
"William, ayah pagi ini akan menghubungi beberapa pihak untuk mempersiapkan pernikahan kalian" ujar Bill Koch yang kini sudah mengubah nama panggilannya menjadi ayah mertua.
William dan Jasmine saling pandang, mereka tentu saja merasa bahagia ternyata perjalanan cinta mereka yang baru beberapa hari dapat berjalan dengan mulus.
"Baik ayah, mohon maaf merepotkan mu" jawab William dengan sopan.
"Sudahlah jangan sungkan, karena kamu yang meminta menikah dengan cara seperti ini maka pihak perempuan yang harus menyiapkan segalanya" ujar Bill Koch kemudian.
"Karena kalian juga sudah tinggal serumah, maka pernikahan kalian akan dimajukan menjadi tiga hari lagi" ucap Bill Koch sambil tersenyum.
Rupanya ia sudah memiliki rencana tersebut sejak ia menawarkan diri untuk William tinggal di kediaman Keluarga Koch.
William menyatakan ingin dikatakan sebagai menantu menumpang, jadi ia akan masuk ke keluarga Koch dan akan menjadi bagian keluarga tersebut.
Sebenarnya bukan tanpa alasan William melakukan hal tersebut, apa yang dilakukan oleh William adalah karena dirinya belum cukup kuat untuk berkembang. William perlu menyiapkan banyak hal untuk menjadi yang terkuat di Negara ini, setidaknya dia harus memiliki pondasi yang kuat.
Meskipun kini ia bergabung dengan keluarga Koch, tapi itu masih belum cukup. Perusahaan Eternal Grace baru bisa mengantar keluarga tersebut di kelas dua, jadi William secara perlahan akan mengangkat keluarga Koch menjadi salah satu keluarga terpandang. Selama ini ada empat keluarga besar di Kota NY yang sangat berpengaruh dari segi bisnis dan politik.
Setelah berbincang sejenak akhirnya Bill Koch meninggalkan putrinya berdua dengan William, kini sudah tidak ada keraguan sama sekali di hati pria paruh baya tersebut. Ia benar-benar tidak menyangka jika masih ada orang yang berpikiran seperti William.
Jika dibandingkan dengan William, kekayaan Bill Koch tidak ada apa-apanya. Ia heran mengapa sosok pemuda seperti ini bisa luput dari pandangan orang-orang di Kota NY. Ataukah William sendiri yang menyembunyikan dirinya terlalu dalam.
"Wil, aku semakin bingung kepadamu. Bahkan aku saat ini sedikit meragukan jika kamu ditinggalkan oleh wanita karena alasan harta" ujar Jasmine dengan tiba-tiba.
William mendengarkan ucapan Jasmine dengan seksama, kemudian ia berkata.
"Ayo kita ke kamar mu, ada yang ingin aku tunjukkan" ajak William kepada Jasmine.
Jasmine tanpa ragu menuruti ucapan William, ia berjalan berdua sambil bergandengan tangan. Beberapa orang pelayan memandang dengan hormat ke arah Jasmine, namun tidak ke arah William.
Setibanya di dalam kamar Jasmine, William segera membuka laptopnya lalu memandang dengan lekat ke arah Jasmine.
__ADS_1
"Aku akan mengatakan sebuah rahasia, namun aku harap kau bisa menyimpannya dengan rapat" ucap William.
"Aku akan berjanji untuk menjaga rahasia mu di dalam hidupku" sahut Jasmine dengan sungguh-sungguh.
"Baiklah, aku mempercayaimu" balas William sambil mulai berselancar membuka beberapa jendela informasi aplikasi saham.
"Kau ingat saat pertama kali kau menyapaku dan setelahnya kita membahas tentang saham?" tanya William sambil menarik kedua tangan Jasmine dengan lembut.
Kini posisi Jasmine memeluk punggung William dengan tatapan matanya ke layar laptop.
"Ya tentu saja aku mengingatnya" ujar Jasmine sambil mengangguk.
"Semua yang aku dapatkan saat aku menjual saham yang aku investasikan pada perusahaan e-commerce yang kamu prediksi merugi. Aku tahu karena hal itu juga membuatmu ragu menerima saranku sebelumnya terkait investasi mu" ungkap William sambil menunjukkan bukti transaksi pada akunnya di mana pada hari itu ia mendapatkan 3,75 Milliar Dollar.
