
William segera menutup tampilan di layar komputernya, setelah sesi istirahat berakhir ia segera melanjutkan pekerjaannya kembali.
Di ruang rapat utama, Diana Howard secara resmi kini menjadi Direktur Operasional. Seluruh karyawan mengucapkan selamat kepadanya, bahkan beberapa di tampak menjilat mencoba mencari perhatian Diana.
"Aku sudah tidak sabar ingin memberi pekerjaan kepada William" ucap Justin pelan sambil berbisik di telinga kakaknya.
"Tunggulah sebentar lagi, aku akan memberimu kesempatan" ucap Diana sambil tersenyum.
"Baiklah" sahut Justin yang sudah tidak sabar.
Acara Pun akhirnya selesai dengan diakhiri jamuan makan siang. Semua orang yang hadir merasa bahagia dan kembali ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan pekerjaannya.
Di dalam ruangan barunya, Diana segera memanggil William yang kini sedang mengerjakan pekerjaannya untuk mendata produksi barang jadi. Dengan sigap William segera menuju ruang Direktur Operasional yang baru.
Baru saja William masuk ke dalam ruangan tersebut, terdengar suara Diana dengan nada ketus.
"Kenapa kau tidak hadir saat acara peresmian kenaikan jabatanku?"
William cukup terkejut dengan pertanyaan dan sikap Diana yang seolah tidak mendasar.
"Mohon maaf Nona Diana, saya tidak mendapatkan undangan atau pemberitahuan sebelumnya. Namun demikian saya mengucapkan selamat atas kenaikan jabatan anda" ucap William.
"Itu hanya alasanmu saja" sahut Diana.
"Jangan karena kau dekat dengan Nona Jasmine sehingga kamu bisa semena-mena" ucap Justin yang tiba-tiba ikut bergabung dengan pembicaraan Diana dengan William.
"Apa hubungannya dengan mu? Dan punya hak apa kamu berbicara di sini?" ucap William bereaksi kepada Justin.
"Dia adalah adikku. Apakah kamu mengerti?" ucap Diana dengan kesal.
"Mohon maaf Nona Diana, ini adalah perusahaan Eternal Grace bukan tempat kalian untuk berkumpul sebagai keluarga" jawab William dengan tegas.
"Kurang ajar kamu, kamu itu hanya cowok parasit berani berkata seperti itu" bentak Diana dengan kesal.
__ADS_1
"Kamu hanya seorang penipu, bermodalkan wajah tampanmu untuk mengelabui Nona Jasmine" ucap Justin dengan nada penuh cibiran.
Mendengar ucapan Justin, wajah William tampak menggelap lalu berkata.
"Aku bukanlah penipu apalagi cuma seorang pecundang yang cuma bisa menghamburkan harta keluarga untuk memikat wanita" ujar William dengan kesal.
Setelah mengatakan hal tersebut ia langsung pergi meninggalkan ruangan Diana Howard dengan kesal. William tidak peduli dengan status pekerjaannya, ia rela kehilangan pekerjaan namun ia tidak akan pernah mau kehilangan harga diri.
"Lihatlah anak itu begitu sombong, sebaiknya kau memecatnya saja biar dia tahu diri" ucap Justin.
Setelah diam sejenak lalu Diana segera mengangkat teleponnya untuk menelepon bagian HRD dan memerintahkan agar William dipecat dari status magangnya.
Tidak lama kemudian, berita pemecatan William tersebar dengan cepat di grup WhatsApp. William menjadi orang pertama yang menjadi korban dari kebijakan pertama Diana Howard.
William diberitakan tidak patuh pada atasan serta menghina Nona Diana Howard, atas alasan ini ia dikeluarkan dari perusahaan Eternal Grace.
Sementara William langsung kembali ke meja kerjanya, ia membereskan data-data yang sebelumnya ia simpan pada komputer kantor dan menyimpannya dalam file khusus.
"Mulai besok kau tidak perlu kembali ke tempat ini" jawab wanita tersebut.
William segera membaca surat tersebut, sebuah surat tentang pemutusan hubungan kerja yang ditandatangani langsung oleh Diana selaku Direktur Operasional.
Setelah membaca surat tersebut, William hanya tersenyum datar. Sesuai dengan perkiraannya Diana akan segera melakukan tindakan semacam ini.
"Terimakasih Nona" jawab William sambil berdiri dan meninggalkan meja kerjanya.
