
Di pagi itu suasana kediaman rumah Bill Koch mendadak heboh, semua karena Jasmine yang memberi tahukan kabar kedatangan pimpinan Bank Royal dan beberapa orang pemilik saham.
Bill Koch dan istrinya segera bersiap, mereka tidak bisa mengacuhkan kedatangan orang seperti Andrew yang selalu sibuk dan sulit dihubungi. Hal ini wajar karena keluarga Koch adalah keluarga kelas dua, hanya Keluarga dari kelas satu yang berhak mendapatkan perhatian orang selevel Andrew.
Namun pada saat ini, berita kedatangan Andrew adalah hal terbesar yang pernah terjadi di kediaman Bill Koch.
William yang berada di dalam kamar Jasmine kembali membuka handphonenya, di sana juga terdapat notifikasi email dari calon pembeli saham perusahaan teknologi informasi yang sebelumnya sudah melakukan penawaran terhadap William.
"Baiklah kami setuju untuk membeli saham mu, 3 Triliun Dollar tidak lebih" bunyi email masuk di dalam akun saham milik William.
"Oke, deal. Jam 11.30 Bank Royal" ucap William sambil mengetik balasan.
Tidak berselang lama, balasan lain muncul. "Oke"
William segera ke kamar mandi, ia membersihkan diri dan menggunakan pakaian casual nya untuk bersiap sarapan. Di depan kamar, ia menemukan Jasmine yang segera memeluknya dengan erat.
"Aku lapar.." ucap William dengan ekspresi seperti orang yang tiga hari belum makan.
Jasmine hanya tersenyum, lalu menarik tangan William menuju lantai pertama untuk sarapan. Di ruang makan tampak aneka menu sarapan sudah disiapkan oleh pelayan.
Jasmine dengan penuh perhatian menyiapkan sarapan untuk William, ia juga menuangkan minuman untuk kekasihnya tersebut.
Para pelayan yang melihat sikap Jasmine menjadi heran, sebagai Putri dan pewaris keluarga Koch baru kali ini Jasmine memperlakukan lelaki dengan penuh perhatian.
William tidak menghiraukan tatapan para pelayan, ia dengan santai melahap sarapannya. Sementara Jasmine menatap William penuh cinta, karyawan magang di perusahaannya telah membuat hidupnya berubah.
"Kenapa kamu tidak sarapan?" ucap William.
"Aku tidak terbiasa sarapan" ucap Jasmine.
"Kemari lah" pinta William.
William lalu menarik tangan Jasmine dengan lembut dan membiarkan Jasmine duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Buka mulutmu" ucap William.
Dengan patuh Jasmine mengikuti arahan William, detik selanjutnya sebuah sendok berisi sup segera masuk ke dalam mulut Jasmine.
"Bagaimana rasanya" tanya William kepada Jasmine.
"Nikmat" jawab Jasmine dengan malu-malu.
"Mulai sekarang biasakan sarapan pagi, agar tubuhmu sehat dan dapat menjalani aktivitas" ucap William sambil menyuapi Jasmine dengan perlahan.
"Baiklah Tuan William yang tampan" ucap Jasmine.
Kedekatan Jasmine dan William diketahui oleh orang tua Jasmine, namun mereka malah mengangguk puas. Awalnya mereka suka terhadap William karena hartanya, namun mereka kini menyukai William yang sama sekali tidak sombong serta tidak mau menunjukkan kekayaannya yang melimpah.
Setelah Jasmine selesai sarapan, ia segera mandi dan bersiap untuk pergi ke pusat penjualan mobil. Hari ini ia berencana membeli mobil untuk menunjang aktivitasnya, meskipun ia sudah mengatakan jika keluarga Koch memiliki beberapa mobil namun William dengan tegas menolaknya.
Menurut William, kini Jasmine adalah wanitanya jadi ia akan bertanggungjawab atas segala keperluan Jasmine. Untuk itu William sengaja membeli perusahaan Eternal Grace untuk Jasmine meneruskan operasional perusahaan tersebut.
Konflik antara Abraham yang merupakan adik dari Bill Koch membuat perusahaan terpecah, dominasi keluarga Koch semakin berkurang seiring penjualan saham yang dimiliki oleh pihak luar.
