Ku Tulis Namamu Di Hati

Ku Tulis Namamu Di Hati
Merubah Penampilan


__ADS_3

"Mandi dulu sana, jangan bermalas-malasan atau aku akan marah padamu" balas Regina sambil tersenyum menahan tawa.


"Badanku pada pegal, sepertinya hari ini aku mau bermalas-malasan dulu" balas William yang kemudian diikuti emoticon sedih.


"Kau terlalu berlebihan, padahal apa bedanya dengan diriku" balas Regina kemudian.


"Aku sayang kamu, aku janji akan menjadi yang terbaik untukmu" balas William dengan emoticon feeling heart smiley love.


Setelah membalas chat tersebut, William segera bangkit dari tempat tidur yang biasa Regina tiduri.


"Oh God.. She's still a virgin" ucap William setelah melihat bercak noda merah yang terdapat di sprei.


Sambil membayangkan peristiwa semalam, William hanya tersenyum tak percaya. Perubahan situasi yang terlalu cepat, membuatnya tetap bersyukur atas kebersamaannya bersama Regina.


Sebelum ke kamar mandi, William menarik selimut dan sprei untuk di cuci di mesin cuci. Meskipun di apartemen tersebut terdapat layanan laundry, namun ia memilih untuk mencucinya sendiri.


"Kemarin aku merasa orang yang paling teraniaya, namun kini aku merasa diriku adalah orang yang paling beruntung" gumam William sambil menekan tombol mesin cuci otomatis.


William akhirnya mandi setelah melakukan hubungan badan dengan Regina. Semuanya berjalan dengan begitu saja, namun dirinya sadar jika ia harus bertanggung jawab di masa depan.


"Sepertinya aku harus merapikan rambut dan penampilanku" ucap William saat dirinya menatap ke sebuah cermin.


Di apartemen milik Regina, semuanya tampak tertata dengan rapi dan bersih. Jadi secara otomatis, William juga terbawa pada kondisi serupa.


Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian yang baru saja ia ambil dari dalam kopernya, William bergegas menuju lift untuk turun dan mencari sarapan sekaligus makan siang.


Sejak bangun tidur, perutnya mulai terasa perih karena menahan lapar. Tanpa ragu ia menuju lift dan menekan tombol untuk ke lobby.


Tanpa disangka, William melihat Justin yang sedang menggandeng tangan seorang wanita yang nampaknya bukan Catherina. Untungnya Justin tidak memperhatikan jalan, sehingga ia tidak sempat mengenali William di lobby apartemen.

__ADS_1


William sendiri tidak tertarik untuk mengurusi kehidupan Justin, dengan siapapun ia berpacaran atau berteman tentu William tidak peduli dan tidak perlu juga merasa sakit hati.


Jauh di dalam hati, William tampak tersenyum. Berakhirnya hubungan dengan Catherina, kini ia bisa menikmati kebahagiaan dengan yang lain. Jika dibandingkan dengan Regina, tentu Catherina masih terpinggirkan baik secara fisik maupun materi.


Setelah keluar dari apartemen tersebut, William segera berjalan menuju sebuah salon untuk melakukan perawatan. Ia sudah berusia 22 tahun namun baru kali ini ia mulai memperhatikan penampilannya.


Biasanya ia hanya ke Barbershop untuk sekedar memangkas rambutnya, namun kini ia sengaja memilih salon kecantikan untuk melakukan beberapa perawatan. Selain facial ia juga melakukan PRP untuk merawat wajahnya.


William juga merubah gaya rambutnya menjadi lebih rapi, dulu ia senang dengan model rambut panjang. Namun kini ia memilih model buzz cut untuk gaya rambutnya. Ukuran tinggi badan William yang seperti tentara dipadu dengan model rambutnya, ia terlihat lebih maskulin dan sangat berbeda dengan penampilan sebelumnya.


Dengan sisa uang yang ia miliki setelah membelikan Catherina gaun serta tas, ia mencoba untuk memanjakan dirinya sendiri. Selama ini ia bekerja keras untuk orang yang tidak pantas ia perjuangkan, kini ia bisa menikmati hasil jerih payahnya selama ini untuk kebaikan dirinya.


