
Setelah mendengar perkataan dari putrinya, Tuan Sander tiba-tiba teringat dengan ucapan William saat ia diusir dari apartemen yang ia tempati. Saat itu dirinya tidak mau melihat William mengganggu hubungan antara putrinya dengan Justin.
"Ya, aku ingat akan hal itu" ucap Tuan Sander dengan tatapan kosong.
Sebagai seorang pria ia tentu tahu bagaimana cara menepati janji, dan hanya pria sejati yang bisa menepati janjinya tanpa pamrih.
Mendengar perkataan ayahnya, Catherina sedikit heran. Namun kemudian ia berkata kembali.
"Sudahlah kita tidak usah ambil pusing, saat ini mungkin ia sedang menikmati harta dari Nona Jasmine Koch jadi dia bisa berbuat seperti ini"
Tuan Sander sedikit tertegun, meskipun yang dikatakan oleh putrinya benar tetapi ia juga mengetahui kondisi keuangan keluarga Koch yang sedang tidak baik-baik saja. Untuk membeli lima unit mobil mewah adalah sebuah pemborosan yang sangat tidak masuk akal.
Sementara itu William dan Jasmine yang masih berada di Bank Royal baru saja menyelesaikan kontrak kerjasama. Selain investasi pribadi William, Bank Royal juga bersedia mendukung perusahaan Eternal Grace.
"Baiklah jika begitu, terimakasih atas bantuan Tuan Andrew" ucap William sesaat mereka selesai melakukan kesepakatan.
"Justru kami yang mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Tuan kepada Bank kami" ujar Andrew dengan sungguh-sungguh.
"Oiya Tuan, bagaimana dengan aset yang sebelumnya aku tanyakan?" tanya William yang kembali teringat akan lahan yang ia butuhkan untuk membangun gedung.
"Saya akan menyiapkannya untuk anda, sebelumnya saya akan mengirimkan data-datanya berikut penawaran harganya" jawab Andrew dengan hormat.
"Baiklah jika begitu" jawab William sambil pamit meninggalkan Bank Royal.
"Sayang bagaimana tentang hari ini?" tanya William kepada Jasmine dengan santai.
"Sungguh di luar ekspektasi ku" jawab Jasmine singkat.
"Maafkan aku membuatmu terkejut" ujar William saat mereka berada di dalam lift.
"Bukan itu maksudku, kamu terlalu luar biasa dan aku sendiri bingung harus menggambarkan dirimu dengan cara apa" sanggah Jasmine.
"Oiya, setelah ini kita harus ke perusahaan. Ada rapat pemegang saham pukul dua siang ini, masih ada waktu buat kita untuk menyiapkan segala sesuatunya" ucap Jasmine sambil tersenyum.
"Oke, aku akan menemanimu" ucap William sambil tersenyum.
Setibanya di parkiran, William segera menyalakan sepeda motornya dan bersiap menuju perusahaan Eternal Grace.
__ADS_1
Jasmine tampak sangat menikmati berboncengan di atas sepeda motor, ia memeluk William dengan erat dan penuh rasa kasih sayang.
Setibanya di kantor, Jasmine langsung menarik tangan William untuk menuju ruang kerjanya. Pemandangan ini tentu saja membuat heboh petugas keamanan serta para staf di kantor tersebut.
Jasmine yang terkenal sebagai putri salah satu pemilik perusahaan sedang menggandeng seorang pria yang berstatus rendahan. Bahkan kabar William yang dipecat oleh Diana juga kembali heboh.
Dalam waktu singkat dari mulut ke mulut omongan orang-orang mulai menyebar. Hingga sebuah foto kebersamaan mereka sampai juga ke massenger pribadi Diana Howard.
Melihat foto tersebut Diana hanya tersenyum jijik, ia memandang rendah Jasmine sebagai wanita murahan.
"Sungguh tidak tahu malu" gumam Diana pelan dengan ekspresi kesal.
Secara tiba-tiba hari ini akan ada rapat pemegang saham, secara hitung-hitungan posisi Diana kurang beruntung. Setelah setengah hari mencari identitas pemilik 25% saham, namun tak jua kunjung berhasil.