Tepat pukul delapan pagi, tiga buah mobil Rolls Royce merapat di halaman kediaman keluarga Koch. Dengan sikap penuh hormat, Bill Koch menyambut Andrew dan dua orang lainnya yang sudah ia kenal sebagai bagian dari Direksi Eternal Grace.
"Selamat datang Tuan Andrew?" sapa Bill Koch dengan hormat.
Di sebelahnya tampak William dengan santai juga ikut menyapa Andrew dan dua orang lainnya.
"Terimakasih Tuan Koch" jawab Andrew dengan sopan.
Tidak lupa Andrew juga menyapa William seperlunya, karena ia sudah diminta sebelumnya agar bersikap biasa dan merahasiakan identitas William.
Mereka berlima masuk ke ruang kerja Bill Koch, sesuai rencana William yang akan membeli 30 % saham Eternal Grace. Tidak lama kemudian Jasmine menyusul, ia akan menandatangani beberapa berkas.
Tanpa proses yang rumit, akhirnya William dan dua orang pemilik saham mencapai kesepakatan penjualan saham perusahaan Eternal Grace sebanyak 30 % dengan harga 250 Milliar Dollar.
__ADS_1
"Tuan Andrew, nanti siang saya akan ke kantor anda seperti yang saya katakan kemarin" ucap William dengan sopan.
"Baiklah, dengan senang hati saya akan menunggu anda" jawab Andrew dengan hormat.
Setelah menyelesaikan seluruh urusan, Andrew dan dua orang lainnya mohon diri untuk meninggalkan kediaman keluarga Koch.
"Wil, kamu sungguh luar biasa. Aku tidak tahu harus berkata apa?" ucap Jasmine dengan ekspresi penuh kekaguman.
"Semuanya belum selesai, berdasarkan perhitungan kita baru menguasai 50% saham. Aku masih membutuhkan setidaknya 30% lagi agar bisa menjadi pemegang saham mayoritas" ujar William dengan santai.
Mendengar ucapan William tentu saja perasaan Bil Koch merasa sangat senang, setelah kehilangan saham mayoritas keluarga, kini harapan kembalinya kejayaan keluarga Koch telah kembali.
"Wil, kenapa kamu melakukan hal ini?" tanya Jasmine penasaran.
"Semua ini aku lakukan sebagai rasa terima kasih ku kepada kalian." ucap William dengan serius.
Ayah Jasmine menjadi heran dengan ucapan William barusan, ia tidak pernah mengenal William sebelumnya apalagi merasa pernah menolong William.
"Memangnya apa yang telah kami lakukan?" tanya Jasmine dengan ekspresi heran.
"Aku bisa kuliah di kampus NY University adalah karena program beasiswa dari perusahaan Eternal Grace, bahkan setelah lulus pun perusahaan kalian masih memberikan kesempatan kerja magang" jawab William dengan serius.
Jasmine menatap lekat ke arah William, lalu memeluknya dengan erat. Ia tidak menyangka jika William benar-benar berhati emas, sungguh keberuntungan bagi Jasmine bisa bersama William.
Mendengar ucapan William, Bill Koch sangat terharu. Ia juga tidak menyangka jika hanya karena hal sederhana bisa berubah menjadi keajaiban.
"Boleh kah aku meminta satu permintaan?" tanya William memecah keharuan.
"Bisakah aku melanjutkan pekerjaan ku sebagai karyawan magang di perusahaan mu?" tanya William menggoda Jasmine.
"Konyol.. Kamu adalah CEO sesungguhnya" sahut Jasmine sambil mencubit punggung William.
"Besok aku akan mengadakan rapat pemegang saham, aku akan menghubungi beberapa orang untuk menyiapkannya. Persiapkan dirimu untuk menjadi Presiden Direktur" ujar Bill Koch penuh semangat kepada putrinya.
__ADS_1
Jasmine buru-buru melepas pelukannya, ia lupa jika di ruangan tersebut masih ada ayahnya. Dengan wajah malu ia berkata kepada ayahnya.
"Baik ayah" jawab Jasmine sambil tersenyum malu.