Ku Tulis Namamu Di Hati

Ku Tulis Namamu Di Hati
Ke Apartemen Jasmine


__ADS_3

Pada sorenya selepas pulang kerja, William segera pulang ke apartemennya. Namun sebelum tiba, ia mampir terlebih dahulu di sebuah restoran sederhana yang sudah biasa ia datangi. Siang ini William tidak sempat makan siang, waktu istirahatnya ia gunakan untuk bermain saham secara online.


Semenjak ia gemar berolahraga, ia merasakan selera makannya meningkat dan kondisi fisik tubuhnya juga semakin terlihat kekar. Siapapun yang melihat, tidak akan menyangka jika William benar-benar berbeda dengan William beberapa bulan yang lalu.


Setelah selesai makan William membeli beberapa bungkus untuk ia bawa pulang ke apartemennya, ia juga memberikan sebagian makanan tersebut kepada wanita tua yang sudah beberapa kali ia temui di dekat restoran tersebut.


Semua itu ia lakukan sebagai bentuk rasa syukur dari apa yang selalu ia dapatkan di dalam kehidupannya. Meskipun kini William hidup berkecukupan tetapi ia tidak menghamburkan uangnya begitu saja. Seperti kebanyakan pemuda seusianya yang suka main wanita dan berfoya-foya, William justru tergila-gila dengan investasi.


Selepas tiba di apartemen, ia langsung berolahraga menggunakan Treadmill selama satu jam. Jika sebelumnya ia olahraga di luar ruangan, kini dengan alat tersebut ia bisa berolahraga di dalam apartemennya dengan lebih santai dan menghemat waktu.


Setelah selesai berolahraga William segera menelepon Regina yang sudah menjadi rutinitasnya juga.


"Wil, beberapa hari lagi aku akan ke Kota NY. Aku sedang bosan dan ingin berlibur bersamamu" ucap Regina di ujung telepon.


"Benarkah? Aku sangat senang sekali mendengarnya" ujar William dengan nada bahagia.


"Ya tentu saja" ucap Regina dengan sungguh-sungguh.


"Baiklah aku akan menunggumu" ucap William dengan gembira.


Setelah mengakhiri panggilannya, William mendapatkan notifikasi pesan WhatsApp dari Jasmine.


"Aku sudah menunggumu, jangan lupa tentang janji kita"


Setelah membacanya, lalu William mengetik beberapa kata untuk dikirim langsung sebagai jawaban.


"Ya tentu saja, aku sedang bersiap dan sebentar lagi akan menuju ke tempatmu"

__ADS_1


Setengah jam kemudian William tiba di sebuah apartemen mewah yang sama dengan tempat yang ia tinggali. Jasmine tinggal di lantai 20, sebagai seorang wanita ia menyukai ketinggian dan menikmati pemandangan Kota NY yang hampir tidak pernah mati.


"Hai William, mari lekas masuk" ajak Jasmine tanpa ragu.


"Iya tentu" jawab William dengan singkat.


William segera masuk dan duduk di sofa, sementara Jasmine sedang membuatkan minuman untuknya.


William memperhatikan bentuk apartemen yang hampir sama luasnya dengan kamar yang ia tinggali saat ini. Jadi ia merasa terbiasa dengan fasilitas yang ada di apartemen milik Jasmine.


Jasmine yang baru kembali dari menyiapkan minuman, sempat heran dengan sikap William yang nampak tidak canggung dengan apartemen mewahnya. Biasanya teman-temannya yang berkunjung akan menampilkan kekagumannya, namun tidak dengan pria yang berada di depannya.


Di dalam kamar apartemen mewahnya Jasmine mulai menceritakan tentang aktivitasnya di luar kantor sebagai pemain saham. Tanpa canggung Jasmine juga menjelaskan jika ia merupakan anggota dari komunitas broker saham terkenal di Kota NY, komunitas tersebut diketuai oleh seorang milyuner terkenal di Kota NY yang berasal dari keluarga Walton.


William tentu saja mengenal kelompok yang baru saja diceritakan oleh Jasmine, namun William tidak mau tergabung di dalamnya. Ia memiliki identitas sendiri sebagai Mr. Lim's di akun sahamnya, ia tidak mau dikenal banyak orang karena suatu hal.