Sementara itu, Jasmine yang berada di Hotel sudah membaca beberapa informasi yang terdapat di grup WhatsApp. Selain pelantikan Diana Howard, nasib William yang baru saja diolok-olok karena dikeluarkan oleh perusahaan juga menjadi berita yang ramai diperbincangkan.
Jasmine sedikit heran dengan pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh William, sebab setahunya William adalah orang yang rajin dan bertanggung jawab.
William tidak langsung kembali ke Hotel, ia mampir di sebuah cafe untuk santai sejenak dan membuka handphonenya. Sambil menunggu kopi pesanannya datang, ia membuka aplikasi sahamnya untuk memantau perkembangan investasinya.
13,5 Milliar lembar saham yang ia miliki kini sudah melesat jauh. Harga saham tersebut sudah berubah menjadi 100 Dollar perlembar, hal ini tentu saja membuat William hampir pingsan.
__ADS_1
Meskipun ia sudah memprediksi akan kenaikan harga saham yang ia investasikan, namun ia tidak mengira akan secepat ini. Tanpa menunggu waktu lama, ia segera menjual saham yang ia miliki di perusahaan teknologi informasi tersebut.
Setelah penjualan saham tersebut ia akan mengincar saham kelas atas yang beberapa waktu lalu sudah ia bidik. Sebenarnya dengan uang yang dimilikinya saat ini sudah cukup bagi William untuk menepati janjinya kepada Jasmine, perusahaan Eternal Grace berada pada 900 Miliar Dollar.
Sambil menyesap kopinya, tiba-tiba William mendapatkan telepon dari Bank untuk mendapatkan penawaran khusus. Sebagai Milyuner baru, William berhak mendapatkan kartu khusus untuk mendukung transaksinya. Setelah menyebutkan lokasi ia berada, seorang pimpinan Bank terkemuka di Kota NY akan menemuinya secara langsung.
Hal ini terkait dengan transaksi miliaran Dollar di akun William beberapa waktu terakhir, kejadian tersebut menjadikan William sebagai nasabah prioritas.
Tidak menunggu lama, seorang pria setengah baya datang ke kafe di mana William sedang minum kopi. Lelaki tersebut terlihat sangat rapi dan terlihat jelas jika ia memiliki jabatan penting di Bank tempat William menyimpan uangnya selama ini.
"Selamat sore Tuan" ucap lelaki tersebut dengan sopan saat melihat William.
"Apakah anda Tuan Andrew?" tanya William.
Sebelumnya seseorang yang mengaku bernama Andrew sudah menghubunginya melalui pesan WhatsApp. Jadi berdasarkan foto profil, keduanya bisa dengan mudah mengidentifikasi diri masing-masing.
"Betul Tuan" ucap lelaki tersebut dengan sopan.
Sebagai seorang yang sudah berpengalaman, Andrew tidak terpengaruh dengan pakaian William yang tampak sederhana. Bahkan tempat yang dipilih oleh William untuk bersantai juga masih jauh dari kata mewah bagi orang-orang kaya di kota NY yang terbiasa mengedepankan kemewahan.
"Tuan, ini adalah Kartu Hitam edisi terbatas, di Kota NY baru anda yang memilikinya. Sementara di negara ini, tidak lebih dari sepuluh Kartu ini diterbitkan" ucap Andrew dengan sopan.
Kemudian Andrew menjelaskan keistimewaan dan hak yang diterima oleh pemilik kartu hitam tersebut. Setelah melakukan aktivasi, William segera mengecek saldo dalam kartu hitam tersebut.
William tampak terkejut saat saldonya terdapat uang senilai 1,35 Triliun Dollar. Uang ini adalah pencairan dari saham yang ia jual beberapa saat lalu.
Bahkan Andrew yang sudah berusia tidak muda lagi juga sempat tercengang, ini adalah pertama kalinya ia melihat seorang pemuda yang terlihat biasa memiliki uang tunai Triliunan Dollar.
Bahkan menurut pengetahuannya, hanya orang terkaya saja yang memiliki uang tunai sebesar itu. Kebanyakan orang memiliki uang tidak dalam bentuk tunai, melainkan berbentuk aset.
"Tuan Andrew, terimakasih atas keramahan dan pelayanan dari anda. Beberapa hari ke depan saya akan mengunjungi anda untuk berinvestasi di Bank anda" ucap William sambil tersenyum puas.
"Bai.. Baik Tuan William, saya pasti akan menyambut anda dengan sangat senang sekali" jawab Andrew dengan ekspresi senang.
__ADS_1