Ku Tulis Namamu Di Hati

Ku Tulis Namamu Di Hati
Mendapati Restu Tuan Biil Koch


__ADS_3

Tiba-tiba telepon dari Bill Koch berdering, setelah melihat ID penelepon berasal dari orang kepercayaannya, dengan cepat ia menjawab.


"Tuan, baru saja ada email masuk dari Bank Royal jika semua hutang perusahaan sebelumnya sudah lunas" ucap wanita tersebut penuh semangat.


"Baiklah jika begitu, menantuku baru saja menyelesaikan masalah tersebut dengan baik" ucap Bill Koch dengan gembira.


Kini giliran William yang terkejut atas ucapan Bill Koch barusan. Menurutnya ayah Jasmine terlalu berpikir rasional.


Sementara Jasmine kini hanya tersipu malu, ia benar-benar merasa bahagia dan bahkan ia bersumpah jika mulai kini sisa hidupnya akan ia persembahkan kepada William.


Apa yang dilakukan William beberapa hari terakhir berkaitan dengan hidupnya, jika sebelumnya William pernah mencegahnya untuk bunuh diri kini William juga menyelamatkan kehidupannya dari ancaman pernikahan dengan orang yang pantas menjadi ayahnya.


"Terimakasih, aku sangat berterimakasih atas bantuanmu kali ini. Terkait hubunganmu dengan putriku, aku tidak ada alasan untuk melarangnya" ucap ayah Jasmine dengan tulus.


"Baik, Terimakasih Tuan" balas William dengan sopan.


"Mulai sekarang kau harus memanggil kami ayah dan ibu, persiapkan saja dirimu untuk pernikahan kalian" ujar Bill Koch sambil memandang ke arah putrinya serta William.


"Apakah ini tidak terburu-buru?"


"Apanya yang terburu-buru? Bukankah kalian sudah tinggal bersama?" ujar Bill Koch sambil tersenyum.


"Maksud ayah?" tanya Jasmine heran.


"Awalnya aku akan memarahi mu hari ini terkait penjualan apartemen yang sudah kau lakukan. Aku juga mencari tahu jika kau ternyata tinggal di Hotel bersama kekasihmu. Aku membiarkannya karena aku tahu jalan pikiranmu. Namun siapa sangka jika pria yang bersamamu akan menjadi penyelamat keluarga kita.


Namun walau bagaimanapun juga, kalian sudah dewasa. Ayah khawatir berita tersebut akan menyebar untuk menjatuhkan nama baik keluarga kita, maka dari itu aku akan menikahkan kalian" ucap Bill Koch memberikan penjelasan.


William dan Jasmine hanya bisa tertunduk malu, namun di hati mereka masing-masing merasa bahagia.


"Sudahlah, mulai malam ini kalian tidak usah tinggal di Hotel. Untuk sementara kalian bisa tinggal bersama sampai dengan kalian menikah" ujar Bill Koch.


William tampak terdiam sejenak, setelah berusaha mengumpulkan keberanian akhirnya ia berbicara.


"Tapi aku ada satu permintaan sebelum menikah dengan Jasmine" ucap William tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa itu, katakan saja" jawab Bill Koch dengan tenang.


"Aku tidak mau statusku terungkap, aku hanya ingin dikenal sebagai menantu yang menumpang" ucap William.


"Apakah kamu tidak akan malu jika orang lain akan menghinamu?" ucap Bill Koch dengan reaksi bingung.


"Tidak, bahkan besok aku akan membeli perusahaan Eternal Grace untuk Jasmine. Sedangkan aku akan bekerja di sana sebagai karyawan magang saja." ucap William dengan serius.


"Hahaha.. Menarik. Aku mengerti, kau ingin menjaga Jasmine dari tempat di mana orang lain tidak bisa menebaknya. Baiklah aku akan percayakan putriku padamu" ucap Bill Koch dengan senang.


"Kamu benar-benar tidak tahu malu" ucap Jasmine sambil mencubit pinggang William.


"Aku kan sudah bilang bahwa aku akan menikmati uangmu" ucap William sambil memeluk Jasmine dengan penuh kehangatan.


Ayah dan Ibu Jasmine tersenyum senang, putri mereka satu-satunya kini sudah bisa menemukan kebahagiaannya sendiri. Mereka juga yakin jika William masih memiliki rahasia besar hingga ia harus menyembunyikan identitasnya.