"Tuan, anda sangat tampan" ucap seorang pekerja salon kecantikan setelah William selesai melakukan perawatan dan memotong rambutnya.


"Terimakasih" jawab William singkat sambil tersenyum cerah.


"Baiklah setelah ini aku akan membeli beberapa stel pakaian casual agar lebih nyaman" ucap William pelan.


Seusai melakukan perawatan wajah, William segera menuju sebuah gerai pakaian. Meskipun tidak mewah, namun gerai tersebut memiliki jenis pakaian yang tidak ketinggalan jaman.


"Hai tampan, ada yang bisa ku bantu?" tanya seorang pramuniaga kepada William.


"Tentu, aku ingin memiliki beberapa stel pakaian casual dengan bahan yang lembut serta beberapa stel pakaian olahraga" ucap William.


Mendengar ucapan William, penjaga tersebut tampak terkejut. Namun dengan cepat ia memasang ekspresi senang untuk melayani William, bonus yang ia dapatkan tentu akan besar.


Setelah memilih beberapa stel pakaian casual dan model sporty, William segera membayar dengan menggunakan kartu debit yang ia miliki. Setelah ia berhasil memiliki keuntungan dalam menjual saham yang ia investasikan sebelumnya, kini ia tidak perlu khawatir kekurangan uang.


Kendati demikian ia harus segera memutar otaknya dengan cepat, ia juga harus menginvestasikan uangnya untuk dapat memiliki aset yang lebih baik. Selain itu ia juga memikirkan pekerjaan untuk menopang biaya hidupnya.

__ADS_1


"Aku harus segera melamar pekerjaan" gumam William dengan tenang.


Setelah berhasil melakukan pembayaran, William


segera berkata lagi.


"Nona, bisakah kau membantuku membawa pakaian ini ke apartemen Avenue Park" ucap William dengan nada agak memohon.


"Tentu saja tampan" goda pramuniaga yang sebelumnya melayani William.


Belanjaan William kali ini sangat banyak, hampir dua lusin pakaian yang ia beli. Secara total William benar-benar ingin merubah penampilannya, namun kali ini bukan karena seorang wanita. Ia mau berubah demi kebaikan dirinya sendiri, adapun orang lain ia tidak terlalu memikirkannya,


Setibanya di apartemennya William dan pramuniaga tersebut menuju lantai 15. Hingga di depan pintu kamar, barang tersebut diturunkan.


"Terimakasih atas bantuanmu" ucap William sambil mengeluarkan beberapa lembar uang sebagai tips kepada pramuniaga tersebut.


"Terimakasih kembali" jawab pramuniaga tersebut dengan senang.


Tanpa berlama-lama, William tidak lagi menahan pramuniaga tersebut. Ia segera masuk ke dalam apartemen yang kini menjadi tempat tinggalnya.


Di dalam ruangan William sejenak teringat dengan keuangannya, ia baru saja berbelanja menggunakan uang simpanannya. Ia juga teringat aplikasi sahamnya yang belum ia urus semenjak ia berganti handphone.


Sejak kemarin ia belum sempat membuka laporan keuangan investasi sahamnya, selain sibuk mengurus pindahan ia juga sedang mengalami masalah pribadi yang mengganggu pikirannya.


Biasanya ia bisa mengontrol melalui aplikasi di handphone nya, hanya saja karena handphone nya dirusak oleh Catherina maka ia perlu menggantinya dengan yang baru. Namun ia juga belum ada waktu untuk menyinkronkan email dengan beberapa aplikasi yang pernah ia download.


Baru saja William hendak masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil laptop , William mendapatkan notifikasi WhatsApp dari bagian akademik kampusnya. Kali ini ada pemberitahuan jika Ia berkesempatan untuk magang di sebuah perusahaan besar yang selama ini telah menyalurkan bantuan untuk program beasiswanya.


William adalah mahasiswa yang mampu mendapatkan program beasiswa, jika tidak maka ia takkan sanggup kuliah di kampus NY University. Perlu diketahui bahwa biaya kuliah di kampus William adalah 65.000 Dollar pertahun.

__ADS_1


__ADS_2