"Apakah aku boleh tahu permasalahan yang ingin kau ceritakan?" tanya William di sela-sela perbincangannya.


"Aku sudah memiliki kekasih, jadi aku tidak akan tertarik dengan siapapun" jawab William dengan santai.


Jasmine hanya tersenyum ringan mendengar jawaban dari William lalu berkata.


"Kau terlalu serius, sekali-kali buatlah dirimu lebih santai" ujar Jasmine sambil menghidupkan laptopnya.


Di layar laptop, William dipertontonkan akun yang dimiliki oleh Jasmine. Setelah Log In ia dibawa menjelajah ke beberapa tampilan menu dan berakhir ke sebuah nama perusahaan yang kini sedang ditargetkan oleh Jasmine untuk berinvestasi di dalamnya.


"Sebaiknya kau lepas semua saham yang kau miliki secepatnya, jika tidak maka kau akan mengalami kerugian yang tidak terkira" ucap William memberi saran dengan nada serius.

__ADS_1


Mendapati saran dari William yang menurutnya aneh membuat Jasmine ragu menilai William. Hal ini tentu bertentangan dengan analisa kelompok broker saham yang menilai jika saham tersebut akan terus melonjak.


"Bukankah harga sahamnya terus mengalami peningkatan? Aku pikir aku akan lebih beruntung jika menahannya lebih lama." sanggah Jasmine.


"Coba kamu perhatikan, perusahaan ini adalah perusahaan yang baru saja muncul di pasar saham. Bahkan di dunia nyata, jumlah aset perusahaan ini saja tidak sebanding dengan nilai saham yang beredar" ungkap William.


Bersamaan dengan hal tersebut William menunjukkan data statistik perusahaan yang mereka bicarakan, William juga menunjukkan data perkembangan perusahaan selama tiga tahun terakhir yang memang akan gulung tikar.


"Bagaimana kau bisa melakukan analisa sejauh ini William?" ujar Jasmine dengan heran.


"Aku hanya senang sesekali waktu saja, jadi ada beberapa hal yang pernah aku baca sebagai bahan referensi" jawab William dengan merendah.


Pada saat ini Jasmine menjadi galau, haruskah ia mengikuti saran dari William untuk melepas sahamnya, atau mengikuti saran dari teman-temannya untuk menambah aset. Hal ini sangat bergantung kepada investasinya kali ini.


Jasmine sebenarnya ingin membantu keluarganya yang kini tengah kesulitan karena sedang kekurangan dana untuk membayar hutang yang sudah jatuh tempo. Oleh karena itu ia sangat bergantung dengan investasi sahamnya, jika tidak keluarganya akan bangkrut atau Jasmine akan dinikahkan kepada salah satu sahabat ayahnya yang sudah berumur.


"Apakah kau sudah pernah berinvestasi di perusahaan saham?" tanya Jasmine


"Pernah, bahkan aku sempat merasakan Deviden meski tidak besar. Sebelumnya aku berinvestasi jangka panjang, baru beberapa bulan yang lalu aku ambil dan gunakan untuk biaya hidup" jawab William dengan santai.


"Menarik juga" sahut Jasmine.


"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Jasmine.


"Aku baru saja mencoba membeli saham di sebuah perusahaan, kebetulan harganya sedang turun jadi aku bisa membelinya dengan harga murah kemudian aku akan menjualnya kembali ketika harganya sudah stabil" ujar William.


Baru kali ini William berbicara dengan santai terkait saham yang menjadi bidang investasi rahasianya. Namun ia melihat Jasmine adalah seorang wanita yang baik, setidaknya William dapat berbagi pengalaman. Apalagi Jasmine adalah bagian dari komunitas broker saham terkenal, jadi berbicara tentang dunia investasi akan lebih menarik.

__ADS_1


"Bisakah kau tunjukkan saham perusahaan mana yang sedang kau incar?" tanya Jasmine penasaran.


William kemudian mengarahkan mouse, lalu mengklik ke beberapa halaman yang menunjukkan nama perusahaan. Dalam sekejap deretan nama perusahaan terpampang pada layar monitor itu.


__ADS_2