Setelah pertemuan itu, Jasmine kemudian menunjukkan surat-surat apartemen yang sebelumnya sudah ia beli kembali.


Malam sudah semakin gelap, William kini menginap di kamar Jasmine yang sangat mewah. Mereka berdua sudah meminta kepada pelayan keluarga mereka untuk membawa barang-barang mereka yang berada di Hotel.


"Aku sudah terbiasa, yang terpenting saat ini adalah kehadiran kamu. Seperti yang aku bilang, aku tidak mau kehilangan wanita yang aku cintai lagi" ucap William dengan hangat.


"Baiklah jika itu maumu. Aku selalu mendukung keputusan mu" jawab Jasmine dengan lembut.


"Besok pagi aku akan membeli kendaraan, aku juga ingin ke Manhattan bertemu dengan ayah angkat ku" ucap William.


"Aku akan menemanimu" ucap Jasmine dengan cepat.


"Bukankah besok kamu kerja, tidak baik jika sering izin begitu" ucap William.


"Menemani mu adalah momen yang membahagiakan, aku ingin bersamamu. Aku juga ingin mengenal keluarga mu" ucap Jasmine yang langsung menarik tubuh William ke atas kasur.


Jasmine dan William sedang berada pada suasana bahagia, mereka tidak menahan diri lagi untuk membangun kebahagiaan. Mereka juga akan segera menikah, jadi mereka merasakan kebahagiaan seutuhnya pada saat ini.


Sementara itu, di kediaman Keluarga Howard Justin juga sedang merencanakan acara pernikahan dengan Catherina beberapa hari ke depan. Mereka sudah menentukan tanggal pernikahan, setelah beberapa bulan bersama akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.

__ADS_1


"Akhirnya kita akan menikah juga" ujar Catherina di sela-sela kebersamaannya dengan Justin.


"Ya, tentu saja. Aku juga sudah menyiapkan dirimu untuk menjadi artis yang terkenal di Kota NY" ucap Justin.


"Benarkah?" tanya Catherina.


"Tentu saja, tidak lama keluarga Howard akan menjadi keluarga nomor satu. Setelah Diana menguasai perusahaan Eternal Grace maka impian itu akan semakin mudah" ujar Justin dengan sambil tersenyum cerah.


Catherina sangat senang, dari dahulu cita-citanya adalah menjadi seorang aktris. Kini di bawah naungan Howard Studio's mimpinya akan segera terwujud.


Keesokan paginya, William terbangun karena panggilan telepon dari Andrew.


"Selamat pagi Tuan, mohon maaf mengganggu waktu pagi anda. Saya ingin melaporkan perkembangan pembelian saham perusahaan Eternal Grace" ucap Andrew di ujung telepon.


"Bagaimana kelanjutannya?" tanya William penasaran.


"Berkat pengaruh Bank Royal, mereka setuju untuk melepas saham mereka pagi ini" ucap Andrew penuh semangat.


"Baiklah jika begitu, apakah transaksinya bisa dilakukan di kediaman Tuan Koch?" tanya William.


"Bisa, tentu saja bisa Tuan" ucap Andrew dengan hormat.


"Tolong rahasiakan identitasku dari siapapun, aku tidak ingin ada orang yang mengetahui tentang jati diriku" Pungkas William sebelum menutup panggilannya.


"Baik Tuan" jawab Andrew dengan Sopan.


"Siapa Wil?" tanya Jasmine yang ikut terbangun saat mendengar suara William berbicara di telepon.


"Itu Tuan Andrew, ia mengatakan jika pagi ini kedua orang pemilik saham akan datang dan melakukan transaksi di rumah ini" ucap William dengan santai.


"Serius?" ucap Jasmine sambil tersentak kaget.


"Iya, mereka tidak akan lama lagi tiba" ucap William enteng.


"Masalah sepenting ini ayah harus tahu" ujar Jasmine sambil buru-buru mengenakan pakaiannya dan berlari ke arah luar kamar.

__ADS_1


William hanya tersenyum ringan saat melihat Jasmine yang berlari seperti anak kecil. Namun William sangat menyukai kepribadian Jasmine yang membuatnya nyaman.


__ADS_2