Ku Tulis Namamu Di Hati

Ku Tulis Namamu Di Hati
Bertemu Ayah Angkat


__ADS_3

Setelah menyelesaikan beberapa dokumen administrasi serta mentransfer uang, William melanjutkan pembicaraannya kepada Hana.


"Nona Hana, untuk beberapa waktu ke depan sepertinya aku akan banyak merepotkan mu" ujar William tampak ragu.


"Tidak masalah Tuan" jawab Hana dengan sopan.


"Lusa aku dan kekasihku akan menikah, namun sambil setelah beberapa dari waktu tersebut aku ingin membeli beberapa hotel serta apartemen di Kota NY" ucap William dengan santai.


"Anda tidak sedang bercanda kan Tuan?" tanya Hana dengan ekspresi terkejut.


Dalam perjalanan karirnya sebagai agen properti, baru kali ini ia dapat klien yang membeli properti seperti membeli kacang goreng.


"Tentu saja saya tidak bercanda, saya akan kembali menemui tujuh hari dari sekarang. Untuk transaksi tersebut saya akan menyiapkan 300 Miliar Dollar" ucap William serius.


"Apa?" Hana tercengang.


"Anda juga jangan salah paham tentang saya, di belakang saya ada seorang bos besar. Hanya saja ia tidak mau menampakkan diri seperti orang kaya kebanyakan" ulas William yang berusaha menutupi jati dirinya.


"Ba.. Baik Tuan" jawab Hana kemudian.


Awalnya Hana sedikit bingung dengan sumber keuangan William yang tampak masih seorang pemuda. Namun setelah William mengatakan ada orang besar yang berada di belakangnya, barulah Hana yakin.


"Tolong carikan saya dua orang pengelola keuangan, saya ingin mempekerjakan mereka" ucap William.


"Kebetulan saya memiliki beberapa kenalan, sepertinya mereka akan cocok untuk bekerja dengan Tuan" ujar Hana tampak yakin.

__ADS_1


"Oke, tolong kirimkan biodata mereka. Saya akan mempelajarinya terlebih dahulu" jawab William dengan santai.


"Baiklah jika begitu, sampai berjumpa lagi" ucap Hana sambil pamit.


William ingin segera meningkatkan status keluarga Koch menjadi keluarga nomor satu, oleh karena itu ia kini sedang menguatkan fondasi bisnisnya. Setelah ini ia sudah berencana untuk membuat perhitungan kepada keluarga Howard.


"Sayang, kita akan pergi sekarang saja" ucap William kepada Jasmine.


"Baiklah" jawab Jasmine dengan patuh.


Tidak lama setelah Hana pergi, William dan Jasmine juga beranjak dari tempat di mana mereka baru saja melakukan pertemuan.


Dengan sepeda motornya William kembali melaju ke jalanan Kota NY untuk segera ke rumah orang tua angkatnya. Ia ingin memberitahukan kepada David tentang rencana pernikahannya dengan Jasmine Koch.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan sederhana. Bangunan yang menjadi tempat William dibesarkan, tempat dimana ia mulai menata kehidupan di Manhattan.


"Halo ayah, kabarku sangat baik. Perkenalkan ini adalah Jasmine calon istriku" balas William sambil memperkenalkan sosok Jasmine.


"Betapa beruntungnya kau William" ucap David saat melihat Jasmine yang tampil trendi dan terlihat cantik.


"Di mana Wendy dan ibu" tanya William.


"Tentang Katy, lupakan saja. Sementara Wendy sepertinya sedang berada di dalam kamar. Sepertinya ia masih kecewa dengan kepergian wanita sialan itu"


William terdiam, ia tidak menduga jika ibu angkatnya kini sudah pergi meninggalkan David dan juga Wendy.

__ADS_1


"Ayah, aku ingin mengajak ayah dan Wendy pindah dan menetap di Kota NY" ucap William kepada ayah angkatnya tersebut.


"Apakah kamu serius?" tanya David dengan ekspresi tidak percaya.


"Tentu saja" jawab William serius.


"Besok kalian sudah bisa pindah" ucap William sambil mengeluarkan kunci mansion yang baru saja dibelinya.


"Wendy" teriak David penuh semangat.


"Ada apa ayah?" tanya Wendy sambil menghampiri ayahnya.


"Coba lihatlah kakak mu dan calon kakak ipar mu" ujar David.


"Halo kak.." sapa Wendy dengan sopan.


Meskipun William dan Wendy hanya saudara angkat, namun mereka sudah seperti saudara kandung. Hanya saja di masa lalu, sikap Katy yang selalu berbuat pilih kasih membuat William sakit hati.


Keberadaan William dianggap beban berkepanjangan di kehidupan rumah tangga David dan Katy.


Sementara itu berita pernikahan William dengan Jasmine sudah beredar luas di grup WhatsApp perusahaan dan juga grup alumni kampus. Namun mereka mengatakan jika William adalah lelaki yang hidup dari wanita, apalagi sekarang status Jasmine sebagai Presiden Direktur sekaligus CEO di perusahaan Eternal Grace.


"Jasmine bodoh, kukira ia wanita cerdas tapi malah menikah dengan parasit" ujar Justin yang saat ini tengah menemani Catherina syuting.


Pada saat ini Catherina telah menjadi artis yang membintangi beberapa brand ambassador, ia mulai sibuk menjalani beberapa kegiatan yang berhubungan dengan dunia periklanan.

__ADS_1


"Sayang, sepertinya si parasit itu benar-benar beruntung bisa menikahi Jasmine Koch" ujar Justin dengan nada penuh cibiran.


"Meskipun sekarang ia sudah berubah, namun tetap saja jika harus hidup dari seorang wanita sama saja hal yang memalukan" timpal Catherina.


__ADS_2