
Setelah memacu mobil yang dikendarainya dengan kecepatan maksimal yang diperbolehkan oleh pihak kepolisian, akhirnya detektif Egan dan Keiko sampai juga di gedung kantor mereka.
Walau perut detektif Keiko terasa amat perih karena dia baru sadar kalau sejak siang tadi dia belum memberi asupan apapun ke dalam almbungnya, namun dia memilih untuk menahannya dan bergegas untuk sampai ke lantai divisinya.
Pintu lift yang lama terbuka membuat detektif Keiko semakin tak sabar, dia pun memutuskan untuk bergerak naik menggunakan tangga darurat dan diikuti oleh detektif Egan.
Lantai divisi mereka tidaklah tendah hingga membuat tenaga mereka terisi jad semakin melemah. Namun dengan sisa tenaga yang dimilik, kedua detektif itu terus bergerak naik hingga akhirnya mereka sampai di lantai divisi mereka.
Pak Brox yang baru keluar dari ruangan interogasi langsung memberikan info kepada keduanya, “Ada seseorang di dalam sana. Menurut divisi lalu lintas namanya Sarah dan kamu yang memintanya untuk ditangkap. Betul begitu detektif Keiko.“
“Betul pak!“ tegas detektif Keiko sambil mengatur nafasnya.
“Apa ini ada hubungannya dengan kasus Diatmika, Odel dan Erik?“ rasa penasaran pak Brox terusik.
__ADS_1
“Betul pak. Kami sedang menyelidiki Sarah,” kali ini detektif Egan yang menjawab.
“Baikalah kalau begitu. Kalian bisa menginterogasi Sarah tapi minum dulu dan atur nafas kalian sebaik mungkin,” tukas pak Brox lalu berjalan menjaub menuju ruangannya.
Kedua detektif yang patuh terhadap aturan punmelakukan apa yang diperintahkan oleh pak Brox. Sebelum masuk ke ruang interogasi mereka terlebih dahulu masuk ke pantry dan mengambil minum lalu menagtur nafas sebaik mungkin.
Setelah sudah yakin bahwa kondisi mereka sudah cukup baik, keduanya saling memberi isyarat bahwa mereka telah siapa dan berjalan beriringan menuju ruang interogasi.
Begitu pintu dibuka, kedua detektif langsung berhadapan dengan Sarah yang telihat amat cemas. Begitu Sarah melihat detektif Keiko, dia langsung berlari menuju detektif Keiko.
“Duduklah dulu,” perintah detektif Keiko.
“Tidak, saya tidak mau duduk,” Sarah memperlihatkan sikap atuhnya terhadap perintah detektif Keiko.
__ADS_1
“Apakah kamu ngga capek dari tadi berdiri,” sindir detektif Egan.
Sarah melihat ke arah detektif Egan dan mulai memlihat dari ujung sepatu hingga ke arah kepala tanpa serius memandang muka detektif Egan.
“Anda sedang meremahkan saya,”ketus Sarah.
Sebuah ketukan di pintu ruang interogasi menghentikan kbrolan antara detekrif Egan dan Sarah. Setelah diijinkan untuk masuk, seorang anggota di divisi itu masuk dan membawakan sebuah map coklat yang cukup tebal dan diserahkan kepada detektif Keiko.
“Titipan dari lak Brox,” ucapnya.
“Oh iya, terima kasih,” ujar detektif Egan mewakili rekannya.
Setelah anggota kepolisan itu keluar, sekali lagi detektif Keiko membujuk Sarah untuk duduk agar mereka bisa ngobrol santai.
__ADS_1
Jujur saja, detektif Keiko benci pikirannya sendiri tentang bagaimana jika ternyata benar Sarah adalah pelaku dari kejahatan penghilangan nyawa seseorang yang sudah dia anggal sebagai adiknya sendiri, Diatmika.
Namun demikian, detektif Keiko harus bisa mengeyampingkan perasaan itu guna menyelesaikan kasus ini. Karena selesainya kasus ini serta menemukan siapa pelakunya bukan ha ya membuatnua merasa tenang namun juga perasaan tenang untuk bu Alana, ibu dari Diatmika yang selama ini menunggu jawaban serta kepastian atas ujung dari kasus ini.