
Setelah berkata demikian Manajer tersebut segera menuju tamu penting tersebut dan menyampaikan hal yang baru saja ia dengar dari atasannya.
Sementara William sudah menuju ruang kerja Andrew yang berada di lantai 21 dengan menggunakan lift khusus.
"Tuan, siapakah mereka?" tanya Andrew saat mereka berada di dalam Lift.
"Aku juga tidak mengenal mereka lebih dekat, kebetulan aku dan mereka akan melakukan transaksi penjualan saham hari ini. Karena nilainya besar, maka aku ingin meminta sedikit bantuanmu" ujar William dengan santai.
"Baik Tuan, aku mengerti" ucap Andrew dengan sopan.
Sementara Jasmine hanya diam saja, meskipun ia tahu jika uang William berjumlah Miliaran tetapi ia masih penasaran dengan rahasia apa lagi yang disembunyikan oleh lelaki yang akan menjadi suaminya tersebut.
"Silahkan duduk Tuan" ucap Andrew dengan sopan saat mereka tiba di ruang kerja pribadi pimpinan Bank Royal tersebut.
William tidak langsung duduk, ia melihat pemandangan Kota NY dari lantai 21 tersebut. Dulu ia bercita-cita ingin bekerja di gedung tinggi seperti ini, namun saat ia menyaksikan pemandangan Kota NY dari ketinggian seperti ini memang memiliki sensasi tersendiri.
"Tuan Andrew apakah ada aset strategis di tengah Kota NY yang sedang di bawah pengawasanmu?" tanya William.
"Ada Tuan, kebetulan ada sebuah lahan tidur. Sebelumnya adalah sebuah agunan bermasalah milik salah satu keluarga nomor satu di kota ini" jawab Andrew dengan jujur.
"Jika aku boleh tahu berapa nilai dari aset tersebut?" tanya William penasaran.
Belum sempat Andrew menjawab, rombongan tamu yang dibawa oleh Manajer telah tiba di depan pintu ruang kerja Andrew.
"Selamat datang dan silahkan duduk tuan-tuan" sapa Andrew dengan sopan.
"Terimakasih, apakah anda Tuan William" ucap salah seorang dari mereka.
"Bukan, saya adalah Andrew pemimpin cabang Bank Royal Kota NY. Sedangkan Tuan William yang Tuan bicarakan adalah Tuan yang berada di sebelah saya" ujar Andrew sambil memperkenalkan William di hadapan para tamu yang menggunakan pakaian resmi tersebut.
"Oh maaf, saya tidak mengira jika Tuan William masih sangat muda dan sangat tampan" puji orang tersebut setelah bersalaman dengan William.
__ADS_1
"Perkenalkan saya adalah Thomas, seseorang yang sudah membuat janji dengan anda sebelumnya" sambung pria yang mengenakan setelan jas lengkap itu.
"Terimakasih atas sanjungan Tuan Thomas, hanya saja saya cuma pekerja biasa. Tuan saya yang membuat saya seperti ini" ucap William merendah.
Walau bagaimanapun juga William seminimal mungkin menutupi jati dirinya, ia juga ingin menggiring opini.
Mendengar perkataan William barusan membuat Thomas kagum, kini dalam pemahamannya ada orang yang sangat kuat dan menjadi pelindung William. Hal ini juga sesuai dengan tebakannya jika seorang pemuda seperti William tidak mungkin bisa melakukan hal besar seperti ini.
"Bagaimana, apakah kalian sudah membawa uangnya?" tanya William yang mencoba fokus pada maksud pertemuan mereka.
"Tentu saja, sesuai kesepakatan 3 Triliun Dollar" jawab Thomas dengan singkat.
Jasmine yang berada tidak jauh dari sana masih dapat mendengar dengan jelas apa yang baru saja dikatakan oleh Thomas. Ia hampir saja tersedak dengan apa yang baru saja ia dengar, Jasmine benar-benar merasa ngeri dengan sosok pria yang akan menjadi suaminya tersebut.
Meskipun Jasmine berasal dari keluarga kaya kelas dua, ini adalah transaksi terbesar yang pernah ia lihat dan ikuti secara langsung.
