Ku Tulis Namamu Di Hati

Ku Tulis Namamu Di Hati
Modal Awal


__ADS_3

William menahan kekagumannya terhadap gedung mewah yang terdiri atas 23 lantai tersebut. Setelah merasa takjub sejenak, William segera menuju lobby perusahaan untuk bertanya kepada resepsionis yang sedang bertugas.


"Permisi Nona, aku ingin bertemu dengan Nona Diana" ucap William dengan sopan.


Resepsionis tersebut memperhatikan William dengan seksama, berdasarkan jenis Id Card yang digunakan William maka resepsionis tersebut sudah menyimpulkan jika pemuda yang di depannya adalah seorang tamu.


"Siapa nama anda? Aku akan hubungi Nona Diana" jawab Resepsionis tersebut dengan ramah.


"Nama saya adalah William, saya berasal dari Kampus NY University" jawab William memperkenalkan dirinya.


"Baiklah, silahkan anda tunggu dahulu, aku akan menelepon" ucap resepsionis tersebut sambil menunjuk ke arah sofa tamu untuk menunggu.


William segera menuju sofa tamu untuk menunggu hasil klarifikasi yang dilakukan oleh resepsionis tersebut.


Sambil duduk menunggu, William membaca majalah yang sengaja disiapkan oleh perusahaan tersebut untuk dibaca. Sebuah majalah ternama di Kota NY memuat berita tentang profile serta perjalanan bisnis perusahaan Eternal Grace.


William membaca majalah tersebut dan memperhatikan dengan seksama. Mulanya, perusahaan tersebut adalah perusahaan kecil yang bergerak di bidang manufaktur.


Seiring tuntutan jaman, perusahaan Eternal Grace terus berinovasi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pasar, hingga akhirnya berhasil menjadi perusahaan yang bisa Go Public dan terkenal di Negara AS.


"Tuan, anda sudah bisa menemui Nona Diana di lantai 7 ruang 0707" ucap seorang resepsionis wanita yang tadi melayani William.


"Baiklah Nona, terimakasih atas bantuanmu" ujar William dengan sopan.


"Sama-sama Tuan" ucap resepsionis itu sambil berlalu menuju tempatnya bekerja.


William segera menuju lift dan menekan tombol 17 sebagai tujuannya. Tidak menunggu lama, lift tersebut segera tiba di lantai 17. Setelah mencari melalui petunjuk nomor yang terdapat di pintu ruangan, akhirnya William dapat menemukan sebuah ruangan yang cukup besar dan mewah.


Pada pintu tersebut tertera nama Diana Howard, membuat William teringat akan nama keluarga Justin yang baru saja merebut Catherina.


"Permisi Nona, apakah saya boleh masuk" ucap William sambil mengetuk pintu.


"Ya, silahkan masuk" sahut seorang wanita muda dengan riasan tipis.


Setelah dipersilahkan masuk, William segera masuk dan duduk di kursi yang telah disediakan.


Wanita tersebut masih tampak sibuk membolak-balikkan dokumen yang berada di atas meja kerjanya. Setelah itu ia memandang wajah William dengan seksama lalu melihat kembali ke sebuah dokumen yang baru saja ia baca.

__ADS_1


"Apakah kamu William dari NY University?" tanya wanita tersebut dengan sedikit ragu.


"Ya, itu nama saya Nona" jawab William dengan yakin.


Mendengar jawaban William, wanita tersebut mengernyitkan kedua matanya dengan ekspresi bingung. Tampilan William sangat berbeda dengan foto yang berada dalam dokumen.


"Apa ada yang salah Nona?" tanya William dengan ekspresi heran.


"Tidak, semua baik-baik saja" jawab Diana Howard sambil menggelengkan kepalanya.


"Apakah kamu sudah mengetahui alasan dirimu dipanggil ke Perusahaan ini?" tanya Diana dengan cukup serius.


"Berdasarkan informasi yang saya terima, saya berkesempatan magang selama beberapa bulan di tempat ini" jawab William.


"Ya itu benar, perusahaan akan mempekerjakan mu sebagai karyawan magang. Jika kinerjamu memuaskan maka kamu memiliki kesempatan untuk menjadi karyawan di perusahaan ini" ujar Diana memberikan penjelasan.


"Terimakasih atas kesempatan yang kalian berikan, saya akan menjalaninya dengan sebaik mungkin" jawab William dengan tenang.


Diana terlihat heran dengan sikap William yang terkesan biasa saja saat dirinya mendapat tawaran bekerja di perusahaan ini. Biasanya orang lain akan berekspresi sangat gembira jika mereka mendapatkan tawaran dari perusahaan Eternal Grace.


"Tentu saja" jawab William dengan yakin.


"Baiklah jika begitu, silahkan kamu baca secara seksama. Jika sudah, kamu bisa menandatanganinya" ucap Diana sambil menyerahkan beberapa lembar dokumen perjanjian hubungan kerja.


William dengan serius membacanya, ada klausul yang menyatakan jika William tidak akan menuntut untuk menjadi karyawan tetap serta ia harus bekerja tanpa gaji pokok. Ia hanya mendapatkan tunjangan transportasi dan uang makan selama ia menjalani proses magang.


William akan mendapatkan upah sebesar 1000 Dollar perbulan, hal ini tentu saja tidak sebesar penghasilannya saat masih menjadi pengemudi online. Kendati demikian ia menyadari jika perusahaan Eternal Grace sudah berkontribusi besar dalam memberikan beasiswa pendidikan kepadanya.


