
William lalu menggunakan uangnya untuk bisnis crypto, ia yakin dengan perkembangannya yang semakin tinggi sejak dua tahun terakhir. Saat ini harga satu keping Bitcoin yang ia beli seharga 1 Dollar, jadi dengan uang yang dimilikinya ia bisa membeli sebanyak 8 Juta keping Bitcoin.
Setelah transaksinya berhasil, ia segera menyimpan laptopnya kembali dan memikirkan tentang kehidupan selanjutnya. Ia masih memiliki uang sebesar 500 ribu Dollar, cukup untuk biaya hidupnya selama setengah tahun di apartemen pemberian Regina yang kini ia tempati.
Sesaat ingin beristirahat, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Setelah mengangkat handphonenya terdengar suara Regina di ujung telepon.
"Wil, bagaimana kabarmu? Apakah kau sudah memulai magang di perusahaan Eternal Grace?" tanya Regina.
"Kabarku baik, hari ini aku sudah tanda tangan kontrak. Besok sudah mulai beraktivitas di kantor tesebut" jawab William dengan santai.
"Baguslah jika begitu" sahut Regina dengan senang.
"Bagaimana denganmu?" tanya William.
"Ayahku masih menginginkan agar aku bekerja di perusahaan, namun aku memilih untuk menjadi seorang penyanyi" ungkap Regina.
"Apapun itu aku akan mendukungmu, aku akan selalu ada di sisimu kelak" ucap William dengan penuh kehangatan.
"Terimakasih Wil, aku menyayangimu" ucap Regina.
"Aku juga menyayangimu" balas William dengan lembut.
Keduanya lalu melanjutkan perbincangan hingga hari mulai sore, setelah itu baru mereka mengakhiri percakapan dengan William akan berkunjung ke Brooklyn pada akhir pekan.
"Sepertinya aku harus berolahraga" gumam William saat dirinya memandang ke arah langit yang masih tampak cerah.
William segera mengganti pakaiannya dan mengenakan stelan olahraga, selama tiga puluh menit ke depan ia akan melemaskan otot-otot tubuhnya. Pada usianya yang sudah 22 tahun, William memiliki postur tubuh yang atletis dan terlihat lebih kekar saat ia berolahraga. Saat ia mulai melakukan lari ringan, keringat di tubuhnya mulai membasahi pakaiannya. Namun ketika hal itu terjadi, William merasakan kekuatannya semakin bertambah dan ia seperti memiliki vitalitas yang sangat luar biasa.
__ADS_1
Tanpa ia sadari, ia sudah beraktivitas fisik hampir satu jam lebih. Kendati demikian tidak ada kesan lelah yang terpancar dari wajahnya.
Ketika senja sudah mulai berlalu, William mendapati Justin dengan seorang wanita. Kali ini wanita tersebut adalah Catherina, ia menggunakan pakaian mewah dengan riasan yang membuat dirinya terlihat cantik.
William terdiam sejenak, ia hanya sekilas memandang Catherina lalu melanjutkan langkahnya dalam menstabilkan energinya.
"Apakah kamu kenal orang itu?" tanya Justin pada Catherina.
"Tidak" jawab Catherina sambil menggelengkan kepalanya.
"Jika tidak kenal, kenapa ia memandang mu seperti tadi?" ujar Justin dengan penasaran.
Catherina terdiam sejenak kemudian berkata.
"Aku hanya sedikit teringat jika sorot matanya mirip dengan William" jawab Catherina dengan serius.
"Tidak mungkin itu William, walaupun ia berubah menjadi abu aku akan tetap mengenalinya sebagai seorang gelandangan" ujar Justin dengan angkuh.
"Aku juga berpikir demikian, rasanya bermimpi pun akan sulit jika pria tadi adalah William" ucap Catherina.
"Sudahlah terlalu tidak pantas jika kita masih menyebut nama lelaki bodoh itu" ujar Justin.
"Hari hampir malam, sebaiknya kita segera kembali ke apartemen ku" ucap Justin sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Catherina.
"Kamu benar, aku juga sudah merasa lelah" sahut Catherina dengan manja.
