetogasi,” ucap detektif Egan.


“Interogasi kasus Diatmika?“ tanya Aris.

__ADS_1


“Gue ngga mungkim pegang dua kasus sekaligus karena itu udah pastikan ini kasus Diatmika,” detektif Egan menjawab dengan sewot.


“Kalau begitu lo pasti butuh info ini,” tambah Aris.


Kini detektif Egan tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Aris hingga membuatnya mengalihkan fokusnya dari ruang interogasi.


“Apa ada perkembangan baru?“ tanya detektif Egan penuh rasa penasaran.


“Iya! Lebih baik anda ke sini buat ambil dokumen dan mengatahui info terbarunya,” balas Aris.


“Oke. Gue ke sana sekarang!“ ucap detektif Egan sambil menutup teleponnya.


Melihat detektif Egan mulai gusar setelahbmenerima telepon maka pak Brox pun bertanya, “Ada apa?“


Sambil berjalan membuka pintu, detektif Egan mengatakan, “Aris menemukan bukti baru dan sepertinya kita akan menemukan siapa pelakunya.“


Setelah mengatakan hal itu detektif Sgan langsung bergegas menuju lift dan memencet tombol menuju ruangan Aris.

__ADS_1


Lift sempat berjalan lambat karena beberapa kali harus berhenti di lantai dimana beberapa orang anak ikut naik ke dalam lift itu.


Dengan tidak sabar, begitu lift terbuka di lantai tempat Aris sedang menunggunya detektif Egan langaung menerobos keluar dari lift dan mempercepat langkahnya untuk bisa segera menemui Aris.


__ADS_2