William tidak berpikir terlalu panjang, setelah memahami isi kontrak kerjasama maka ia segera menandatanganinya. Bagi William pekerjaan seperti ini akan ia jadikan sebagai pengalaman awalnya di dunia kerja.


Sementara bakatnya dalam memainkan pasar saham akan tetap ia lakukan di sela-sela waktu luangnya. Hal ini juga akan ia rahasiakan dari siapapun juga, meski itu Regina ia tidak akan memberitahukannya lebih jauh.


Diana melihat tanda tangan William sangat rapi, terlihat memang jika William adalah orang yang cerdas.


"Kau sudah bisa memulai aktivitasmu esok hari, kau akan mulai bekerja sebagai pengumpul data pada unit produksi" ucap Diana menjelaskan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan oleh William.


"Terimakasih atas penjelasannya Nona, senang rasanya bisa bergabung dengan perusahaan besar ini" ucap William sambil berdiri dan bersalaman dengan Diana.

__ADS_1


Namun Diana hanya mengangguk, ia mengabaikan uluran tangan William.


Dengan rasa canggung William menarik kembali uluran tangannya. Sambil tersenyum ia akhirnya meninggalkan ruangan Diana Howard menuju lift yang berada tidak jauh dari ruangan yang baru saja ia tuju.


"Sepertinya Nona Diana Howard cukup unik" gumam William dalam hati.


Tidak lama setelah William tiba di lobby perusahaan, ia langsung memeriksa handphonenya. Selain ada pesan dari Regina, ada notifikasi dari mobile banking jika ia sudah berhasil mencairkan penjualan sahamnya yang bernilai 7 juta Dollar.


Pada saat ini perasaan William sangat senang, ini adalah uang yang sangat besar yang pernah ia miliki seumur hidup. Dengan uang tersebut ia bisa memulai usaha, sedangkan 500.000 Dollar lainnya yang ia miliki dari Bitcoin akan ia gunakan untuk biaya hidup sekaligus cadangan jika ia mengalami hal terburuk. Meskipun ia sudah menghitung dengan teliti, ia tetap mempertimbangkan faktor human error.


Sebelum ia benar-benar keluar dari Gedung Eternal Grace, William mampir ke sebuah mesin ATM yang tersedia tidak jauh dari meja resepsionis.


William ingin mengecek uang yang diberikan oleh Regina, ia merasa tidak nyaman dengan sikap Regina yang berlebihan. Terkait dengan uang, saat ini ia tidak kekurangan uang. Setelah memasukkan kartu Debit pada mesin ATM, ia memasukkan nomor PIN sesuai dengan tanggal lahir Regina.


William sangat terkejut sesaat layar monitor menampilkan besaran saldo yang terdapat dalam kartu tersebut. Terdapat uang sebesar 1 Juta Dollar di dalam kartu debit tersebut, hal ini tentu saja membuat William tercengang.


William benar-benar tidak habis pikir dengan sikap baik Regina. Meskipun Regina merupakan keturunan orang kaya, namun memberikan uang sebesar itu begitu saja sama dengan perbuatan yang konyol.


Setelah berusaha untuk tenang, William segera mentransfer uang tersebut ke dalam tabungannya. Ia sudah membahas tentang uang ini kepada Regina, namun sikap keras kepala Regina tidak dapat ditaklukan oleh William begitu saja.


"Aku akan melakukan yang terbaik, aku takkan menyia-nyiakan semua sikap baikmu padaku" gumam William dalam hati.


Pada saat ini bayangan Regina kian melekat di dalam ingatannya, terkadang William merasa konyol karena sudah terlalu sering mengabaikan Regina di masa lalu. Ia terlalu buta dengan perasaannya sendiri terhadap Chaterina, kini ia baru menyadari jika Regina adalah cinta sejatinya.


Regina bisa mencintai William di saat ia sedang tidak memiliki apa-apa. Hal ini justru sangat jarang dilakukan oleh wanita, apalagi Regina adalah wanita yang kaya raya.


William merasakan hal baik kini mulai menyertai dirinya, tanpa sadar rasa bahagia tersebut membuat sesuatu hal aneh mengalir di dalam dirinya. Jika saja orang-orang memperhatikan, tubuh William seperti mengeluarkan cahaya keemasan yang samar.


Tanpa membuang waktu lebih lama, William segera berjalan menuju pintu luar perusahaan untuk kembali ke apartemennya. Dari kejauhan, ia diperhatikan oleh resepsionis yang semula melayaninya di ruang tunggu.


"Sepertinya orang itu berhasil diterima kerja di tempat ini" gumam pelayan tersebut sesaat setelah melihat William yang sangat gembira.


William kini sudah berada Apartemen Avenue Park lantai 15, di dalam kamarnya ia segera membuka laptopnya. Karena hari masih siang, ia melihat aktivitas pergerakan harga saham serta nilai tukar Dollar yang terus menguat.


Setelah meyakinkan dirinya, dengan seksama William membuka peluang bitcoin di Kota NY. Setelah melakukan beberapa perhitungan lagi, William akhirnya memiliki kepercayaan yang lebih tinggi.


William tanpa ragu menginvestasikan 8 Juta Dollar yang ia miliki. Semula uangnya sejumlah 7 Juta Dollar, setelah mendapatkan tambahan dari Regina sebesar 1 Juta Dollar maka ia semakin berani untuk mempertaruhkan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2