
Sementara itu, Catherina yang baru saja tiba di rumahnya terlihat sangat jengkel. Selain gagal mendapatkan mobil impiannya ia juga harus dibuat kesal dengan pemandangan William dan Jasmine yang terlihat begitu romantis. Catherina adalah gadis cantik, namun jika dibandingkan dengan Jasmine tentu sangat berbeda.
"Apa yang membuat mu terlihat uring-uringan?" tanya ibunya.
"Aku baru saja ke Showroom mobil, lalu melihat William di sana dengan seorang wanita" jawab Catherina dengan ekspresi kesal.
"Lalu apa hubungannya denganmu?" tanya ibunya dengan penasaran.
"Lelaki itu sungguh tidak malu bahkan kini ia menjadi simpanan wanita" jawab Catherina.
"Sudahlah dia bukan apa-apa, biarkan saja orang seperti itu" ucap ibunya dengan santai.
Dengan wajah yang masih terlihat jengkel Catherina lalu masuk ke kamarnya untuk menenangkan diri, sebenarnya ia kesal karena tidak jadi dibelikan mobil oleh Justin. Sedangkan ia juga menyaksikan jika William baru saja membeli lima unit mobil mewah di depan matanya.
"Huh.. Brengsek.." gumam Catherina sambil melemparkan dirinya ke atas tidur.
Ia hari terlihat santai karena tidak ada jadwal yang berkaitan dengan profesi barunya sebagai artis Howard Studio's.
Pada saat bersamaan, ibunya Catherina yang masih berada ada di ruang utama dikagetkan oleh pelayan keluarga mereka.
"Maaf nyonya, ada kiriman mobil baru dari showroom untuk Tuan Sander" ujar pelayan tersebut dengan tergesa-gesa.
"Benarkah?" ucap Nyonya Sander dengan ekspresi terkejut.
Seingatnya suaminya tidak pernah membicarakan tentang pembelian mobil baru, namun ia teringat akan ucapan Catherina yang mengatakan jika ia baru saja pulang dari Showroom.
"Dasar anak muda jaman sekarang bisa saja membuat orang tua terkejut" gumam Nyonya Sander di dalam hati.
Setelah mendengar laporan dari pelayan rumah tersebut, ia memanggil suaminya untuk melihat kejutan yang akan mereka dapatkan.
"Waw.. Bagus sekali.. Ini adalah mobil impian setiap orang" ungkap ayah Catherina saat melihat sebuah Mobil Rolls-Royce Boat Tail tiba di kediamannya.
"Lihatlah putri kita yang begitu pintar mencari calon suami, tidak cuma kaya tetapi calon menantu kita pandai menyenangkan hati kita" ujar ibunya Catherina dengan bangga.
"Ya kau benar, kita benar-benar beruntung bisa berbesan dengan keluarga Howard" ucap suaminya dengan senyum cerah.
"Tuan, tolong tandatangan beberapa berkas serta tolong siapkan kartu identitasmu" ucap seorang petugas yang mengantarkan mobil tersebut.
"Baik.. Baik.." sahut tuan Sander sambil mengangguk bahagia.
__ADS_1
Tuan Sander segera tanda tangan dan menyerahkan kartu identitasnya untuk proses administrasi kepemilikan.
"Tuan berapa harga mobil ini sekarang" tanya Tuan Sander yang penasaran.
Meskipun ia tahu kisaran harganya, namun ia ingin mendengar sendiri dari mulut petugas yang mengantarnya.
"Harganya 28 Juta Dollar Tuan" jawab petugas tersebut sambil tersenyum ramah.
Ibunya Catherina tercengang, ia tidak menyangka jika Justin akan memberikan hadiah yang sangat mahal, bahkan harga mobil tersebut lebih mahal dari rumah yang mereka tempati.
Setelah menyelesaikan dokumen administrasi, petugas tersebut segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Tuan Sander dengan sopan.
Di dalam kamar, Catherina yang masih dalam suasana hati yang dongkol kembali turun menuju ruang utama. Namun ia tidak mendapati ibunya yang semula masih berada di sana beberapa saat yang lalu.
"Pelayan, dimana ibuku?" tanya Catherina kepada pelayan rumahnya.