Diana sudah mengetahui jika keluarga Jasmine kini memiliki 50% saham, hal itu tentu saja membuat Diana tidak bisa berbuat apa-apa. Hal yang bisa ia lakukan adalah melakukan negosiasi pembelian 25% saham yang kini dimiliki oleh seseorang yang misterius.
"Sial.." umpat Diana penuh kekesalan.
Sementara pada waktu yang bersamaan, William dan Jasmine sudah berada di ruang kerja Jasmine.
"Ruangan mu cukup bagus" ucap William sesaat mereka tiba di ruang kerja Jasmine.
"Iya kamu benar" ucap William dengan lembut.
"Tok"
"Tok"
Tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, sesaat kemudian wajah Bill Koch terlihat dari balik pintu.
"Kalian ini sudah tidak sabar"
"Hahaha.. Ayah bisa saja" ucap Jasmine sambil tertawa kecil menahan malu.
"Dua hari lagi kalian akan menikah, untuk gedung dan segala persiapan lainnya ayah sudah siapkan. Jadi kalian tidak perlu repot-repot, selain itu undangan juga sudah mulai bisa dibagikan sore ini" ucap Bill Koch penuh semangat.
"Terimakasih ayah" ucap Jasmine dengan wajah merona.
__ADS_1
"Terimakasih ayah, maaf merepotkan" ucap William mengiringi perkataan Jasmine sebelumnya.
"Sudahlah, ayah tahu kalian repot mengurus perusahaan" ujar ayah Jasmine dengan tersenyum ramah.
"Sebentar lagi rapat akan dimulai, bagaimana persiapan kalian?" tanya Bill Koch.
Menanggapi pertanyaan calon ayah mertuanya, William segera mengeluarkan surat kuasa penunjukan pemegang saham kepada Jasmine. Surat tersebut dibuat William saat dirinya berada di Bank Royal bersama Andrew, dengan bantuan divisi legalitas Bank Royal dokumen tersebut memiliki kekuatan hukum.
'Bagus.. Bagus" ujar Bill Koch sambil mengangguk puas.
Dengan dokumen tersebut kini pihaknya memiliki 75% saham mayoritas Eternal Grace.
"Coba lihat ini" ucap Jasmine sambil menyodorkan sebuah berkas lain.
"Apa?"
Mata Bill Koch membulat saat membaca surat dukungan dari Bank Royal terhadap perusahaan Eternal Grace.
"Kalian melakukan ini hanya dalam waktu setengah hari?" ucap Bill Koch dengan ekspresi terkejut.
William dan Jasmine mengangguk bersamaan.
"Luar biasa, ayah saja sudah bertahun-tahun selalu gagal meyakinkan bank Royal agar mau bekerja sama dengan perusahaan" ujar Bill Koch tampak tak berdaya.
"Ayah pikir kalian hanya belanja kendaraan hari ini, membuat beberapa koleksi mobil ayah harus mengalah dengan kedatangan mobil kalian" sambung Bill Koch.
"Sekali lagi aku mohon maaf telah merepotkan ayah" ujar William.
"Tidak apa-apa, ayah hanya heran saja kenapa kamu membeli begitu banyak mobil?" tanya Bill Koch yang sedari tadi penasaran.
"Itu karena aku ingin memberikan untuk ayah angkat ku dua unit serta untuk ayah dan Jasmine masing-masing satu unit. Untuk ayah angkat ku rencana esok baru bisa dipindahkan, karena baru sore ini aku ada temu janji dengan agen properti" ungkap William dengan sungguh-sungguh.
"Oh begitu.. Kamu memang anak yang berbakti. Tidak salah jika putriku akhirnya bisa menikah denganmu" puji Bill Koch dengan senyum cerah.
"Sepertinya rapat akan segera dimulai, ayo kita berangkat bersama" ajak Bill Koch penuh semangat.
Ia benar-benar bahagia putrinya akan menjadi Presiden Direktur serta keluarga Koch menjadi pemilik saham mayoritas, dengan dukungan Bank Royal mereka pasti dalam waktu singkat akan menjadi keluarga kelas satu.
__ADS_1
"Ting"
Suara lift berbunyi, mereka segera menuju ruang rapat untuk menghadiri pertemuan para pemegang saham dan jajaran pimpinan tinggi.