Andrew cukup tercengang, akhirnya ia baru menyadari jika ucapan William yang sebelumnya ingin berinvestasi di Bank Royal adalah bukan omong kosong.
"Lalu bagaimana dengan sahamnya?" tanya Thomas kemudian.
"Anda tidak perlu khawatir, saya akan segera menandatangani bukti transfer saham kepada kalian" jawab William sambil mengeluarkan beberapa berkas pengalihan kepemilikan saham.
"Dan anda juga tidak perlu khawatir, transaksi ini terjadi di Bank Royal dan disaksikan oleh pimpinan langsung, jadi anda tidak usah khawatir ini adalah penipuan" tambah William meyakinkan Thomas.
Thomas membacanya sebentar, lalu ia berdiskusi dengan beberapa orang yang ikut dengannya.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Thomas mengangguk.
"Baiklah kita akan bertransaksi sekarang"
Setelah mengatakan hal tersebut, Thomas segera menelepon seseorang dan menyebutkan nomor rekening yang baru saja diberikan oleh William.
__ADS_1
Dalam waktu kurang dari satu menit sebuah notifikasi muncul di handphone William, transaksi uang masuk sejumlah 3 Triliun Dollar.
William segera meminta bantuan Andrew untuk memeriksa status transaksi tersebut, dalam sekejap Andrew sudah memverifikasi jika transaksi tersebut memang benar.
Setelah mendengar penjelasan Andrew, William segera mentransfer saham yang ia miliki kepada Thomas. Ia juga menandatangani beberapa berkas yang sudah ia siapkan sebelumnya.
"Senang berbisnis dengan anda" ucap William setelah menyerahkan berkas tersebut.
"Saya juga senang berbisnis dengan anda" sahut Thomas.
Setelah selesai keduanya lalu saling menyampaikan kata berpamitan, sementara Andrew dan Jasmine hanya tersenyum dan beberapa kali tampak mengangguk untuk membuat kesan yang bagus.
Transaksi berjumlah 3 Triliun Dollar hanya berlangsung kurang dari sepuluh menit, membuat kepala Jasmine merasa mau meledak.
Jasmine adalah wanita karir yang sudah berkecimpung di dunia bisnis selama beberapa tahun, namun baru kali ini ia melihat proses bisnis yang berjalan dengan sangat lancar tanpa ada tawar menawar atau negosiasi.
"Anda sangat luar biasa Tuan" ucap Andrew sesaat rombongan Thomas telah meninggalkan ruang kerja Andrew.
"Itu hanya hal biasa saja. Sesuai ucapanku sebelumnya, aku ingin berinvestasi di Bank Royal" ujar William sambil mengalihkan topik pembicaraan.
"Baiklah dengan senang hati" ucap Andrew penuh semangat.
"Aku akan menginvestasikan sejumlah 2 Triliun Dollar sebagai permulaan, tolong persiapkan berkasnya dan aku juga berharap akan ada hubungan baik antara Bank Royal dengan Perusahaan Eternal Grace yang akan digawangi oleh istriku kelak" ucap William sambil menunjuk ke arah Jasmine.
Wajah Jasmine tampak merona merah, tidak hanya memberikan perusahaan Eternal Grace tetapi William juga memberikan dukungan kerjasama dari Bank Royal.
Sementara Andrew selaku pimpinan Bank Royal Kota NY tidak kalah terkejutnya, sebelumnya William hanya akan menginvestasikan 1 Triliun tapi kini ia justru melipatgandakan investasinya. Bahkan yang lebih mengagetkan Andrew adalah jika itu baru permulaan, lalu sebanyak apa uang yang dimiliki oleh William.
Dengan sigap sambil menghubungi beberapa stafnya, beberapa lembar berkas langsung tersedia di atas meja kerja Andrew.
Sementara William sambil menunggu proses administrasi, ia juga menyelesaikan transaksi kekurangan bayar atas saham yang tadi pagi ia beli. Uang sejumlah 200 Miliar itu segera ia transfer untuk mendapatkan legalitas bukti kepemilikan 25% saham Eternal Grace yang baru saja ia beli.
__ADS_1