
Sementara itu, di sebuah kamar tampak seorang gadis sedang menangis. Wajahnya sembab dan rambutnya terlihat terurai dengan tidak karuan, ada jejak kesedihan mendalam di hatinya.
Sejak hubungannya diketahui oleh kedua orang tuanya, Regina mendapatkan tekanan yang luar biasa. Hanya karena ia berhubungan dengan William yang merupakan pria miskin, ayahnya mengancam akan menghabisi William dan keluarganya jika Regina tidak segera mengakhiri hubungan percintaannya.
"Wil, maafkan aku telah membuat dirimu berada dalam kesulitan" ucap Regina sambil terisak menahan kesedihannya.
Regina tidak ada pilihan, namun ia juga sangat mencintai William yang baru saja mereka resmi berpacaran. Bahkan dalam beberapa hari ke depan Regina sudah berjanji akan ke Kota NY untuk menemui William.
Namun sebelum rencana tersebut terlaksana, ia sudah dipaksa berpisah dengan cara yang sangat menyakitkan. Dalam hal ini, Regina merasa bersalah kepada William. Regina selalu teringat akan janji manis mereka untuk bersama dan saling mendukung.
Di tengah keputusasaannya Regina berencana akan melakukan perbuatan bunuh diri, ia tidak bisa berpisah dengan William. Sejak menutup dirinya di dalam kamar, ia tidak makan apapun.
Rasa cintanya sudah terlalu dalam untuk pria yang sudah ia kenal sejak awal masuk kuliah.
Keesokan paginya, di Kota NY tampak William seperti biasa melakukan kegiatan rutinnya untuk melakukan olahraga. Sejak jam 05.30 pagi ia sudah bergerak aktif menggerakkan anggota tubuhnya di jalanan utama yang menghubungkan antara Hotel dengan tempatnya bekerja.
Sebelumnya William menggunakan Treadmill untuk berolahraga di dalam ruangan, namun setelah peristiwa semalam ia tidak membawa peralatan tersebut ke Hotel tempatnya menginap.
Setelah satu jam berada di luar, kemudian ia kembali ke kamar Hotelnya untuk mandi dan bersiap sarapan. Sebelumnya William sudah memesan sarapan agar diantar ke dalam kamarnya.
Setibanya di kamar Hotel ia segera membersihkan diri agar terlihat lebih segar, sementara Jasmine masih berada di dalam kamarnya.
"Tok"
"Tok"
__ADS_1
Tidak mau rekannya terlambat masuk kerja, William mengetuk pintu kamar Jasmine untuk membangunkannya.
"Jasmine bangun, sudah siang" suara ketukan pintu yang diiringi suara William terdengar sayup di telinga Jasmine.
"Ya, aku sudah bangun" ucap Jasmine dengan enggan.
Kepalanya sedikit pusing karena menahan kantuk, ia baru saja tidur beberapa jam yang lalu. Namun ia harus segera bangun untuk memulai aktivitasnya hari ini.
"Silahkan sarapan dahulu" ucap William saat melihat Jasmine yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Kamu sudah mau berangkat sekarang?" tanya Jasmine penasaran.
"Benar, aku akan berangkat terlebih dahulu. Jangan sampai orang lain tahu jika kita tinggal bersama" ucap William yang baru saja selesai sarapan.
Ia hanya menatap William dengan kagum, "Semangatnya dalam bekerja memang luar biasa. Meskipun ia hanya pekerja magang, namun ia seperti tidak pernah patah semangat dan selalu bertanggungjawab atas pekerjaannya" gumam Jasmine pelan.
"Eh tunggu.. Gajinya sebagai karyawan magang tidak seberapa dan hanya cukup untuk biaya transportasi dan makan. Lalu bagaimana caranya ia bisa membayar kamar ini?" ucap Jasmine dengan ekspresi bingung.
"Baiklah, nanti sepulang kerja aku akan mengobrol, lagian ia juga belum mengirimkan nomor rekening" gumamnya dalam hati sambil menikmati sarapan.
Setibanya di kantor William segera menyiapkan beberapa bahan laporan yang rencananya akan ia berikan kepada Diana untuk menunjang temuannya kemarin. Hari ini akan ada rapat direksi, jadi Diana akan memaparkan laporan tri wulan kepada jajaran direksi.