"Sepertinya Nyonya dan Tuan Sander masih berada di halaman depan" jawab pelayan tersebut dengan sopan.
"Tidak biasanya, ada apa?" tanya Catherina penasaran.
"Baru saja ada kiriman Mobil atas nama Tuan, sepertinya Tuan Sander baru saja membeli mobil" ucap pelayan tersebut memberi tahu.
Catherina jelas mengenal mobil yang menjadi pusat perhatian di Showroom yang ia kunjungi pagi tadi bersama Justin.
"Wow.. Luar biasa" ucap Catherina saat baru saja tiba di halaman depan rumahnya.
"Ayah memang hebat bisa membeli mobil ini" ujar Catherina dengan senyum gembira.
Ayah dan ibunya yang melihat ekspresi Catherina menjadi heran.
"Sudahlah jangan membuat orang tuamu bingung" ucap ibunya kepada Catherina.
"Maksud ibu?" tanya Catherina dengan ekspresi heran.
"Bukankah mobil ini pemberian Justin?" tanya ayahnya yang kini mulai heran.
"Hah?"
Catherina tampak tercengang. Jelas ia tahu jika Justin tidak jadi membelikannya mobil, jadi bagaimana mungkin ia bisa membelikannya untuk ayahnya. Bahkan Catherina tahu persis berapa harga mobil yang berada di depan mereka kini.
__ADS_1
Melihat ekspresi Catherina, ayah dan ibunya tampak bingung. Mereka saling pandang lalu pandangan mereka jatuh kepada mobil yang baru saja tiba di halaman rumah mereka.
"Kamu jangan bercanda" ucap ayahnya dengan serius.
"Tidak, aku sangat yakin jika mobil ini memang bukan Justin yang membelinya karena aku selalu bersamanya dari pagi hingga siang ini" terang Catherina.
"Sebaiknya hubungi saja pihak showroom, mungkin mereka salah kirim atau terjadi kesalahpahaman lain" ujar ibunya Catherina mencoba menengahi
"Ya, kamu benar" timpal Tuan Sander sambil mengeluarkan handphonenya.
Ayahnya Catherina menemukan nomor telepon showroom dari berkas yang belum lama ia tandatangani.
"Halo selamat siang.." suara seorang karyawan wanita terdengar di ujung telepon.
"Apakah pihak kalian benar sudah mengirimkan satu unit mobil ke kediaman saya?" tanya Tuan Sander.
"Mohon maaf sebelumnya, dengan siapa saya berbicara?" tanya karyawan wanita tersebut.
"Saya adalah Tuan Sander" jawab ayah Catherina.
"Apakah yang anda sudah menerima pengiriman satu unit mobil Rolls-Royce Boat Tail ke alamat anda?" tanya karyawan wanita tersebut dengan sopan.
"Sudah, mobil ini sudah tiba di kediaman saya. Namun saya tidak merasa membeli mobil dari tempat nona, apakah nona bisa memberikan kami penjelasan?" tanya Tuan Sander dengan serius.
Sementara Catherina dan ibunya ikut mendengarkan dengan serius di samping Tuan Sander.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan Yuan Sander. Mobil itu memang betul dikirimkan ke alamat anda atas permintaan tuan William" jawab karyawan wanita tersebut dari ujung telepon.
"Apa? William?" tanya Tuan Sander dengan terkejut.
"Ya benar Tuan, Tuan William adalah pembeli lima unit mobil Rolls-Royce hari ini dan salah satunya dikirimkan ke alamat anda" ungkap karyawan wanita tersebut.
Mendengar pengakuan dari karyawan wanita tersebut membuat suasana halaman menjadi hening. Tiba-tiba Catherina teringat sesuatu, hal yang baru saja dikatakan William pada saat di Showroom.
"Baiklah terimakasih atas penjelasannya Nona" pungkas Yuan Sander sebelum mengakhiri panggilannya.
"Aku baru ingat jika tadi William mengatakan sesuatu agar disampaikan kepada ayah" ujar Catherina.
"Memangnya apa yang ia bicarakan?" tanya Tuan Sander dengan ekspresi rumit.
__ADS_1
"Ia mengatakan jika hari ini ia akan menepati janjinya kepada ayah, ia juga mengucapkan terimakasih" ucap Catherina.