Ku Tulis Namamu Di Hati

Ku Tulis Namamu Di Hati
Akun Mr. Lim's


__ADS_3

Hingga waktu istirahat tiba, seluruh karyawan masih berada di ruang meeting utama. Mereka menghadiri acara pengangkatan Diana yang menjadi Direktur Operasional terhitung hari ini.


William tidak bisa mengikutinya karena statusnya hanya sebagai karyawan magang, jadi ia kembali ke meja kerjanya dan membuka akun sahamnya untuk memantau pergerakan saham yang sudah ia investasikan sebelumnya.


Sesuai analisanya, perusahaan yang ia investasikan kini memiliki nilai saham yang terus meningkat sejak pembukaan pasar saham tadi pagi.


"Aneh, kenapa pergerakannya begitu cepat, bahkan kini sudah mencapai harga 180 Dollar! Padahal masih beberapa jam lagi untuk penutupan pasar saham" gumam William yang menyadari ada sesuatu yang salah.


Menyadari ada yang keliru, William buru-buru melepas semua saham yang ia miliki. 375 Juta lembar saham yang ia miliki dilepas pada harga 180 Dollar perlembar saham. Dengan demikian dari hasil penjualan sahamnya ia sudah memiliki uang sebesar 67,5 Milliar Dollar. Namun jumlah ini masih belum cukup untuk membayar hutang keluarga Jasmine.


William sebenarnya berencana mengakuisisi perusahaan Eternal Grace menjadi miliknya dengan Jasmine sebagai pelaksana harian. Oleh karena itu dalam waktu tiga hari, seperti janjinya pada Jasmine ia akan memberi kejutan yang sangat besar.


Di suatu tempat, pria yang bernama Fredy yang merupakan broker handal Tuan muda Walton kini sedang serius memeriksa akun dengan Nick name Mr. Lim's, setelah sebelumnya bersinggungan kini akun tersebut kembali bersinggungan di titik yang sama dengannya.


Bahkan baru saja akun Mr. Lim's telah berhasil menarik dana sebesar 67,5 Milliar Dollar. Hal ini tentu saja menjadi ancaman serius bagi Fredy, dengan keberadaan akun Mr. Lim's maka penghasilannya di pasar saham akan berkurang.


Dengan mengandalkan seorang hackers, Fredy berusaha membuka informasi akun Mr. Lim's dengan tujuan memberinya pelajaran. Seorang hackers yang bernama Anthony tampak serius meretas komputer yang digunakan oleh akun Mr. Lim's.


Namun tanpa diduga, William sudah melindungi komputer yang ia gunakan dengan menggunakan Firewall ciptaannya sendiri saat ia masih kuliah. Selain ahli dalam analisis saham, bakat sesungguhnya dari William adalah meretas sistem jaringan teknologi informasi. Hanya saja bakatnya tersebut sangat ia rahasiakan karena khawatir akan mengancam jiwanya.


Anthony yang kini sedang berupaya untuk meretas sistem informasi komputer William tampak kesulitan, Malware yang ia kirimkan selalu gagal menembus pertahanan keamanan komputer William.

__ADS_1


"Apakah ada masalah?" tanya Fredy dengan penasaran.


Anthony adalah hacker terbaik yang ia sewa untuk mencuri data-data dari setiap lawannya. Baru kali ini ia melihat Anthony mengalami kesulitan.


"Sial, komputer orang tersebut memiliki enkripsi dan autentikasi data yang sangat rumit" ucap Anthony dengan putus asa.


Pada saat ini, William hanya tersenyum ketika ia melihat adanya upaya peretasan terhadap komputer yang ia gunakan. Namun William yang sudah mengantisipasi hal semacam ini, ia segera melakukan serangan balik dan mengambil kendali atas komputer siperetas. Dalam hitungan detik data-data dari siperetas langsung disalin pada sebuah cloud yang sudah dimiliki oleh William.


Pada layar komputer Anthony kini hanya terlihat beberapa foto syur yang biasa terpampang di internet. Sadar akan dirinya yang sedang diretas oleh korbannya, Anthony hanya diam terpana seperti orang bodoh.


"Sejak kapan di Kota NY memiliki peretas yang begitu hebat?" gumam Anthony dengan penuh keterkejutan.


Hanya dalam waktu beberapa detik ia sudah tidak bisa menggunakan komputernya, kendali atas komputernya sudah benar-benar lumpuh.