Tidak hanya Diana, tetapi Jasmine juga akan mengikuti rapat yang sama. Oleh karena itu setibanya di kantor Jasmine juga langsung menyiapkan bahan rapat yang dibutuhkan. Namun ia juga menyempatkan diri untuk mentransfer uang senilai 1,1 Miliar Dollar hasil penjualan apartemennya untuk menambah saham yang ia miliki.
Jika harga normal apartemen tersebut bisa dijual dengan harga 1,5 Milliar Dollar, namun karena situasi yang mendesak dengan berat hati Jasmine harus melepas tempat tersebut sesuai kehendak pembeli yang ternyata masih sahabatnya sendiri.
__ADS_1
Hutang keluarganya bernilai puluhan miliar Dollar, hutang tersebut akibat penggelapan dana perusahaan oleh pamannya sendiri serta adanya investasi palsu.
Pada siang harinya sewaktu istirahat, William menyempatkan diri untuk melihat perkembangan laporan saham secara online.
Di laporan pergerakan saham, terlihat jika saham yang ia investasikan kini sudah mulai bergerak naik. Setengah hari dari pembukaan pasar bursa, harga saham e-commerce yang dibeli oleh William kini sudah terkerek naik di angka 100 Dollar perlembar saham. Dalam hitungan jam itu para pemain saham mulai bergeliat kembali, perusahaan yang sepertinya akan bangkrut kini secara perlahan mulai merangkak naik.
William tentu sangat senang, uang yang ia investasikan sudah berlipat ganda hanya dalam waktu sehari. Namun ia tidak menjualnya buru-buru karena menurut analisanya ini hanyalah baru permulaan.
Hingga menjelang penutupan pasar saham, harga saham yang ia investasikan sudah bernilai 150 Dollar perlembar saham, ini berarti ia sudah mengantongi 3,75 Miliar Dollar dalam sehari.
Tanpa menunggu lama lagi ia segera melepas seluruh saham tersebut ke pasar, ia yakin ini adalah harga terbaik yang ia dapatkan.
Sementara itu, di ruang rapat direksi tampak Diana sedang mempresentasikan hasil temuan yang dilaporkan oleh William sebelumnya. Berdasarkan hasil temuan tersebut, pihak direksi sangat puas dan memberikan apresiasi berupa kenaikan pangkat untuk Diana Howard.
Disisi lain, Jasmine yang belum meningkatkan penjualan diminta untuk menaikkan target penjualan ke arah yang lebih baik. Hal ini berhubungan dengan pembagian deviden perusahaan yang beberapa bulan lagi akan dilaksanakan.
Rapat yang berjalan cukup alot tersebut telah melewati waktu istirahat serta terus berlanjut dan baru selesai ketika jam pulang kantor. Jasmine yang kelelahan segera pulang dan kembali ke Hotel. Hari ini ia tidak sempat memantau pergerakan saham, kesibukannya telah menyita waktu dan perhatiannya.
Setibanya di Hotel ia tidak melihat William, namun ia dapat melihat dari sepatu kerja yang sudah ada di tempat penyimpanan. Tanpa banyak berpikir ia segera mandi untuk menyegarkan dirinya dan mengganti pakaian dengan pakaian santai.
Setelah lelahnya berkurang ia segera membuka handphonenya yang dari tadi siang tidak sempat ia buka. Di aplikasi WhatsApp nya ratusan pesan belum sempat dibaca, terutama notifikasi dari grup pialang saham.
Saham yang dibeli oleh Jasmine ternyata mengalami penurunan harga yang sangat drastis, harga yang semula 150 Dollar perlembar kini sudah berubah menjadi 1 Dollar perlembar.
Jasmine sendiri sudah menginvestasikan seluruh uangnya dari penjualan aset dengan total dua miliar Dollar. Kini dengan kondisi tersebut uang yang dimiliki oleh Jasmine berkurang drastis menjadi 13,3 Juta Dollar saja. Dalam sehari ia sudah kehilangan hampir dua miliar Dollar, tentu saja hal ini hampir membuatnya gila setengah mati.
__ADS_1