
Begitu pintu lift yang penuh itu terbuka, detektif Egan langsung mendesak keluar dan berjalan lurus menuju ruangan Aris yang berada di bahian tengah lantai yang terkesan lebih modern dari lantai lainnya di gedung kantor itu.
Dari balik kaca pembatas tiap ruangan detektif Egan dapat melihat dengan jelas Aris yang sedang memegang sebuah map coklat dengan gestur tubuh yang gelisah.
“Apa yang lo dapatkan?“ tanya detektif Egan langsung menyerang Aris dengan sebuah pertanyan.
“Egan, anda kan tahu bahwa selama beberapa hari ini saya sedang berusaha mencari siapa pemilik sidik jari yang ada di lukisan yang kakian temukan di tempat kejadian kematian Odel dan Erik,” ucap Aris.
“Kita semua tahu itu,” nalas detektof Egan.
“Saya sudah mencoba beberapa kali dan menggulang lagi dan lagi tapi tetap tak menemukan apapun,” Aris mencoba menjelaskan.
“Lalu?“ tanya detektif Egan.
“Beberapa hari lalu tiba-tiba Keiko mendatangi saya sambil membawa sebuah benda yang dia minta untuk diteliti dan disamakan dengan sidik jadi yang kalian dapatkan di tempat kejadian Odel dan Erik.“
“Lalu?“
__ADS_1
“Setelah saya coba selidik, cari tahu dan mencocokan kedua sidik jadi itu jelas sekali bahwa mereka adalah sidik jari dari orang yang sama,” Aris menerangkan.
Detektif Egan mengerutkan keningnya berharap Aris melanjutkan penjelasannya lebih detail dan sepertinya Aris mengerti dengan gestur yang diberikan oleh detektif Egan maka dia melanjutkan penjelasnnya.
“Sidik jari pembanding yang dibawa oleh Keiko adalah sidik dari yang di dapatkan di gakeri seni,” lanjut Aris.
“Kapan dia ambil?“ gumam detektif Egan pada dirinya sendiri.
“Agak sulit memang mendapatkan siapa pemilik sidik jari itu sebelumnya karena ternyata si pemilik sidik jari bukan asli warga negara sini,” ujar Aris.
“Dia bukan warga negara sini?“ detektif Egan kembali mengkomfirmasi.
Aris menyerahkan map coklat ke tangan detektif Egan dan disambut dengan cepat oleh detektif Egan.
“Dia warga negara Kuba!“ ujar Aris.
“Sudah gue duga dia adalah Dalmar!“ tegas detektif Egan.
__ADS_1
“Pemilik sidik jari itu adalah perempuan,” timpal Aris.
Pernyataan dari Aris membuat detektif Egan kembali mengerutkan dahinya merasa heran bahwa terkaannya salah.
“Lantas siapa?“
“Pemilik sidik jari itu adalah Sarah!“ jawab Aris.
Kedua mata detektif Egan terbelalak dan dia pun membuka map coklat yang berada di tangannya dan di sana tertulis bahwa pemilik dua sidik jari adalah orang yang sama yaitu Sarah.
Setelah yakin akan hal itu, detektif Egan langsung keluar dari ruangan Aris dan berniat untuk segera menemui detektif Keiko.
Namun baru saja kaki kirinya akan keluar dari ruangan itu, detektif Egan menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menghadap Aris yang tengah berdiri membisu sendirian di ruangan itu.
“Terima kasih banyak ya ris, pekerjaan lo luar biasa!“ ucap detektif Egan sambil mengangkat tinggi-tinggi map coklat yang berada di tangannya.
Mendengar ucapan dari detektif Egan itu, sebuah senyuman penuh percaya diri tergambar jelas di wajah Aris dan tentu saja dia merasa sangat berbahagia.
__ADS_1
Sementara itu detektif Egan melanjutkan langkahnya menuju lift di lantai itu yang sekali lagi begitu lama bergerak.
Detektif Egan menggerakan kaki kanannya dengan cepat sambil menunggu lift yang akan membawanya turun ke lantai dimana detektif Keiko dan Sarah berada.