"Sayang, kapan kamu akan mempromosikan diriku sebagai artis top?" tanya Catherina di saat mereka berjalan menuju apartemen Justin.
__ADS_1
"Besok kamu sudah bisa menandatangani kontrak dengan perusahaan milik ayahku" jawab Justin sambil tersenyum penuh arti.
"Benarkah itu?" ucap Catherina dengan senang.
"Ya, tentu saja. Tetapi kau harus bermain denganku malam ini, jangan kecewakan aku" ucap Justin tersenyum nakal.
"Aku akan menjadi wanitamu malam ini dan selamanya akan seperti itu" balas Catherina dengan senyum menggoda.
Entah sudah berapa kali mereka melakukan hubungan ranjang, tetapi Catherina melakukannya demi mewujudkan mimpinya menjadi bintang terkenal. Jika ia berhasil menjadi istri Justin dan berhasil menjadi artis terkenal maka ia akan memiliki kehidupan yang lebih baik.
Sementara William yang sudah terlebih dahulu berjalan, ia melihat dua ekor kucing yang tampak kelaparan. Setelah menoleh ke kiri dan ke kanan, ia menemukan sebuah Pet Shop lalu membeli makanan untuk kucing tersebut.
William melihat kucing-kucing tersebut makan dengan lahapnya, sesaat ia teringat akan dirinya saat tinggal di apartemen sederhananya. Saat itu William selalu menghemat dan menggunakan uangnya dengan bijak. Sekalinya ia mendapatkan bonus dari poin yang ia tukarkan dari hasil mengemudi, maka ia akan membeli makanan dan memakannya dengan lahap.
"Kalian makanlah dengan tenang, tidak ada yang akan merampasnya dari kalian" ucap William pelan sambil menyentuh kepala kucing tersebut. Setelah dirasa cukup memberikan makanan, William segera kembali ke apartemen.
Tanpa William sadari, seorang wanita tua tengah memperhatikan sikap William barusan. Tidak lama setelah William pergi, kucing-kucing tersebut segera berlari menghampiri wanita tua yang baru saja menunjukkan diri.
Setibanya di apartemennya, William segera membersihkan diri dan berganti dengan pakaian yang baru. Beberapa koleksi pakaiannya memang baru saja ia beli, meskipun tidak mahal namun setiap pakaian yang dikenakan olehnya selalu terlihat pantas.
Malam harinya sambil chatting dengan Regina, ia berpikir dengan keras untuk kehidupannya. Saat ini isi kepalanya selalu dipenuhi dengan investasi dan bagaimana caranya ia memiliki aset. Jika ia sudah memiliki aset, maka ia akan membiarkan asetnya bekerja untuknya.
Malam ini, William tidak tidur terburu-buru. Setelah ia berkomunikasi dengan Regina, ia lalu membuka aplikasi bank digital dan melakukan investasi untuk jangka waktu tiga bulan. Uangnya yang berjumlah 500 Ribu Dollar ia deposit kan sebesar 450 Ribu Dollar.
Dengan bekal 50 Ribu Dollar yang tersisa, maka ia pikir sudah lebih dari cukup untuk bertahan hidup selama tiga bulan. Jika rencananya berhasil, ia akan membuat terobosan beberapa bulan ke depan, jadi saat ini ia tetap memilih untuk menahan diri.
Keesokan paginya William bangun pagi-pagi lalu berolahraga selama tiga puluh menit sebelum berangkat ke kantor. Meskipun ini adalah hari pertamanya masuk kerja, namun ia terlihat santai. Ia juga begitu menikmati kehidupan barunya, dan memulai kebiasaan untuk memberikan makan kucing di sela-sela kegiatan olahraganya.
__ADS_1
Pada saat William hendak kembali ke apartemennya ia kembali berjumpa dengan Catherina di dalam lift. Setelah menempelkan acces card, lift tersebut segera tertutup dan bergerak dengan cepat. Seolah tidak saling mengenal, William tampak acuh saat Catherina beberapa kali curi pandang terhadapnya.