"Bajingan kau Anthony.. Dasar brengsek!" umpat wanita itu ketika suaranya terhubung.


"Apa yang terjadi?" tanya Anthony dengan bingung.


"Dasar laki-laki brengsek, baru saja kau memposting foto-foto vulgar mu dengan para wanita. Kau memang sungguh tidak tahu malu, bajingan" maki wanita itu sebelum menutup teleponnya.


Menyadari ada sesuatu yang tidak beres, Anthony segera memeriksa akun media sosialnya. Namun alangkah kagetnya jika foto-foto pribadinya dengan beberapa orang wanita tersebar di media sosial.

__ADS_1


"Kurang ajar" maki Anthony dengan wajah merah padam.


Fredy yang melihat ekspresi kekesalan di wajah Anthony segera bertanya. "Bagaimana apakah sudah bisa diketahui identitas orang itu?" tanya Fredy dengan penasaran.


"Orang itu terlalu luar biasa, tidak hanya gagal meretas akunnya tetapi aku juga mendapat serangan balik yang sangat menakutkan" ucap Anthony sambil menunjukkan akun media sosialnya yang sudah diretas.


Setelah meretas akun media sosialnya kini William juga meretas akun m-banking Anthony, dalam sekejap seluruh uang Anthony sudah disebar ke beberapa lembaga sosial di Kota NY.


Setelah puas membalas aksi dari hacker tersebut, William kemudian berselancar mencari perusahaan kelas menengah yang akan ia investasikan.


Sebenarnya William tidak ingin meretas data orang lain karena hal tersebut adalah tindakan ilegal. Namun setelah memeriksa data-data milik peretas yang sudah mengganggunya, Anthony seringkali melakukan Ransomware kepada orang-orang. Namun untuk membalas aksi Anthony yang sudah banyak merugikan orang lain, William menilai dirinya perlu memberikan pelajaran kepada Anthony yang sudah sering terlibat dengan cyber crime.


Setelah setengah jam berselancar, akhirnya William menemukan sebuah perusahaan menengah yang baru saja masuk pasar saham. Harga perdana saham tersebut hanya Lima Dollar perlembar. Namun karena perusahaan baru yang baru saja bergabung di bursa saham membuat para investor mengabaikan perusahaan tersebut.


Namun tidak dengan William, setelah melakukan analisa menyeluruh ia yakin jika perusahaan tersebut memiliki latar belakang tidak biasa. Ada konglomerat yang berasal dari luar negeri yang kini tengah bersiap menggelontorkan dana besar untuk mengembangkan industri teknologi informasi melalui perusahaan tersebut.


William tentu saja bisa melakukan analisa akurat dikarenakan selama ini ia bisa mengetahui akses terbatas terhadap informasi yang tidak banyak orang ketahui. William dengan mudah dapat mengetahui latar belakang dan siapa saja pemilik perusahaan yang terdapat pada pasar bursa saham.


Jadi secara otomatis, William memiliki keyakinan yang tinggi pada setiap perusahaan yakan ia investasikan. Kali ini William akan menginvestasikan 67,5 Miliar Dollar yang ia miliki ke perusahaan teknologi informasi yang baru saja berkembang. Ia membeli 13,5 Miliar lembar saham yang baru saja dibuka di pasar saham.


Setelah menghabiskan seluruh uangnya yang terdapat di salah satu akunnya, kini William juga berencana untuk menggunakan sisa uang simpanannya yang berjumlah 6,5 Juta Dollar.

__ADS_1


Kali ini William membidik bitcoin yang sebelumnya telah memberikan keberuntungan cukup besar. Tepat pada siang ini, harga bitcoin berhenti di titik 2 Dollar per keping. William sudah menunggu hari ini tiba, fluktuasi harga sudah menunjukkan titik jenuhnya.


William segera menginvestasikan kembali uang senilai 6 Juta Dollar untuk ia tukarkan menjadi 3 Juta keping Bitcoin. Seolah berpacu dengan waktu, ia harus menjadi orang yang sukses agar tidak direndahkan oleh orang-orang seperti sebelumnya. Sementara buat operasional sehari-hari, William masih memiliki beberapa ratus ribu Dollar yang lebih dari cukup untuk bertahan hidup beberapa bulan.


__ADS_2