Jasmine tercengang, ia tidak mengira jika William yang sebelumnya ia remehkan ternyata memiliki analisa yang tepat. Justru dirinya yang keliru dan mengalami kerugian yang sangat besar hingga ia mau bunuh diri.
Saat ini jari William mengklik satu transaksi lagi dimana ia mendapatkan 67 Milliar lebih, bahkan ia juga menunjukkan dalam waktu kurang dari tiga hari sudah menghasilkan uang 1 Triliun lebih.
"Kamu sangat luar biasa Wil" ucap Jasmine yang sungguh kagum tidak terkira.
"Sungguh bodoh wanita yang telah menyia-nyiakan mu" ucap Jasmine dengan nada serius.
Jasmine sudah terlahir dalam kondisi sebagai putri orang kaya, berbeda dengan William yang hanya orang miskin. Melihat pencapaian William yang sangat luar biasa membuat hatI Jasmine serasa penuh kekaguman.
Pada saat ini William juga mengatakan tentang investasinya di Bitcoin, beberapa pencapaiannya serta ia juga secara bersamaan melepas Bitcoin yang ia miliki.
Setelah itu William memandangi Jasmine dengan lembut, menyentuh wajahnya dan berkata.
"Sayang, aku tidak mau kehilanganmu"
"Iya, aku juga" jawab Jasmine penuh dengan cinta kasih.
__ADS_1
Keduanya kembali berciuman dengan sangat romantis, saat keduanya hampir melakukan hubungan badan William tiba-tiba tersadar dan merubah posisinya.
"Ada apa Wil"? tanya Jasmine dengan heran.
"Aku lupa pagi ini kita harus ke showroom mobil, setelah itu aku ada janji di Bank Royal untuk melakukan transaksi penjualan saham" ungkap William sambil merapikan pakaiannya.
"Aku akan mengantarmu" ucap Jasmine.
"Boleh saja, aku juga mau membelikan mu mobil" jawab William.
Mendengar ucapan William, Jasmine hanya tersenyum senang. Kini William adalah sosok terkaya di Kota NY, jadi ia tidak perlu cemas atau meragukannya.
Jasmine juga dengan jelas melihat jika William baru saja menjual Bitcoin yang ia miliki. Dari hasil penjualan tersebut, William mendapatkan ratusan Juta Dollar. Ia benar-benar sangat luar biasa, hanya dalam hitungan hari bisa berubah dengan sangat drastis.
"Sepertinya aku beruntung bisa menemanimu" ucap Jasmine pelan.
"Mungkin sebaliknya, semenjak kenal dirimu aku yang beruntung" sanggah William.
"Kamu terlalu merendah Wil" balas Jasmine.
"Yang terpenting kita harus saling mendukung, aku akan tetap bekerja di belakang layar untukmu" ucap William yang kini sambil membuka laptopnya kembali.
Secara bersamaan ia juga mendapatkan notifikasi bahwa pencairan Bitcoinnya sudah berjalan sukses. William sebenarnya masih ingin melanjutkan investasinya namun setelah ia mengakses beberapa informasi bahwa akan ada regulasi yang memberatkan industri crypto di masa yang akan datang ia mengurungkan niatnya.
William masih memiliki uang simpanan terakhirnya sebesar 55 Milliar Dollar, ia berencana akan menggunakan tersebut untuk berinvestasi kembali di pasar saham. Sementara ia juga berencana akan melakukan transaksi besar pada siang hari ini di Bank Royal.
Pada saat ini Jasmine dengan serius melihat cara William bekerja dari laptopnya, sebagai orang yang mengerti dunia pasar saham jelas Jasmine sangat tercengang memperhatikan cara William bermain di dunia saham.
"Kebetulan ada beberapa orang yang ingin menjual saham Eternal Grace di pasar saham" ucap William sambil menunjukkan sebuah tabel kepada Jasmine.
"Menurutmu bagaimana?" tanya Jasmine.
__ADS_1
"Tentu saja aku akan membelinya" sahut William dengan singkat.
"Tapi harganya sangat mahal" ucap Jasmine dengan ekspresi cemberut.